Monthly Archives: September 2012

Title : What Is Love

Author : Hyebin – Cherish Shin

Akun FB : Reika Sonoda (Shin Hye Bin)

Genre : AU!, Romance

Rating : PG 15

Length : Twoshoot

Cast : Choi Siwon
Shin Hye Bin

Support Cast : JongHyun Couple
HEE Couple
Kim Rae Won (hanya pinjam nama saja)
Shin Dong Hee
Other..

“Bagiku cinta itu memberi kesempatan.. kesempatan untuk memulai kehidupanku yang baru.” – Shin Hye Bin quotes

“Berhentilah terpaku pada bayangan cintamu di masa lalu. Sambut aku sebagai masa depanmu.” – Choi Siwon quotes

~*~*~*~*~*~

Seoul, January 4th 2012. Han River. Winter’s day.

Seorang yeoja dengan wajah membeku menatap nanar ke arah sungai yang –juga- terlihat membeku. Menunggu.. yah itulah yang selalu dilakukannya setiap hari. Rela membeku hanya demi menunggu seseorang yang mungkin tidak akan pernah bisa dilihatnya.

Yeoja itu.. Shin Hye Bin. Seorang mahasiswa jurusan seni di Universitas Seoul, dia yeoja yang pandai namun sedikit tertutup. Teman yang ia milikipun jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Dia mulai menutup diri setelah kejadian besar menimpanya.. kejadian memilukan atau bahkan lebih tepat disebut sebagai kebodohan terbesar yang pernah dilakukannya.

Drrrttt… Drrtttt… Drrttttt…

Sebuah getaran membuatnya mengalihkan fokusnya pada ponsel yang sedari tadi berada dalam genggaman tangannya yang memucat. Sebuah pesan..

From: Jung Hyun Jin

Eodiseoyo?? Aku di apartementmu sekarang.

Hyebin mengembuskan napas panjang setelah mendapat pesan singkat dari Jung Hyun Jin, salah satu teman terdekatnya selain Raehee. Jung Hyun Jin dan Choi Rae Hee adalah sahabat Hyebin satu-satunya.

To: Jung Hyun Jin

Aku pulang sekarang. Gidarilke!

Hyebin memasukan ponselnya lalu kemudian bangkit dan pergi dari tempat dingin itu. Tempat yang memberikannya kenyamanan dan kehangatan walau dalam cuaca sedingin es.

“Hari ini aku pulang.. besok aku akan kembali. Kuharap kau ada disini saat itu.”

-oOo-

Daemoon Apartement 15th Floor. Gangnam. 04.20 pm KST. Seoul.

“Ya!! Babo yeoja! Darimana saja kau dicuaca sedingin ini??” seru sebuah suara begitu Hyebin memasuki apartementnya.

Hening..

Jung Hyun Jin.. yeoja yang kadang hanya disapa Hyunjin itu mengerucutkan bibir saat Hyebin memasuki apartementnya tanpa mempedulikan teriakannya tadi. Hyebin berjalan ke arah dapur tanpa sepatah katapun lalu membuat tiga gelas coklat panas. Jamkkanman! Tiga gelas??

“Nona Shin! Kau mengacuhkanku lagi!” geram Hyunjin kemudian.

Hening..

Hyebin tetap asyik dengan tiga gelas coklat panasnya sementara Hyunjin duduk di sofa dengan seorang yang sedari tadi diam menemaninya tanpa berniat untuk meredam kekesalan Hyunjin pada Hyebin. Hyunjin.. sebenarnya dia sudah terbiasa dengan sikap dingin Hyebin. Namun dia selalu merasa kesal saat Hyebin tak mempedulikan dirinya.

“Untukmu..” sahut Hyebin setelah kembali dari dapur dengan membawa tiga gelas coklat panas.

“Gomawo..” jawab Hyunjin dan seseorang disebelahnya.

Hyebin duduk di sofa tepat di depan Hyunjin yang memandanginya dengan tatapan penuh selidik. Didapatinya muka Hyebin yang pucat bahkan hampir membeku.

“Kau dari sungai han lagi ya?” sahut Hyunjin kemudian.

“Eoh..” jawab Hyebin datar.

“Wae? Bukankah..”

“Aniya..”

“Shin Hye Bin.. jangan kau pikir aku tidak tahu kalau selama ini kau menunggu namja itu disana. Bukankah dia sudah bilang tidak ingin bertemu denganmu lagi?”

“Kapan? Aku tidak ingat dia bilang seperti itu.”

“Arra.. aku tahu dia tidak bilang. Tapi dengan sikapnya yang menolakmu secara tegas bukankah itu menunjukkan dia tidak ingin melihatmu lagi? Untuk apa kau menunggunya? Kau selalu menutup matamu dan tidak percaya padaku, kami bahkan kenyataan yang tergambar di depan matamu sendiri.” Sahut Hyunjin tegas dan sukses membuat yeoja bernama Hyebin itu bergetar hebat.

“Hyunjin-ah… sudahlah.” Sahut sebuah suara di sebelah Hyunjin. Dia tahu keadaan ini akan menjadi panas setelah pembicaraan mengenai namja itu disinggung di depan Hyebin.

“Chagi.. aku benarkan? Dia itu terlalu menutup diri. Seandainya saja dia lebih bisa menerima kenyataan dia tidak akan sesakit ini.”

Hyebin masih mematung mendengar pernyataan Hyunjin. Benarkah dia seperti itu? Terlalu menutup diri dan tidak mau menerima kenyataan? Benarkah namja itu sudah tidak menginginkannya?

“Hye.. kumohon berhentilah bersikap bodoh. Kau rela membeku demi menunggu seorang namja yang bahkan mungkin tidak mengingatmu sama sekali.” Cibir Hyunjin lalu kemudian menyesap coklat hangatnya yang kini mulai terasa hambar.

“Apa yang harus kuhentikan? Seingatku aku belum melakukan apa-apa selain menyakitinya. Tidak bolehkah aku berharap perasaannya kembali padaku?” sahut Hyebin dengan suara bergetar.

Yesung menatap Hyebin yang sepertinya ingin menyembunyikan air matanya di depan namja itu, namja yang tidak lain adalah kekasih Jung Hyun Jin. Dia beralih menatap Hyunjin lalu memberikan kode, “Aku keluar dulu.” Hyunjin mengangguk dan kemudian bangkit dari posisinya yang semula. Dia berjalan mendekati Hyebin yang tertunduk dengan tubuh sedikit bergetar. Yeoja itu.. menangis..

“Hye.. kau bisa melakukannya. Kau tidak mencintainya.. kau hanya merasa bersalah karena telah melukai hatinya.” Sahut Hyunjin sambil merangkul bahu Hyebin. Dia tahu sahabatnya itu benar-benar rapuh saat ini.

“Jika kau melanjutkannya kau akan semakin terluka.” Tambah Hyunjin kemudian.

Hyebin terisak dia bahkan tidak sanggup membantah atau mengatakan sesuatu setelah mendengar pernyataan Hyunjin. Karena jika boleh jujur dia sendiri tidak memahami perasaannya sendiri. Perasaan sakit yang dia rasakan untuk namja yang mungkin saat ini dikiranya adalah cinta. Tapi benarkah itu bukan cinta? Apa perasaan bersalah seperti yang dikatakan Hyunjin? Entahlah.. ini terlalu sulit untuk dipecahkan saat dia sendiri belum menyadari apa yang sebenarnya dia rasakan.

“Akan kucoba.. mungkin kau benar. Aku terlalu menutup mataku.” Jawab Hyebin pada akhirnya setelah keheningan tercipta beberapa saat yang lalu.

“Hwaiting!! Aku akan membantumu! Cara terbaik melupakan masa lalu adalah memulai hidup baru. Akan kucarikan namja yang cocok denganmu.. jadi cepat lupakan namja bernama Kim Rae Won itu arra!!” sahut Hyunjin bersemangat.

Kim Rae Won.. ya dialah namja yang sukses membuat Hyebin bertindak bodoh. Benarkah itu bodoh? Entahlah..

“Ya!! Aku tidak memintamu mencarikan namja untukku babo!” balas Hyebin sambil menyeka air matanya yang menggantung disudut matanya yang basah.

-oOo-

Two weeks later. January 18th 2012. Seoul University. 01.25 pm KST. Cafétaria.

Setelah kejadian hari itu Hyebin tidak lagi pergi ke sungai Han. Sepertinya ucapan Hyunjin benar-benar membuka matanya kali ini. Dia bahkan bersikap lebih terbuka dan lebih ceria walau sifat dinginnya pada namja tidak pernah berubah. Sebenarnya jika boleh jujur sifat inilah yang selalu membuatnya gagal mendapatkan cinta. Selalu terlambat untuk menyadari perasaannya sendiri, hingga terakhir kali sikapnya itu telah menyakiti Raewon. Namja yang selama setahun menyukai Hyebin namun Hyebin tak pernah membalasnya dan semuanya menjadi penyesalan setelah namja itu menghilang dan meninggalkan Hyebin. Baiklah.. sudah cukup untuk mengulas masa lalunya yang terkesan bodoh itu.

“Hyebin-ah!” sahut seseorang dibelakang Hyebin.

Hyebin menoleh dan mendapati dua pasangan yeoja-namja yang berjalan menghampirinya lengkap dengan nampan di tangan mereka masing-masing. Pasangan-pasangan itu.. Hyunjin dan kekasihnya Kim Jong Woon yang lebih akrab disapa Yesung serta Raehee dan Heechul. Raehee dan Hyunjin duduk disebelah Hyebin sementara kedua namja itu duduk tepat dihadapan ketiga yeoja itu.

“Annyeong Hyebin-ah.” Sapa Heechul dan Yesung bersamaan.

“Eoh.. annyeong oppa.” Balas Hyebin kemudian.

Setelah menyapa dua namja sahabatnya itu, Hyebin kembali fokus pada sarapannya. Sarapan di tengah hari memang sudah menjadi kebiasaanya, dan itu sering menjadi bahan omelan dua yeoja disebelahnya.

“Biar kutebak.. hari ini ada yang ingin kau ceritakan pada kami kan, Hye??” sahut Raehee tiba-tiba dan membuat empat orang itu berhenti melakukan aktivitas mereka dan beralih menatap Raehee.

“Mwo? Aniya… Apa terlihat seperti itu?” balas Hyebin sekenanya.

“Ya!! Ceritakan! Kau pacaran kan?”

“Uhukk.. uhukkk.. m-mmwoo??” sahut Hyebin setengah tersedak oleh sereal yang menyangkut dengan manis ditenggorokkannya.

Hyebin meraih segelas air putih lalu dengan cepat meminumnya, berharap sereal itu lekas pergi dari tenggorokkannya.

“Jeongmal?” Hyunjin meresponnya setelah membantu Hyebin minum.

Semua menunggu jawaban Hyebin dengan ekspresi penasaran tak terkecuali dengan dua namja di depannya yang –juga- tidak ingin ketinggalan obrolan langka mengenai ‘pacar’ Hyebin.

“Aniya.. pacaran darimana? Kau dapat kabar aneh itu dari mana sih Hee?” sahut Hyebin sambil menjitak pelan kepala Raehee dan sukses membuat yeoja itu merengut. Sementara ketiga temannya hanya terkekeh pelan.

“Ya! Tidak usah menjitakku segala babo! Aku melihatnya nona Shin.. kau sedang mengobrol dibelakang aula dengan seorang namja, bahkan sesekali terlihat tertawa bersama, kau bukan tipe orang yang mudah bergaul dengan namja bukan? Jadi kupikir kalian.. lagi pula dia namja yang tampan menurutku.” Balas Raehee dan dibalas dengan pandangan membunuh Heechul.

“Baiklah.. tapi tidak setampan Kim Heechul. Puas?” Tambah Raehee kemudian sambil membalas tatapan Heechul.

“Nuguya Hye?? Kau benar-benar punya namjachingu?” sahut Hyunjin dengan wajah penasaran.

“Apa dia lebih tampan dariku? Mana mungkin hahaha..” sahut Yesung yang dibalas Hyebin dengan tatapan ngeri.

“Dia bukan pacarku arra! Dia teman sekelompokku.. teman kalian juga.” Balas Hyebin datar.

“Teman kami juga? Maksudmu?” sahut Yesung kemudian.

“Kalian tahu Choi Siwon kan? Mahasiswa yang baru pindah kemari satu minggu yang lalu? Kebetulan aku sekelompok dengannya, sebenarnya bukan kebetulan karena namja itu yang memintaku untuk sekelompok dengannya. Kurasa dia namja yang pintar jadi tidak buruk juga untuk menjadi teman sekelompoknya.” Sahut Hyebin menjelaskan dan kemudian melanjutkan makannya yang sempat tertunda karena pernyataan Raehee.

“Lalu apa yang kalian lakukan tadi?” tanya Raehee merasa tidak puas dengan bantahan Hyebin.

“Lakukan apa? Eobseo.. dia hanya meminta nomor ponselku agar mudah menghubungiku.. itu saja.”

Mendengar pernyataan Hyebin keempat temannya itu saling berpandangan dan tersenyum aneh.

“Apa dia terlihat seperti tertarik padamu Hye? Misalnya dia memperhatikanmu diam-diam?” sahut Hyunjin kemudian.

Hyebin menatap Hyunjin dengan pandangan bosan. Ingin sekali dia mengatakan ‘Bisakah kalian berhenti menanyakan hal-hal tidak penting seperti itu?’ Hyebin benar-benar masih tidak ingin terlibat dengan namja manapun saat ini. Terlebih namja bernama Choi Siwon itu. Entah kenapa setiap melihat namja bernama Choi Siwon itu dia merasakan perasaan sesak yang sama sekali membuatnya tidak nyaman. Dan itu benar-benar ingin dihindarinya. Sekelompok dengannya juga mungkin akan menjadi penyesalan tersendiri untuk Hyebin.

“Aku sudah selesai makan. Na kkalkae.. kalian teruskan saja.” Sahut Hyebin kemudian, lalu berjalan meninggalkan mereka berempat.

“Aish!! Dia itu selalu saja menghindar kalau sudah menyangkut namja. Dia alergi namja atau apa sih?” gerutu Raehee kemudian.

“Jamkkanman! Bukankah namja yang mengikuti Hyebin itu Choi Siwon? Sepertinya akan ada pasangan baru sebentar lagi.” Sahut Yesung yang dibalas seringaian aneh dari tiga makhluk di depannya.

-oOo-

“Hyebin-ah.. jamkkanmanyo.” Sahut seorang namja di belakang Hyebin dan sukses membuat Hyebin menoleh ke arahnya.

Namja itu.. Choi Siwon. Namja yang dikabarkan Raehee –sahabatnya- itu sebagai namjachingunya.

“Wae? Bukankah kita tidak seakrab itu?” sahut Hyebin datar.

“Eh? Mian apa aku harus menggunakan embel-embel –ssi untuk memanggilmu?” tanya Siwon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Aaa.. aniya. Mian kurasa aku yang tidak sopan, kau boleh memanggilku dengan panggilan yang kau suka. Hanya saja tadi aku masih terbawa kesal dengan pernyataan sahabatku jadi tidak sengaja bersikap seperti itu padamu.” Sahut Hyebin melembut.

“Wae?”

“Mereka menggosipkan kita. Ada-ada saja.. mana mungkin kan.” Sahut Hyebin sambil terkekeh pelan.

“Ha? Menggosipkan?” sahut Siwon kemudian.

“Eoh.. hajiman jangan khawatir mereka bukan tipe yang suka menceritakan hal-hal seperti itu pada publik. Jadi tidak usah takut digosipkan denganku Siwon-ssi.” Jawab Hyebin kemudian.

“Aniya.. aku tidak masalah digosipkan denganmu. Nan joa..” sahut Siwon sambil tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya yang –mungkin- membuat hati Hyebin bergetar.

“Ya!! Jangan berkata seperti itu! Aku bisa salah paham.” Sahut Hyebin sambil bergegas pergi meninggalkan Siwon yang menatap punggungnya dengan senyum penuh arti.

“Babo!! Mana mungkin aku berbicara seenaknya. Semuanya ada maksudnya Hyebin-ah.. hanya saja sepertinya sulit membuatmu mengerti.” Gumam Siwon kemudian.

-oOo-

Daemoon Apartement 15th Floor. February 3rd 2012. Gangnam-Seoul. Rainy day.

Hyebin menatap sosok seorang namja di depan pintu apartementnya dengan mata membulat. Namja itu Choi Siwon.. namja yang kini tengah tersenyum renyah dengan penampilannya yang basah kuyup. Namja yang selalu membuat Hyebin merasa aneh saat berada di dekatnya. Mungkinkah Hyebin merasakan sesuatu yang Raehee dan Hyunjin sebut sebagai cinta? Secepat itukah? Apakah sosok Raewon sudah benar-benar menghilang dari hatinya?

Jujur saja.. setelah kejadian di cafétaria itu Hyunjin dan Raehee mendekati Siwon dan mencari tahu perasaan Siwon terhadap Hyebin. Dan sebuah kejutan besar akan menyambut Hyebin jika dai mengetahui itu semua. ‘Kurang kerjaan!’ Itulah mungkin yang akan dikatakan Hyebin saat mengetahui kedua sahabatnya melakukan hal-hal yang tidak perlu untuknya.

“Wae geurae?? Bagaimana bisa kau kesini?” sahut Hyebin tanpa mempersilahkan Siwon masuk terlebih dahulu.

“Ahh.. aku memikirkan kata-kata sahabatmu beberapa hari yang lalu. Mungkin memang terlalu cepat, tapi bukankah ini bisa membantumu memulai masa depan?” jawab Siwon sambil mengeratkan tubuhnya. Sepertinya namja jangkung itu mulai merasakan kedinginan.

“Ne? Masa depan? Apa maksudmu? Ahh.. aku lupa. Masuklah dulu..”

Siwon mengangguk dan masuk ke dalam apartement Hyebin tanpa menjawab pertanyaan Hyebin sebelumnya. Meninggalkan tetes-tetes air di depan pintu dan membuatnya lebih terlihat seperti genangan.

“Gunakan ini.. kurasa bisa membuatmu sedikit kering.” Sahut Hyebin sambil menyerahkan sebuah handuk putih bersih ke arah Siwon.

Siwon melangkah menuju kamar mandi yang sebelumnya telah ditunjukan oleh Hyebin. Dia membawa pakaian jersey Hyebin –yang juga- dipinjamkan Hyebin untuknya. Sementara Hyebin berjalan ke arah dapur untuk membuatkan teh hangat untuknya. Setidaknya itu akan membantu membuat tubuh namja bernama Siwon itu hangat setelah mendapat guyuran hujan sederas ini.

Tak lama kemudian Siwon keluar dari kamar mandi dengan penampilannya yang err… lucu sekali. Pakaian yang dipinjamkan Hyebin benar-benar mambuatnya terlihat lucu. Jersey itu benar-benar sempit ditubuh Siwon. Hyebin menatap penampilan Siwon dengan wajah aneh.

“Jangan menatapku seperti itu Hyebin-ah.” Sahut Siwon sambil duduk di sebelah Hyebin.

Hyebin tak mempedulikan ucapan Siwon dan memberikan segelas teh hangat lalu dia duduk di depan Siwon. Berusaha menjaga jarak dengan namja itu.

“Wae? Kau belum menjelaskan kenapa kau kesini eoh?”

Siwon menyesap minumannya lalu kemudian menatap Hyebin intens. “Jadilah yeojachinguku.” Sahut Siwon tegas.

“Mwo?” Hyebin membulatkan matanya sampai batas maksimal.

“Aku menyukaimu sejak awal. Aku bukannya tidak sengaja mengajakmu untuk sekelompok denganku.” Jawab Siwon kemudian.

Hening..

Hyebin hanya diam menanggapi pernyataan Siwon. Dia tahu Siwon namja yang baik, hajiman.. dia tidak merasakannya. Merasakan debaran yang seharusnya dia rasakan saat namja yang selalu membuatnya merasa aneh itu menyatakan cintanya. Tapi… untuk saat ini.. eobseo..

Siwon masih menatap Hyebin intens sementara Hyebin mengalihkan pandangannya keluar jendela. Menatap rinai hujan yang berlomba menuruni jendela apartementnya. Bukankah ini saat yang bagus untuk memulai sesuatu yang baru? Penolakan lagi hingga dia harus menyesal pada akhirnya atau menerima sementara dia sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya? Apa jantungnya telah rusak hingga debaran itu tidak muncul atau.. entahlah..

“Eotte?? Apa kau mau?” sahut Siwon membuyarkan keheningan yang tercipta diantara mereka.

“Disaat seperti ini harusnya aku jawab apa?” tanya Hyebin dan sukses membuat Siwon mengernyit tak mengerti.

“Maksudmu?”

“Mollayo.. kau namja yang baik aku tahu itu. Hajiman..”

“Maksudmu kau menolakku??”

Hyebin menatap Siwon dengan pandangan yang sulit diartikan, sebenarnya dia sendiri merasa itu bukanlah jawaban yang tepat. Apa penolakan itu akan kembali mengubah namja itu pada akhirnya?

“Arraseo.. kurasa aku tak perlu bertanya lagi. Jangan khawatir kita masih bisa menjadi teman bukan?” sahut Siwon pada akhirnya.

“Apa kau tak keberatan jika aku pulang setelah menunggu pakaianku kering?” tambah Siwon sambil tersenyum, senyuman pahit.

-oOo-

April 7, 2012. Seoul University. 11.56 am KST. Art Class 3rd Floor.

“Menjelang ulang tahun yang ke-100 universitas kita, kali ini kelas kita akan melakukan pameran seni. Diharapkan seluruh mahasiswa kelas seni memberikan hasil lukisan terbaik mereka untuk dipamerkan. Berhubung tanggal 17 nanti kita akan melakukan perjalanan wisata, manfaatkan hari itu untuk melukis keindahan Jinan dimusim semi. Ada pertanyaan?” Professor Kang menutup kelas hari ini dengan sebuah pengumuman yang sukses membuat kelas jadi riuh.

“Professor.. jadi kita harus membuat tugas ditengah liburan kita?” sahut seorang namja bertubuh tambun yang duduk di kursi paling belakang.

“Ne.. harus Shin Dong Hee. Jika tidak kau tidak akan lulus dalam kelasku.” Jawab Professor Kang kemudian.

Jawaban itu kembali membuat seisi kelas menjadi riuh. Namun hal itu tidak membuat Hyebin tertarik. Dia lebih tertarik pada senyuman namja yang duduk berselang dua buah kursi dari tempatnya. Beberapa kali dia menggelengkan kepalanya dan menghembuskan napas dalam. Apa kali ini dia terjebak? Kembali jatuh pada lubang yang sama?

“Baiklah jika tidak ada pertanyaan lagi. Kelas hari ini cukup sampai disini.”

Seluruh mahasiswa berhamburan menuju pintu keluar begitupun namja –sipemilik senyum- yang menjadi perhatian Hyebin beberapa hari ini. Tapi tidak bagi Hyebin, dia lebih memilih untuk tetap duduk ditempatnya. Memandang ke luar jendela.. kembali bergelung dengan pikirannya yang benar-benar membuatnya merasa tercekik.

-oOo-

Siwon menyandarkan tubuhnya di balik jendela setelah beberapa saat dia menatap Hyebin yang tak kunjung keluar dari dalam kelasnya. Sesekali dia tersenyum mengingat tingkah Hyebin saat mata kuliah Professor Kang barusan. Dia tahu yeoja itu tak melepaskan pandangan darinya hingga Professor Kang membubarkan kelas.

“Siwon-ah.. apa kau sudah punya rencana akan melukis apa?” sahut sebuah suara yang sukses membuat Siwon kembali pada kesadarannya.

“Aniya.. aku belum dapat ide. Waeyo Minje-ya?”

“Ani.. maukah kau melukis bersamaku?”

Fokus Siwon beralih saat pintu kelas terbuka dan Hyebin keluar dari sana dengan ekspresi terkejut. Terkejut? Mungkinkah dia terkejut melihat Siwon dekat dengan seorang yeoja? Apakah pemandangan itu berpengaruh baginya?

“Aaa… boleh saja.” Sahut Siwon sambil tersenyum namun matanya tetap berfokus pada langkah Hyebin yang mulai menjauh dari tempat itu.

-oOo-

Hyebin menyeret langkahnya dengan sedikit berat. Entah kenapa muncul perasaan tidak senang saat melihat Siwon mengobrol akrab dengan yeoja yang tidak lain adalah teman sekelasnya sendiri.

“Hyebin kau sudah gila.. jangan mulai lagi.” Gumamnya kemudian lalu duduk di depan kelas yang terletak tak jauh dari kelasnya. Kelas yang sedang Raehee ikuti saat ini.

Walau ingin pergi dari tempat itu, entah kenapa hatinya tidak mengijinkannya. Yeoja itu.. tidak rela..

To: Choi Rae Hee

Apa kelasmu masih lama? Aku pulang denganmu ya?

send

From: Choi Rae Hee

Mian Hyebin-ah.. Heechul mengajakku kencan sepulang kuliah ^^v
Kau tidak dengan Hyunjin?

Hyebin berdecak saat menerima balasan dari Raehee.. rasanya dia membutuhkan seseorang untuk mendengarkan ceritanya. Hajiman.. tidak ada seorangpun disana. Bahkan Hyunjin sudah mengatakan lebih awal bahwa hari ini dia akan pulang bersama Yesung. Hyebin menoleh ke arah kelasnya tadi, dan tepat! Disana masih ada Siwon dengan yeoja itu. Merasa tidak ingin merasakan hal aneh itu lebih jauh.. Hyebin memutuskan meninggalkan tepat itu dan berjalan pulang.

“Kau tidak apa-apa Shin Hye Bin. Kau tidak berbalik menyukai Choi Siwon. Itu pasti.”

-oOo-

April 17, 2012. Seoul University. Basement. 07.25 am KST.

Hyebin menyeret kopernya dengan langkah santai. Hari ini kelasnya melakukan perjalanan wisata ke Jinan. Perjalanan liburan sekaligus tugas melukisnya untuk pameran bulan mei mendatang, tepat dihari ulang tahun ke-100 universitasnya. Dia berhenti saat mendapati sosok Siwon berdiri dihadapannya dengan senyum cerah.

“Pagi Hyebin-ah!” sapanya kemudian dan hanya dibalas senyuman hambar dari Hyebin.

“Sepertinya barang bawaanmu berat, biar aku yang membawanya.” Sahutnya dan langsung menyambar koper Hyebin tanpa mengantongi ijin dari pemiliknya.

Hyebin tidak menolak dan mengikuti langkah Siwon dari belakang. Perasaannya berkecamuk antara senang dan entahlah..

“Ya!! Kenapa berjalan selambat itu? Kau ingin ketinggalan bis eoh??” seru Siwon saat menyadari Hyebin berjalan jauh dibelakangnya.

-oOo-

Skip time. Jinan. 10.45 am KST.

Sesaat setelah perjalanan berakhir seluruh mahasiswa berhamburan mencari lokasi yang tepat untuk melukis. Hyebin mulai membenahi peralatannya dan kemudian mulai meninggalkan kawanannya menuju ke arah sebuah sungai yang sempat dikatakan Hyunjin berada di Jinan. Sungai itu tidak terlalu jauh dan hanya membutuhkan waktu sepuluh menit dari resort yang ditinggali Hyebin bersama teman-teman sekelasnya. Siwon mengikuti Hyebin dari belakang tanpa berniat membuat Hyebin menyadari keberadaannya. Dia tahu suasana diantara mereka akan jadi tidak nyaman jika mereka bersama-sama.

“Hmm.. udaranya segar. Sepertinya tempat ini cocok untuk melukis.” Sahut Hyebin dan mulai memasangkan kanvasnya diatas tiang penyangga.

Hyebin mengeratkan syal yang melilit dilehernya agar tidak tertiup angin yang cukup kencang, namun baru saja dia akan melakukannya angin sudah terlebih dahulu menerbangkannya dan membuatnya tersangkut di ranting pohon yang berada di tepi sungai. Siwon memperhatikannya sementara Hyebin berusaha meraih syal itu dan alhasil dia malah kehilangan keseimbangannya lalu terpeleset hingga membuatnya jatuh ke dalam sungai.

BYURRRRR!!

Dengan sigap Siwon berlari dan menceburkan dirinya ke dalam sungai itu. Dia menarik Hyebin dan membawanya ke tepi sungai hingga akhirnya berhasil menyentuh daratan. Hyebin terlihat begitu shock bahkan dia tidak mampu mengatakan sepatah katapun.

“Shin Hye Bin!! Apa kau babo?? Bagaimana jika aku tidak ada disini dan kau tenggelam?”

Hyebin mengangkat wajahnya dan menangkap wajah Siwon tepat dalam kedua bola matanya. “Ya!! Kenapa malah membentakku ha??” sahut Hyebin dengan tubuh menggigil.

Siwon menatapnya dengan ekspresi yang sulit di artikan. Lalu sejurus kemudian memeluk Hyebin dengan erat.

“Mianhae.. aku benar-benar mencemaskanmu. Tidak tahukah kau kalau perasaanku padamu belum pernah padam? Jadi wajar saja jika aku bersikap seperti ini. Mianhae..” lirih Siwon kemudian.

Deg!!

Hyebin membeku dalam pelukan Siwon, dia merasakan sesuatu bergetar dalam hatinya. Mungkinkah kali ini cinta?

-oOo-

Sanmyeong Resort. Room nomor 12. Jinan. 10.34 pm KST.

“Tidak tahukah kau kalau perasaanku padamu belum pernah padam?” kata-kata itu terulang ribuan kali dalam otak Hyebin seperti kilasan sebuah film.

Hyebin mengubah posisinya lalu duduk menyandar pada headbed yang ditempatinya. Kali ini dia benar-benar merasa sesak. Kejadian tadi siang di sungai membuatnya sakit kepala. Entah kenapa selalu ada perasaan asing yang muncul setiap dia memikirkan kejadian itu.. dan yang pasti perasaan itu telah sukses membuatnya tidak bisa memejamkan matanya.

Hyebin menghela napas panjang.. berusaha mengusir perasaan aneh itu dalam hatinya. Namun nihil.. perasaan itu justru semakin menggebu-gebu hingga membuatnya susah bernapas.

“Hyebin.. ada apa denganmu sebenarnya? Apa kau mencintai namja itu?” gumamnya dengan suara bergetar.

Hyebin menatap keluar jendela.. malam ini cuaca cukup cerah. Dia berjalan menuju pintu kamar dan meraih mantel yang tergeletak begitu saja di atas sofa dalam kamarnya.

“Sepertinya aku butuh udara segar..” sahut Hyebin dan berjalan pergi meninggalkan kamarnya.

-oOo-

Hyebin berjalan menuju bangku panjang yang berada di depan sebuah kolam air mancur. Riakan air kolam itu membuat pikiran Hyebin yang kacau perlahan menjernih seperti sebuah sihir.

“Payah.. lagi-lagi aku terlambat menyadari perasaanku. Choi Siwon.. sepertinya aku benar-benar menyukaimu saat ini. Eotteokhae??” sahut Hyebin lirih.

Hyebin meraih ponsel dalam saku mantelnya. Jemari tangannya lincah mengetikkan beberapa digit angka yang sudah dihapalnya diluar kepala. Dial..

“Yeoboseyo..” sapa Hyebin setelah panggilannya tersambung dengan seseorang.

“Ya!! Ini jam berapa? Kenapa menelponku eoh??” sebuah teriakan melengking seorang yeoja sukses membuat Hyebin menjauhkan telinganya dari ponselnya.

“Hyunjin!! Bisakah kau tidak berteriak padaku? Aku ingin bercerita padamu..” jawab Hyebin tak kalah melengking.

“Arra.. arraa… wae??”

“Aku bodoh..” gumam Hyebin pelan.

“Kau baru tahu itu?”

“Ya!”

“Aish.. kau menelponku hanya untuk itu? Kau membuat mimpiku rusak babo!!”

“….”

“Hyebin-ah.. aku tutup kalau kau..”

“Jamkkanman..”

“…..”

“Hyunjin-ah.. eotteokhae? Sepertinya keadaan berbalik.. aku suka pada Siwon.” sahut Hyebin sekuat tenaga lalu menghembuskan napasnya dalam.

“Jeongmal??” sahut sebuah suara dibelakang Hyebin.. suara yang Hyebin yakini bukanlah milik Hyunjin –sahabatnya- itu.

Hyebin dengan cepat memutuskan hubungan telponnya setelah menyadari siapa orang pemilik suara itu. Choi Siwon.. namja itu kini tengah duduk disebelahnya tanpa Hyebin ketahui sejak kapan dia berada disana.

“N-nneo? Sejak kapan?” sahut Hyebin terbata.

“Aku mengikutimu keluar.” Jawab Siwon sambil tersenyum lalu kembali menatap wajah pucat Hyebin.

“A-aaku..” gumam Hyebin sambil menunduk.

“Aku sudah dengar semuanya.. gomawo.” Sahut Siwon sambil merengkuh wajah Hyebin yang sempat tertunduk.

Hyebin mengangkat wajahnya dengan perasaan berkecamuk. Dia menatap Siwon dengan kedua mata coklatnya. “Jadi tidak perlu kukatakan lagi kan? Eotte? Apa aku terlambat lagi?”

Siwon memicingkan matanya, tidak puas dengan pernyataan Hyebin. “Aku ingin mendengarnya secara langsung.”

“Kalau begitu anggap aku tak pernah mengatakannya..” sahut Hyebin sambil menjulurkan lidahnya. Perasaan kaku yang sempat menyelimuti atmosfir diantara mereka menghilang dengan cepat seperti sebuah ilusi.

Hyebin terkekeh pelan lalu bangkit dari posisinya dan berjalan memunggungi Siwon. Yeoja itu pergi dengan perasaan ringan, seolah semua oksigen kembali masuk ke dalam paru-parunya dengan leluasa.

“Hyebin-ah.. mana boleh begitu!” seru Siwon sambil menarik lengan Hyebin hingga yeoja itu berbalik ke arahnya.

Siwon menatap manik mata Hyebin lekat, membuatnya terperangkap di dalamnya. “Saranghae.. nae yeoja deojullaeyo??”

Hyebin mengangguk mantap. “Na do saranghae.. mian terlambat menyadarinya.” jawab Hyebin sambil tersenyum.

Siwon menariknya lebih dekat, berusaha menghapus jarak diantara keduanya. Perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Hyebin yang mulai memejamkan matanya. Menikmati deruan napas masing-masing hingga bibir mereka bersentuhan dan melumatnya pelan. Hyebin sadar sekarang.. This Is Love..

—THE END—
Cre : HyeWon~
Reshare : Ly.bum^

Advertisements

I Give My First Love To You

Title : I Give My First Love Tou You

Author : HyeWon/Hyebin

Akun FB : Reika Sonoda (Shin Hye Bin)

Genre : AU!, Sad, Romance little bit NC ^^

Rating : PG 17+

Length : Oneshoot

Words : 3.848

Cast : Choi Siwon
Shin Hye Bin

Support Cast : Lee Donghae

Author’s Note : FF ini hasil adaptasi dari film jepang dengan judul “Boku No Hatsukoi Wa Kimi Ni Sasagu” yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa inggris jadi “I Give My First Love To You”. Ini salah satu film favorit author hingga author pengen banget bikin versi FFnya and akhirnya baru kesampean kali ini. Hanya saja ada sebagian cerita yang author ubah agar cerita terasa lebih berwarna. Kalau ada readers yang kebetulan udah nonton filmnya, please don’t bash me! It’s just for fun ^^
Let’s Check this out!!!

“Semanggi berdaun empat..
Tolong sembuhkan dia.. beri dia kesempatan untuk mendapatkan cinta lebih banyak dariku..”
Seoul City Hospital

Author POV

Seorang yeoja kecil tengah menyembunyikan tubuhnya di balik pohon ek tua yang mulai merapuh. Matanya tertuju pada satu sosok bocah namja yang tengah duduk sambil menengadahkan kepalanya ke arah langit. Beberapa hari ini, dia selalu mengikuti sosok namja kecil itu hingga pagi ini dia berniat untuk menyapanya. Yeoja kecil itu.. Shin Hye Bin, anak satu-satunya dari kepala rumah sakit yang saat ini menjadi rumah kedua bagi sang namja kecil itu. Choi Siwon, namja imut yang sejak lahir sudah didiagnosa mengalami kelainan pada jantungnya hingga dia tidak mampu melakukan aktivitas layaknya anak seumurannya. Hye Bin mendekati namja kecil itu dengan ragu-ragu, dia tahu namja itu tidak pernah berhubungan dengan siapapun. Hingga akhirnya Hye Bin memutuskan untuk berteman dengannya.
“Annyeong Siwon-ssi..” sapa Hye Bin setelah langkah mungilnya membawanya ke depan namja pendiam itu.
Siwon sedikit tersentak, ini pertama kalinya ada yang menyapanya setelah sekian lama ia dirawat di rumah sakit itu. Hye Bin tersenyum renyah saat pandangan mata mereka bertemu untuk pertama kali.. lalu sejurus kemudian dia duduk disebelah Siwon yang kini sedang menatapnya.
“Apa aku menganggumu?”
“Aniya.. hanya saja aku kaget. Tidak pernah ada yang menyapaku selama ini.” Sahut Siwon kecil sambil tersenyum.
“Ne, aku tahu itu. Itu sebabnya aku menyapamu.” Jawab Hye Bin polos. Siwon terkekeh mendengar ucapannya.
“Wae? Kenapa tertawa?”
“Kau.. kau lucu. Gamsahamnida.. selama ini rasanya aku sudah lupa bagaimana caranya untuk tertawa. Hajiman.. jebal jangan mengasihaniku. Hye Bin-ssi.”
“Eh? Kau tahu namaku? Mian.. aku tidak bermaksud mengasihanimu. Aku hanya ingin berteman denganmu.”
“Tentu saja aku tahu.. kau adalah putri dari dokter yang selama ini menanganiku. Berteman? Dengan orang sakit sepertiku? Aku bahkan hanya bisa menghabiskan waktu bermainku dengan berbaring di tempat tidur.” Sahut Siwon datar.
Hye Bin terhenyak mendengar perkataan Siwon, perlahan dia menangis dan semakin lama semakin kencang. Siwon yang menyadarinya berubah menjadi panik dan tidak tahu harus bagaimana untuk menghentikan tangisan yeoja di depannya itu.
“Wae? Kenapa kau menangis? Apa aku berbuat salah?” tanya Siwon sambil mengusap air mata Hye Bin yang sudah membanjiri pipi mulus yeoja itu dengan deras.
“Aniya.. aku akan minta pada appa untuk menyembuhkanmu. Lalu kita bisa bermain seperti anak lain.. kalau perlu aku akan memohon pada semanggi berdaun empat agar kau bisa sembuh.” Sahut Hye Bin sesegukan.
Siwon tersenyum mendengarnya lalu mengangguk. “Kita.. Kita berteman ya! Sampai kakek dan nenek..” sahut Siwon sambil menyodorkan jari kelingkingnya di hadapan Hye Bin.
Hye Bin menatapnya dengan mata penuh air mata lalu mengangguk dan menautkan jari kelingkingnya dengan jari Siwon.
“Kita berteman.. sampai kakek dan nenek!” sahut mereka bersamaan sambil tersenyum.
**********
Siwon POV
Aku mengerjapkan mataku yang terasa berat, mataku berusaha beradaptasi dengan cahaya yang memaksa menerobos masuk ke dalam retina mataku. Mimpi itu telah membantuku kembali pada kesadaranku. Mimpi saat pertama kali aku bertemu dengan Hye Bin saat berumur 8 tahun. Saat itu dia satu-satunya orang yang mau menjadi temanku, hingga saat ini… saat aku sudah menginjak usia dimana aku sudah mengenal apa itu cinta. Ya.. Shin Hye Bin teman kecilku itu sekarang sudah menjadi yeojachinguku. Kami bahkan sekarang sekolah di SMA yang sama karena kondisiku yang berangsur membaik. Walau kadang aku harus membolos karena kondisi jantungku yang tiba-tiba lemah, tapi aku bersikeras tidak ingin berhenti dari sekolah itu.
“Siwon-ie.. kau sudah sadar? Ya!! Kau membuatku cemas! Sudah berapa kali kubilang jangan ikut pelajaran olah raga eoh??” sahut seorang yeoja yang baru saja memasuki kamar tempat aku dirawat saat ini.
Geurae.. saat ini aku sedang berada di rumah sakit setelah kemarin aku tumbang karena bersikeras mengikuti pelajaran olah raga di sekolahku. Aku tidak mau orang lain memandang sebelah mata dan terus-terusan mengejek Hye Bin karena mau berpacaran denganku.
“Mian.. aku hanya ingin mencobanya. Kukira kondisiku sudah membaik, ternyata sama saja..” sahutku sambil tersenyum miris.
Hye Bin menatapku dengan pandangan sedih aku tahu dia ingin menangis namun berusaha agar tidak menangis didepanku. Dia yeoja yang lebih tegar dibanding pertama kali aku bertemu dengannya.
“Siwon-ie.. kau mau ikut bersamaku?” sahutnya tiba-tiba.
Aku mengernyit heran, tanpa mendengar jawabanku dia membawa kursi roda ke hadapanku dan membantuku berdiri hingga akhirnya bisa duduk di kursi roda itu.
“Eodiga??”
Dia tidak menjawab pertanyaanku dan malah tersenyum lembut. Senyum yang selama ini selalu memberiku semangat untuk tetap hidup dan tidak menyerah pada takdir yang telah menungguku. Perlahan dia mulai mendorong kursi rodaku dan berhenti tepat di mulut taman rumah sakit.
“Kenapa kesini?” tanyaku penasaran sambil mengalihkan pandanganku ke arahnya. Kulihat taman hari ini cukup sepi.
“Untuk mencari keajaiban.” Sahutnya dengan mantap lalu membawaku ke tengah hamparan tanaman semanggi.
**********
Hye Bin POV

“Kenapa kesini?” tanya Siwon penasaran sambil menatapku yang sedang berdiri di belakang kursi rodanya.
Aku tersenyum lalu menjawab. “Untuk mencari keajaiban.”
Siwon mengernyit tak mengerti mendengar jawabanku, tanpa banyak berkata apapun aku mendorong kursi rodanya dan membawanya ke tengah taman. Tempat itu dipenuhi daun semanggi. Geurae.. aku kesini untuk mencari daun semanggi berdaun empat. Kudengar, siapapun yang bisa mendapatkannya dan mengucapkan permohonan.. maka permohonan itu akan terkabul. Aku mulai berjongkok dan mencari keberadaan daun semanggi berdaun empat itu. Aku tidak tahu apa daun itu benar-benar ada atau hanya mitos. Namun bukankah mencoba bukan hal yang salah?
“Mwo haeyo?” sahut Siwon sambil berusaha bangkit dari kursi rodanya dan kemudian berjongkok dihadapanku.
“Aku mencari semanggi berdaun empat.” Jawabku tanpa menatapnya dan tetap fokus pada pencarianku.
“Untuk apa?”
“Membuat permohonan.. ada yang ingin aku minta hehehe.” Sahutku sambil nyengir.
“Babo!! Kau percaya pada hal seperti itu?” decak Siwon sambil menatapku tak percaya.
“Tidak ada salahnya kan? Lagipula aku..” sahutku terputus, aku tidak tahu harus berkata apa.
“Arraseo.. aku juga akan membantumu mancarinya.” Sahut Siwon kemudian lalu dia mulai sibuk mencari daun semanggi itu yang entah benar-benar ada atau tidak.
5 menit..
10 menit..
20 menit..
30 menit..
Kami tak kunjung menemukan daun langka itu hingga hampir membuatku ingin menyerah. Mungkin daun itu tidak pernah benar-benar ada. Ini membuatku putus asa hingga akhirnya aku menghentikan pencarianku dan terduduk lemas di atas rumput sambil meluruskan kakiku yang terasa pegal. Sementara Siwon sepertinya belum menyerah dan tetap mencari keberadaan daun langka itu.
“Siwon-ie.. sudahlah.. sepertinya daun itu tidak pernah ada.” Sahutku agar Siwon berhenti dari aktivitasnya.
Siwon malah tersenyum ke arahku sambil mengacungkan sebelah tangannya. “Hye Bin-ah.. aku menemukannya.. daun itu.. benar-benar ada.” Serunya dan sukses membuatku berlari ke arahnya.
“Jinjja? Kau menemukannya? syukurlah..” sahutku lega.
Dia menatapku dengan ekspresi puas. “Akhirnya ada juga yang bisa kulakukan untukmu.” Sahutnya sambil menyerahkan daun mungil itu ke tanganku.
“Untukmu.. ucapkanlah permohonanmu.” Tambahnya kemudian.
Aku mengangguk lalu menutup mataku, kutarik nafasku dalam-dalam sebelum mengucapkan satu permohonan paling penting dalam hidupku itu.
“Semanggi berdaun empat..
Tolong sembuhkan Siwon.. beri dia kesempatan untuk mendapatkan cinta lebih banyak dariku..”

**********

Author POV
“Semanggi berdaun empat..
Tolong sembuhkan Siwon.. beri dia kesempatan untuk mendapatkan cinta lebih banyak dariku..”
Siwon tergelak mendengar perkataan Hye Bin. Hatinya bergetar saat mendengar yeoja yang dicintainya itu ternyata memohon untuknya. Dan entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar pemohonan singkat itu dari mulut Hye Bin.
“Hye Bin-ah..” sahut Siwon kemudian dan membuat Hye Bin menengok ke arahnya.
“Gomawo..” tambahnya kemudian.
Dengan perlahan Siwon mulai mendekatkan wajahnya ke arah Hye Bin. Berusaha menghapus jarak di antara keduanya hingga akhirnya bibir mereka saling terpaut. Dengan lembut Siwon mengecup bibir Hye Bin dan melumatnya perlahan.
“Kau akan sembuh.. aku yakin.” Sahut Hye Bin disela ciuman hangatnya bersama Siwon.
“Ne, jika aku sembuh.. aku akan menikah denganmu.” Jawab Siwon.
**********
Few days later..
Sapphire Blue High School

Masih Author POV

Siwon telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, namun hari ini dia terlihat tidak bersemangat dan sangat muram. Hye Bin menyadari hal itu namun dia tetap bungkam tidak ingin mengganggu pikiran Siwon dengan pertanyaannya. Mereka berjalan berdampingan menuju kelas mereka, tidak sedikit pasangan mata yang menatap mereka dengan pandangan aneh bahkan mengejek. Yah.. begitulah selama ini hari-hari yang mereka lalui di sekolah itu. Orang-orang selalu mempertanyakan kenapa Hye Bin bisa betah berpacaran dengan namja penyakitan seperti Siwon yang bahkan olah raga saja tidak mampu. Namun Hye Bin tidak pernah mempedulikannya.. hingga suatu hari ada seorang namja yang secara tegas menyuruhnya berhenti berhubungan dengan Siwon. Namja itu Lee Donghae.. teman sekelas Hye Bin yang baru saja pindah ke sekolahnya seminggu yang lalu.
Seperti biasa.. Hye Bin dan Siwon berpisah di tikungan menuju kelas mereka. Geurae.. mereka tidak sekelas. Hye Bin melanjutkan langkahnya setelah melihat Siwon masuk ke dalam kelasnya. Dia menghentikan langkahnya saat menyadari orang yang paling dihindarinya kini sedang berdiri dihadapannya.
“Hye Bin-ssi.. kenapa kau keras kepala sekali? Terus bersama Siwon hanya akan membuatmu menderita. Bukankah suatu saat dia akan meninggalkanmu?” sahut orang itu kemudian.
“Donghae-ssi.. tolong jaga ucapanmu. Siwon tidak akan pergi kemana-mana. Dia akan tetap bersamaku selamanya. Jadi berhentilah mengangguku dan jangan mempedulikan aku lagi.” Jawab Hye Bin datar lalu mencoba meninggalkan Donghae yang kemudian kembali menjegal langkahnya.
“Kau akan terluka nantinya.” Tambah Donghae kemudian.
“Terluka atau tidak itu semua bukan urusanmu.. jadi jangan mencoba melarangku lagi. Karena itu hanya sia-sia.” Sahut Hye Bin lalu menghempaskan tangan Donghae yang sedang memeganginya.
Hye Bin berdecak kesal setelah meninggalkan namja bernama Donghae itu, entah atas dasar apa namja itu terlalu mencampuri urusan yang sama sekali bukan urusannya. ‘Terluka? Itu sama sekali tidak akan terjadi.. karena Siwon akan sembuh!’ yakin Hye Bin dalam hati lalu kemudian menghilang di balik pintu kelasnya.
**********
Atap Sekolah..

Hye Bin POV
Aku kesal!!
Namja bernama Donghae itu sudah mengacaukan moodku pagi ini. Aku jadi sama sekali tidak konsen pada pelajaranku. Meninggalkan Siwon? jangan harap aku akan melakukannya! Dipaksa seribu kalipun aku tetap tidak akan melakukannya. Aku sudah terlalu lama mengenal dan mencintai Siwon, sulit bagiku untuk menerima kenyataan bahwa waktunya tidak lama lagi. Geurae.. tanpa sengaja aku mendengar percakapan appaku dengan keluarga Siwon, appa bilang kemungkinan Siwon bisa bertahan hidup hanya sampai umur 20 tahun. Aku tidak mau mempercayainya dan berusaha meyakinkan hatiku bahwa diagnosa itu salah. Appa bukan Tuhan, dia tidak punya kemampuan untuk menentukan kapan akhir hidup manusia. Bukankah begitu?
Drrtttt… Drttttt…
Aku terkesiap saat mendapati ponselku tengah bergetar singkat tanda adanya sebuah pesan masuk. Dengan sigap aku meraih ponselku dan membaca pesan singkat itu. Dari Siwon..
FROM: Siwon ❤

Eodiseo??

Aku mengetikan beberapa karakter lalu kemudian mengirimnya. Setelah selesai aku kembali memasukan ponselku ke dalam saku rokku. Entah kenapa aku merasakan perasaan aneh setelah mendapatkan pesan singkat dari Siwon, aku tidak tahu kenapa.. tapi rasanya ada sesuatu yang mengganjal perasaanku.
BRAKKK!!
Pintu atap terbuka lebar, aku berbalik dan mendapati Siwon sedang berjalan ke arahku dengan ekspresi yang sulit kuartikan. Sepertinya ada yang ingin dia sampaikan padaku. Hajiman.. Siwon hanya diam dan berdiri disampingku hingga akhirnya aku menghapuskan keheningan diantara kami dengan pertanyaan singkatku.
“Museum iriya?” sahutku.
Siwon tetap diam untuk sesaat, sepertinya dia masih mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan padaku kenapa dia hanya diam sedari tadi.
“Siwon-ie?”
“Hye Bin-ah.. kudengar kau sedang dekat dengan namja ya saat ini?” sahutnya kemudian dan sukses membuatku kaget.
“Mwo? Nugu? Kau dengar dari siapa?” sahutku kaget, jujur saja aku sama sekali tidak pernah dekat dengan namja manapun selain dia.
“Tidak penting aku mendengarnya dari mana, yang pasti semua orang sedang membicarakan masalah ini.” Jawabnya datar.
Pikiranku melayang.. bagaimana bisa ada gossip seperti ini. Mana mungkin aku dekat dengan namja lain sementara namja yang kucintai adalah Siwon sendiri. Apa dia tidak mengerti itu?
“Aku bersumpah! Tidak pernah ada namja yang dekat denganku selain dirimu.”
Siwon berdecak sinis, baru kali ini aku melihatnya seperti itu. Dia seperti bukan Siwon yang selama bertahun-tahun ini kukenal.
“Lalu bagaimana dengan namja bernama Donghae itu? kalau kau menyukainya tidak usah mencemaskanku. Lagipula kau akan lebih bahagia jika bersama namja ‘normal’ seperti dia.”
PLAKKKK!!
Aku mengeratkan tenganku yang memanas setelah menampar wajah Siwon yang kini tersenyum miris dihadapanku. Keterlaluan! Jadi selama ini dia menganggapku seperti itu? apa dia tidak pernah merasakan ketulusanku? Kenapa dia seenaknya saja mengucapkan hal seperti itu kepadaku?
“Hye Bin-ah.. kurasa sudah saatnya aku melepaskanmu.” Sahutnya datar.
“Mwo??”
“Kita berpisah.. aku tidak mau terlalu egois dengan membuatmu selalu disisiku.”
Aku tidak percaya!! Dia mengatakan hal itu dengan mudah.. hatiku sakit sekali mendengarnya mengucapkan kalimat itu.
“Kau bercanda kan?” sahutku dengan nada sedikit bergetar.
“Aniya..”
Aku tidak tahan lagi, air mataku tumpah tanpa bisa kutahan lebih lama lagi.
“Joha.. jika itu maumu.. kita berpisah! Aku tidak akan peduli lagi, terserah kau mau melakukan apa. Dan jangan muncul dihadapanku lagi.. aku membencimu.” Sahutku lalu bergerak pergi dari tempat itu tanpa mempedulikan jawaban dari Siwon.
**********
Author POV

“Joha.. jika itu maumu.. kita berpisah! Aku tidak akan peduli lagi, terserah kau mau melakukan apa. Dan jangan muncul dihadapanku lagi.. aku membencimu.”
Hye Bin berjalan dengan gusar meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan jawaban Siwon. Hatinya terlalu sakit untuk menerima bahwa orang yang selama ini ia percaya dan satu-satunya namja yang selalu ia cintai memintanya untuk meninggalkannya. Sementara itu, Siwon menatap punggung Hye Bin yang berjalan menjauh dengan tatapan sendu.
“Mianhae.. kisah cintaku punya batasan waktu. Aniya.. biar kuperbaiki.. kisah cinta kita punya batasan waktu.” Gumam Siwon sambil menundukan kepalanya.
**********

Few days later..

Benar saja.. hubungan mereka kini benar-benar berakhir. Hye Bin bahkan tak pernah menemui Siwon di rumah sakit bahkan ketika mendengar Siwon kembali tumbang. Dia hanya bisa melihat Siwon dari kejauhan. Sementara itu, keadaan ini memberikan keuntungan pada Donghae yang kini bisa lebih leluasa mendekati Hye Bin. Entah apa yang menjadi alasannya begitu gencar mendekati Hye Bin, karena setiap Hye Bin bertanya apa dia menyukainya.. Donghae selalu mengelak dan berkata bukan itulah alasannya mendekati Hye Bin.
Hingga pada suatu hari keakraban Donghae pada Hye Bin membuat Siwon geram. Yah.. walaupun dia sudah mengatakan semuanya berakhir, tidak berarti perasaannya pada Hye Bin ikut berakhir juga kan? Dia sudah mengenal yeoja itu dan mencintainya terlalu dalam, hingga tidak mudah baginya untuk menerima kedekatan Hye Bin dengan Donghae. Hingga akhirnya Siwon tidak tahan dan menantang Donghae untuk lari jarak 100 meter. Jika dia menang, maka Donghae tidak boleh mendekati Hye Bin lagi dan jika Donghae kalah.. maka dia akan mengalah. Donghae menolak tantangan Siwon dengan tegas karena tahu akan kondisi Siwon. Jika Donghae menyetujui keinginan Siwon, sama saja dia menemani Siwon untuk mengakhiri hidupnya lebih cepat. Namun pada akhirnya..
“Arraseo Siwon-ssi.. aku setuju! Tapi aku tidak menanggung akibat yang akan kau terima setelah ini.” Jawab Donghae pasrah.
Siwon mengangguk lalu dimulailah pertandingan lari jarak pendek itu. Mereka berdua lari sekuat tenaga, bahkan Siwon sudah hampir kehabisan nafasnya. Namun dia tidak menyerah dan akhirnya memenangkan pertandingan itu.
“Aku menang..” sahut Siwon senang dengan nafas terengah. Dia merasakan jantungnya sakit sekali namun berusaha menahannya.
“Geurae.. kau menang Siwon-ssi. Kurasa rasa cintamu pada Hye Bin yang membuatmu bertahan.” Sahut Donghae sambil tersenyum dan menepuk bahu Siwon.
“Seperti janjimu.. mulai sekarang berhentilah mendekati Hye Bin.” Sahut Siwon tegas.
“Arraseo.. lagipula aku tidak punya perasaan pada Hye Bin.” Jawab Donghae dan sukses membuat Siwon terperangah.
“Lalu apa alasanmu mendekatinya?”
“Aku hanya tidak ingin melihat ada orang yang menangis karena ditinggal oleh orang yang dicintainya. Aku tahu bagaimana rasanya. Sudah ya.. annyeong.” Sahut Donghae lalu kemudian bergerak meninggalkan Siwon yang tengah mematung.
**********
Hye Bin POV

09.45 pm

Selama ini aku tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak, selalu saja ada yang mengganggu pikiranku. Aku takut pada banyak hal sekarang.. rasanya aku takut ketika aku bangun aku mendengar kabar bahwa Siwon sudah tiada. Aku belum siap untuk kehilangannya.
Drrttt… Drrttttt….
Ponselku bergetar panjang, aku meraihnya dan mendapati sebuah panggilan masuk. Dari Siwon? mataku membulat saat menangkap nama itu berkedip di layar ponselku. Aku menekan tombol hijau dan menerima panggilan darinya.
“Yeoboseyo..”

“…..”

“Wae?”

“…..”

“Mwo? Jigeum? Museum iriya??”

“…..”

“Arraseo..”
Pip.. aku memutuskan hubungan teleponku setelah menyetujui permintaan aneh Siwon barusan. Dia menyuruhku datang ke sekolah dan menemuinya di ruang klub memanah. Ya.. selama ini aku mengikuti klub memanah, sedangkan Siwon.. karena kondisinya tidak memungkinkan, dia sama sekali tidak mengikuti klub apapun. Aku tahu dia sangat gerah dengan keadaannya dan kelemahannya.. tapi satu hal yang kusukai darinya.. dia sama sekali tidak pernah mengeluh.
**********
Aku keluar dari taxi dan mulai melangkahkan kakiku menuju ruang klub memanah yang berada di belakang gedung sekolah. Di malam hari sekolah terasa sangat menakutkan, aku tidak tahu apa maksud dari panggilan Siwon padaku malam-malam begini. Ini bahkan pertama kalinya aku berbicara dengannya setelah kejadian di atap waktu itu. Akhirnya aku sampai di tempat tujuanku, aku menggeser pintu berat yang menghubungkanku langsung ke dalam ruangan klub. Aku melangkahkan kakiku perlahan dan mendapati Siwon sedang berdiri di depan jendela tanpa tirai.
“Wae geurae?” sahutku sambil bergerak menuju saklar yang berada di bagian dalam ruangan namun Siwon mencegahku.
Aku menatapnya yang kini sedang menggenggam tanganku dengan erat. Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dilakukannya saat ini.
“Siwon-ie? Ada apa? Kau aneh sekali.”
Siwon menggeleng cepat dan tersenyum, “Hye Bin-ah.. maukah kau mengajariku memanah?”
Aku menatap Siwon penuh selidik, namun pada akhirnya aku menyetujui permintaan Siwon dan mengajarinya bagaimana cara memanah. Ditengah latihan tiba-tiba Siwon menjatuhkan busur dan anak panahnya lalu berbalik ke arahku dengan pandangan tajam. Ada apa lagi dengannya?
“Hye Bin-ah.. maukah kau menjadi milikku malam ini?” sahut Siwon tiba-tiba dengan wajah serius.
Aku tersentak dengan ucapannya, tidak biasanya dia bertingkah seperti ini. “Apa maksudmu?” sahutku gugup.
“Ne.. sebagai hadiah untukku karena aku telah menang.” Jawabnya sambil tersenyum.
Aku mengeryitkan keningku.. “Menang? Menang dari apa?” sahutku tak mengerti.
“Menang karena sampai detik ini aku masih hidup.” Sahut Siwon kemudian.
Dia mulai memelukku dengan erat dan menciumku dengan paksa. Aku menolaknya dengan lembut namun Siwon tidak melepaskanku hingga akhirnya aku menuruti kemauannya dan menghabiskan waktuku bersamanya.
**********
Siwon POV
Aku merasakan jantungku semakin sakit, rasanya waktuku untuk bersama Hye Bin hanya sampai disini. Aku menatap lekat wajah Hye Bin yang tertidur dalam dekapanku. Rasanya aku tidak ingin meninggalkan sosok ini. Aku ingin selalu bersamanya.. aku mengecup lembut keningnya dan tak lama kemudian dia mengerjapkan matanya.
“Kau sudah bangun?” sahut Hye Bin saat mendapatiku yang tengah menatapnya.
“Ne.. apa kau tidur nyenyak?” sahutku sambil tersenyum.
“Emm.. yah cukup nyenyak.” Sahutnya lalu duduk menghadapku.
Hye Bin menatap lekat wajahku, bisa kurasakan dia mencemaskanku. Belum lagi aku tidak bisa menyembunyikan rasa sakit yang sedang menyerangku.
“Gwaenchana? Kau terlihat sangat pucat..” sahutnya sambil mengelus pipiku.
Aku hanya tersenyum lalu menggeleng dengan cepat. Aku tidak ingin membuatnya mengkhawatirkanku. Namun sepertinya Tuhan berkehendak lain, dia membuatku tidak mampu bertahan lagi dengan rasa sakit yang kurasakan hingga akhirnya aku ambruk ke dalam pelukan yeoja di depanku.
“Siwon-iee… kau kenapa??”
**********

Hye Bin POV
Aku setengah berlari mengikuti Siwon yang saat ini sedang di bawa menuju ruang ICU. Hatiku bergejolak.. aku sungguh takut kehilangan namja yang baru saja menghabiskan malamnya bersamaku. Tak lama kemudian datang pasien baru yang sangat kukenal menyusul Siwon. Aku terbelalak mendapati sosok itu adalah Donghae.
“Suster.. kenapa dengannya?”
“Tuan ini.. dia mengalami kecelakaan dan sekarang sepertinya keadaanya sedang kritis. Saya belum bisa memberitahu lebih jelas lagi sebelum mendapat kepastian dari dokter.”
“Ahh ne.. gamsahamnida.” Sahutku sambil membungkuk.
Beberapa saat kemudian aku melihat Choi ahjussi dan istrinya menghampiriku. Mereka terlihat sangat panik. Tentu saja.. karena keadaan Siwon tak kunjung membaik. Aku berlari dan memeluk Choi ahjumma dengan erat. Aku sudah menganggapnya seperti ibuku sendiri.
“Eommonim..” sahutku sambil menangis.
“Apa yang terjadi Hye Bin-ah? Kenapa dia tiba-tiba seperti ini?” sahut Choi ahjumma sambil mengelus punggungku.
“Mollayo.. dari kemarin sikapnya aneh. Aku tidak tahu apa yang sudah dilakukannya.. tapi sepertinya dia sudah mengetahui kalau dia akan jadi seperti ini.” Sahutku sesegukan.
Kulihat Choi ahjussi terduduk lemas di kursi tunggu sementara Choi ahjumma masih memelukku dengan erat. Beberapa saat kemudian, aku melihat appa berjalan ke arah kami dengan wajah tegang.
“Appa?” sahutku dengan nada bergetar.
“Sepertinya kita harus segera melakukan operasi. Kebetulan saat ini ada pasien yang sedang kritis juga.. harapan hidupnya tinggal 2% jika keluarga pasien mengijinkan.. kita bisa memintanya untuk melakukan operasi cangkok jantung untuk Siwon.” sahut appaku kemudian.
“Nugu? Nugu appa? aku akan memohon pada keluarganya untuk memberikan jantung pasien itu pada Siwon.” sahutku sambil mengguncang lengan appa.
“Tenanglah chagiya.. kau tak boleh memaksa mereka.” Sahut appa.
Aku menggeleng dengan cepat. “Aniya.. aku akan mencobanya. Dimana mereka??”
**********
Few days later..

Author POV

Hye Bin menggenggam erat jarinya dan menahan tangisannya agar tidak tumpah kembali. Dia menatap nanar kertas yang di berikan Siwon kecil padanya beberapa tahun lalu.
“Untuk semua orang yang kucintai, walaupun aku pergi, aku tetap ingin kalian semua hidup bahagia. Siwon.”

Hye Bin terduduk lemas saat ia kembali mengingat kejadian hari itu.. hari dimana Siwon memutuskan untuk pergi selamanya. Hari itu dia sempat sadar dan mendapat kabar kalau dirinya sudah mendapatkan donor jantung. Dia sempat senang dan kembali memiliki semangat untuk hidup. Namun tiba-tiba kondisi pasien yang akan mendonorkan jantung untuknya berangsur-angsur membaik, hingga akhirnya pihak keluarga pasien membatalkan pendonorannya. Hye Bin yang tidak terima berusaha memohon agar mereka tidak membatalkannya, namun aksi Hye Bin dihentikan oleh Siwon yang tanpa sengaja mendengar permohonan Hye Bin itu dari kamar rawat di depan kamar rawat Siwon.
Betapa terkejutnya Siwon saat mengetahui pasien yang hampir mendonorkan jantung untuknya adalah Donghae. Dengan tegas Siwon menolak pencangkokan itu dan memilih untuk menunggu takdir menjemputnya. Hingga akhirnya.. kondisi Siwon semakin memburuk dan mengharuskannya menyerah di ruang operasi.
Mengingat kejadian itu Hye Bin menangis dengan keras, dia benar-benar tidak sanggup menerima kenyataan bahwa Siwon sudah meninggalkannya. Padahal, kini dia sedang memeluk abu jenazah Siwon yang sudah dikremasi. Perlahan Hye Bin menghapus air matanya dan kemudian mulai menyapukan bedak tipis diwajahnya yang terlihat sangat pucat. Dia membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju sebuah gereja dengan balutan gaun pengantin. Dia memasuki gereja itu dan berjalan menuju altar sambil membawa abu jenazah Siwon dalam pelukannya.
“Siwon-ie.. akhirnya impian kita terwujud. Tapi ini tidak mudah. Tetap hidup adalah hal yang menyedihkan. Tapi kau tahu, aku tidak menyesal sama sekali, karena aku bertemu denganmu, karena aku mencintaimu. Jika aku bertemu denganmu lagi, meski aku sudah tahu risiko menyedihkan apa yang akan menantiku, aku tetap akan jatuh cinta padamu lagi.” Gumam Hye Bin kemudian.

—THE END—
Cre : HyeWon~
Reshare : Ly.bum^

“Tangan Nakal ” SHINee Taemin Menarik Perhatian


Beberapa gambar “tangan nakal” dari anggota SHINee Taemin telah menarik perhatian dari penggemar dan netizens online.

Dalam beberapa foto, tangan Taemin tampaknya berada di belakang BoA selama beberapa tarian mereka untuk single terbarunya’Only One’. Meskipun langkah ini bagian dari koreografi, keberaniannya tetap telah mengejutkan penggemar , mungkin karena usia muda Taemin dan image tak bersalahnya.

Setelah melihat gambar, netizens berkomentar, “Mereka tidak menyentuh. Memangnya kenapa kalau mereka…? Jika saya BoA, saya akan melihat Taemin sebagai adik kecil “,” Kapan Taemin saya menjadi begitu jantan? So cute “,” koreografi pasangan BoA dan Taemin menakjubkan setiap waktu. ‘Only One’ adalah lagu yang bagus “,” Taemin benar-benar cocok dengan baik meskipun dia yang termuda. Ini adalah performa hebat “, dan” Tsk! jangan dibelakang sunbae Anda haha. ”

Apa pendapat Anda tentang gambar?

Source + Image: Newsen via Nate, Max News, iMaeil
allkpop/IniSajaMo
Reshare : Ly.bum^

SHINee Merilis Teaser PV “Dazzling Girl”

Setelah merilis foto teaser dan preview sebelumnya, SHINee kembali dengan teaser yang paling menarik namun untuk single baru mereka di Jepang,“Dazzling Girl“!

“Dazzling Girl“! digambarkan sebagai nomor elektro-pop dengan beat dan melodi menyegarkan. Ini merupakan awal dari sebuah asmara dengan seorang wanita yang mempesona dan intensitas emosional yang terasa saat jatuh cinta.

Single ini mencakup dua lagu, “Dazzling Girl“! dan “Run with Me”, dan akan datang dalam tiga versi: ‘ ‘First Limited Edition A’, ‘First Limited Edition B’, dan ‘Normal Edition’. “Dazzling Girl” dijadwalkan akan dirilis pada 10 Oktober.

Teaser PV baru dirilis menunjukkan transformasi baru anggota dan memberikan cuplikan beberapa koreografi.

SHINee Merilis Teaser PV “Dazzling Girl”

Setelah merilis foto teaser dan preview sebelumnya, SHINee kembali dengan teaser yang paling menarik namun untuk single baru mereka di Jepang,“Dazzling Girl“!

“Dazzling Girl“! digambarkan sebagai nomor elektro-pop dengan beat dan melodi menyegarkan. Ini merupakan awal dari sebuah asmara dengan seorang wanita yang mempesona dan intensitas emosional yang terasa saat jatuh cinta.

Single ini mencakup dua lagu, “Dazzling Girl“! dan “Run with Me”, dan akan datang dalam tiga versi: ‘ ‘First Limited Edition A’, ‘First Limited Edition B’, dan ‘Normal Edition’. “Dazzling Girl” dijadwalkan akan dirilis pada 10 Oktober.

Teaser PV baru dirilis menunjukkan transformasi baru anggota dan memberikan cuplikan beberapa koreografi.

Source: allkpop/IniSajaMo
Reshare : Ly.bum^

Orange Caramel Rilis album ‘Lipstick’ + MV

Subunit After School Orange Caramel mengadakan comeback dengan “Lipstik” album penuh mereka dengan judul yang sama.

Source :allkpop
Cre : IniSajaMo
Reshare : Ly.bum^

BTOB Merilis MV “Wow” + mini album ‘Press Play’

Cre : IniSajaMo
Reshare : Ly.bum^

Shocking Valentine’s Day

Title : Shocking Valentine’s Day

Author : HyeWon/Hyebin

Akun FB : Reika Sonoda (Shin Hye Bin)

Genre : AU!, Romance

Rating : PG 16+

Length : Oneshoot

Words : 3.693

Cast : Choi Siwon
Shin Hye Bin

Support Cast : Yunho (U-Know)
Tiffany

Disclaimer : FF ini original hasil ramuan (?) dari otak gaje saya, Choi Siwon milik saya *plakk dan support cast silahkan untuk readers ^^

Credit picture : Made by author ^^

Note : FF Project kedua saya setelah project umin birthday bulan januari lalu. Segala kegajean ada dalam FF saya. Hati-hati bisa menyebabkan rasa mual, oleh karena itu silahkan kosongkan dulu perut anda sebelum membaca FF gaje saya yang satu ini kekekeke~

“I’ll be yours as long as you’ll be mine” – HyeWon Couple

Author POV

“Aku tidak mau!! Lepaskan aku!” jerit seorang yeoja dengan poni rata sambil berusaha melepaskan jeratan tangan seorang namja di depannya.
“Dengarkan aku! Aku bisa menjelaskan semuanya.” Balas namja itu frustasi.
Namja bertubuh tegap itu berusaha menarik tubuh yeoja yang kini menatapnya dengan tatapan penuh benci. Dia benar-benar menyesal dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Jika dia tidak sebodoh itu, hal ini pasti tidak akan terjadi. Namun apa boleh buat, bukankah ini bagian dari pekerjaannya? Namja itu terus merutuk dalam hati.
“Kurasa kita sampai disini saja. Aku sudah lelah selalu bersabar untukmu.” Sahut yeoja itu tiba-tiba dan sukses membuat namja di depannya menegang.
“Mwo?”
“Dan jika Yunho oppa mencariku, katakan aku berhenti.” Tambah yeoja itu dingin lalu menghempaskan cengkraman tangan sang namja yang mulai melemah.
Dengan sigap yeoja itu berlari dan memanggil taxi, dia bahkan tidak menghiraukan lagi panggilan namja yang kini sedang menatap punggungnya itu dengan tatapan tak percaya. Beberapa kali namja itu menggeleng pelan, berusaha meyakinkan bahwa yang didengarnya adalah suatu kebohongan. Namun percuma, yeoja itu tak kembali dan membuat sang namja harus menerima kenyataan yang menyayat hatinya itu.
“Shin Hye Bin.. apa kau benar-benar tidak percaya padaku lagi?” sahut namja itu dengan lirih.
**********
STAR’s Coffee Shop, Myeondong

February 14, 2012

Siwon POV
Haahh.. aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi, semua yang kulakukan hari ini selalu berakhir dengan kegagalan. Aku bahkan tidak bisa membuat cappuccino dengan benar, dan tidak jarang itu semua membuat pelangganku menggerutu kesal. Hari ini pelanggan di Coffee Shop milik Yunho hyung cukup ramai dan membuatku sedikit kewalahan. Bagaimana tidak? Aku harus melayani mereka hanya seorang diri. Biasanya Hye Bin membantuku walau keahliannya bukan membuat kopi, tapi bantuannya cukup berpengaruh. Sudah hampir setahun ini aku bekerja di Coffee Shop milik Yunho hyung, ya.. kau benar! Aku adalah seorang barista, kemampuanku cukup diakui dan banyak pelanggan yang selalu memujiku. Sedangkan Hye Bin, dia masuk satu hari setelah aku. Dia adik tiri Yunho hyung dan mereka tinggal bersama dalam satu apartement. Setahuku.. mereka hanya tinggal berdua karena appa Hye Bin dan umma Yunho hyung mengalami kecelakaan saat melakukan penerbangan menuju Amerika. Jika aku seorang barista, maka Hye Bin adalah seorang pembuat cake yang handal. Namun sepertinya itu hanya berlangsung hingga kemarin. Yah kau tahu sendiri kan? Hye Bin mengundurkan diri karena aku. Ini semua gara-gara yeoja sialan itu, yeoja yang dengan santainya memeluk dan mencium pipiku di depan yeojachinguku sendiri. Aku sendiri bahkan tidak mengenal siapa yeoja itu, dan sialnya.. Hye Bin salah paham karena hal itu. Haahhh… entah sudah berapa kali aku menghela nafasku. Sampai akhirnya kurasakan ada sosok yeoja yang berdiri disampingku. Aku menoleh ke arahnya dengan malas, sosok itu tersenyum. Senyuman yang selalu ingin kumiliki. Tanpa sadar aku terus menatapnya tanpa berkedip, rasanya seperti mimpi bisa melihat senyumnya lagi setelah kejadian kemarin sore.
“Ya!! Siwon-ie.. kenapa kau malah bengong? Pelangganmu sudah menunggu dari tadi tahu!” sahut sosok itu mengagetkanku.
‘Eh? Kenapa seperti ini? Bukankah yang tadi berdiri disampingku itu adalah Hye Bin? Kenapa menjadi Yunho hyung???’
“Hyung? Kenapa bisa jadi hyung? Hye Bin mana?” sahutku sambil mengedarkan pandanganku. Aku yakin sekali tadi aku melihatnya.
“Aish kau ini! Pantas saja tadi kau menatapku dengan pandangan menjijikan seperti tadi. Pasti kau sedang berhalusinasi dan menganggapku sebagai dongsaengku yang satu itu.” balas Yunho hyung sambil berdecak.
“Eh? Jinjja?” sahutku kemudian.
“Emm.. sudahlah. Cepat buatkan pesanan para pelanggan, kalau kelamaan nanti mereka mengajukan complain..” sahut Yunho hyung sambil menepuk bahuku lalu bergerak menuju dapur.
Aish!! Payah.. kenapa aku bisa mengira ada Hye Bin disini? Jelas-jelas kemarin bilang dia berhenti dari pekerjaannya. Babo!!
**********

Blue Hills Apartement, 3th Floor

Hye Bin POV

Aku menggeliat malas di atas kasurku, hari ini aku sengaja tidak datang ke Coffee Shop. Sebenarnya aku sama sekali tidak ada niat untuk berhenti. Mana mungkin aku bisa meninggalkan tempat itu? bukankah disana ada Siwon yang sangat kucintai? Hahaha ^^
“Hye Bin-ah..”
“Ne?”
“Apa kau tidak takut Siwon benar-benar menganggap perkataanmu benar dan dia memutuskan untuk tidak mengharapkanmu lagi?” sahut Tiffany.
Tiffany adalah sahabatku sejak kecil, kami sangat dekat bahkan seperti saudara. Namun Tiffany pindah ke London saat berumur 16 tahun, dan dia baru pulang ke Korea tiga hari yang lalu.
“Emm.. aniya. Aku percaya padanya.” Sahutku singkat lalu mengubah posisiku jadi menghadap ke arahnya.
“Aish kau ini! Percaya diri sekali… namja itu kan..”
“Gwaenchana Fany-ah.” Sahutku sambil tersenyum.
“Ngomong-ngomong gomawo buat bantuannya kemarin hehehe.”
“Tak masalah.. aku tak keberatan kalau harus mencium dan memeluk namja setampan namjachingumu.” Sahutnya sambil tertawa jahil.
“Mwo? Ya!!” seruku sambil melemparkan bantalku ke arah mukanya. Awas saja kalau dia benar-benar menyukai namjaku. Aish..
“Ya!! Ya!! Berhenti! Aku hanya becanda! Aku juga sudah punya namjachingu!” jeritnya saat aku terus melemparinya dengan bantal dan bonekaku.
“Mwo?? Jinjja? Nugu?” sahutku sambil menghentikan aksiku melemparinya.
“Ahahaha.. kau sangat mengenalnya ko. Nanti kuceritakan!” Balas Tiffany sambil berlari dari ruang kamarku.
“Ya!! Jamkanman!!”
Drrrttt… Drrtttt….
Aku terkesiap dan menghentikan aksiku untuk mengejar yeoja bernama Tiffany yang sudah menghilang dibalik pintu kamarku itu. Aku meraih ponsel yang berada di dalam saku celanaku. Ada satu pesan masuk, dari Yunho oppa..
From: Sijelek Yunho

Ya!! Apa yang kau rencanakan? Cepat kembali kesini! Kau tidak tahu apa? Siwon terlihat sangat kacau sekarang.
Aku tersenyum membaca pesannya, ini berarti rencanaku berhasil. Hahaha.. kau yeoja yang jahat Shin Hye Bin, tapi tak apalah sekali-sekali aku mengerjainya. Jangan hanya dia yang bisa puas mengerjaiku.
“Fany-ah.. rencanaku berhasil.” Seruku sambil berlari menuju ruang tengah dan menghampiri Tiffany.
**********

STAR’s Coffee Shop, Myeondong

03.35 pm

Author POV
Siwon terlihat sedang asyik dengan pikirannya sendiri disalah satu meja. Sesekali dia menyesap cappuccino yang dibuatnya sendiri. Dan tak jarang dia menundukkan kepalanya lesu. Dia terduduk lesu padahal Coffee Shop sedang sangat ramai. Wajar saja karena pada hari Valentine, Coffee Shopbanyak dikunjungi oleh pasangan-pasangan yang menghabiskan waktu mereka untuk bersantai atau sejenak melupakan kepenatan aktivitas mereka. Sedangkan Siwon, disuruh Yunho untuk beristirahat karena pekerjaannya selalu berakhir dengan kesalahan dan itu cukup membuatnya frustasi.
“Siwon-ie?”
“Ne?”
“Sebenarnya ada apa denganmu dan Hye Bin? Apa kalian bertengkar?” sahut Yunho yang entah sejak kapan sudah duduk dihadapan Siwon.
“Yah.. sedikit salah paham hyung.” Jawab Siwon lemas.
“Sepertinya kau tidak bersemangat. Padahal tadinya besok aku akan menitipkan Coffee Shop ini padamu.”
“Wae?”
Yunho tersenyum lalu kemudian menjawab. “Aku ada kencan.”
Siwon terlihat kaget namun sejurus kemudian wajahnya menunjukkan ekspresi sedih. “Jinjja? Mianhae hyung. Kurasa lebih baik jika ditutup saja, atau kau berikan tanggung jawab itu pada pegawai lain. Aku tidak yakin akan bekerja dengan baik. Jadi daripada terjadi kekacauan..”
“Arraseo.. sepertinya lebih baik aku menutupnya. Aku hanya mempercayaimu, kalau pegawai lain rasanya aku tidak yakin.”
“Ne..”
“Ahh.. apa kau tidak mencoba menghubunginya? Menghubungi Hye Bin maksudku.” Sahut Yunho saat matanya menangkap sosok dua orang yeoja yang sangat dikenalnya.
“Aniya.. aku yakin dia tidak akan menjawab panggilanku.”
“Ahh.. joha. Kalau kau ingin ijin pulang boleh saja. Aku harus kembali, sepertinya ada yang sedang mencariku.” Jawab Yunho lalu bangkit dari kursinya dan kembali meninggalkan Siwon sendirian.
**********
Hye Bin POV
Aku melihat Yunho oppa sedang mengobrol bersama Siwon. Aku memberi isyarat agar Yunho oppa meninggalkan Siwon dan menghampiriku. Tiffany yang sedang bersamaku tersenyum saat Yunho bergerak menuju ke arah kami.
“Fany-ah? Kau datang?” sahut Yunho oppa lalu merangkul bahu Tiffany.
“Aish..” gumamku merasa risih melihat kedekatan mereka.
Aku benar-benar dongsaeng yang payah, aku sama sekali tidak tahu kalau oppaku sudah menjalin hubungan dengan sahabatku sendiri sejak lama. Aku salut pada mereka, padahal mereka mengalami hubungan jarak jauh. Tapi sepertinya mereka sangat saling mencintai. Seperti aku dengan Siwon kekeke~
“Oppa.. aku kesana dulu.” Sahutku sambil berjalan meninggalkan pasangan itu tanpa mempedulikan jawaban mereka.
Tadinya aku akan menemui Siwon nanti malam dan memberikan kejutan Valentine untuknya, tapi aku merasa kasihan juga kalau Siwon harus merasa bersalah selama itu. Aku berjalan menuju meja tempat Siwon berada sambil menenteng sebuah tas kecil.
Dengan perlahan aku duduk dihadapan Siwon yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya ke arah jalan. Kulihat banyak pasangan yang berjalan mesra melintas dihadapan kami. Bisa kurasakan pandangan Siwon benar-benar sedih saat menatap pemandangan di depannya itu. Tanpa sadar aku terkikik pelan melihat ekspresinya. Dan itu membuatnya kembali pada kesadarannya dan mengalihkan padangannya ke arahku. Dia menatapku dengan sorot mata yang sama sekali sulit kujabarkan artinya.
“Ya! Jangan menatapku dengan ekpresi seperti itu Choi Siwon-ssi.” Sahutku sambil tersenyum dan memberikan sedikit penekanan pada akhir kalimatku.
Kulihat Siwon terbelalak kaget. Apa ada yang salah dengan ucapanku?
“Kau kenapa?” sahutku sambil mengipas-ngipaskan tangan di depan mukanya. Sejurus kemudian Siwon menangkap tanganku dan membuatku menghentikan aksiku.
“Wae?” sahutku lagi.
Bukannya menjawab dia malah mencubit pipiku dan sukses membuatku meringis kesakitan, ada apa dengan namja ini sebenarnya?
“Ya!! Kau ini kenapa sih? Kau tidak senang aku datang kesini?” sahutku sambil mengelus pipiku yang tadi dijadikan Siwon objek cubitannya.
Dia menggeleng cepat lalu kemudian tersenyum senang. “Aku hanya memastikan kalau kau ini nyata.” Sahutnya polos.
“Aish..” gumamku kemudian.
“Hye Bin-ah.. mianhae..” sahutnya tiba-tiba.
“Untuk apa?” sahutku sambil tersenyum.
“Eh? Bukankah kemarin kau..”
“Oh itu.. sebenarnya… akulah yang harus minta maaf padamu.”
“Ye?”
#FLASHBACK#
Masih Hye Bin POV

“Jebal Fany-ah.. bantu aku..” sahutku sambil mengatupkan kedua tanganku didepannya.
Tiffany memutar bola matanya dan menatapku dengan ekspresi tak percaya. Aku tahu permintaan ini sedikit gila, tapi aku hanya ingin memberikan kejutan untuk namjachinguku.
“Ya! Shin Hye Bin! Aku tidak mengerti jalan pikiranmu itu, kenapa aku harus melakukan itu semua? Mana mungkin aku mau memeluk dan mencium namjamu? Apa kau sudah gila?” sahutnya kemudian.
“Hanya pipi ko.. ayolah.. jebal..” kali ini aku mengatakannya dengan manja dan membuat Tifanny semakin mengernyit tak mengerti.
“Aish kau ini.. arraseo. Tapi jangan salahkan aku jika terjadi hal diluar rencanamu itu.” sahutnya pasrah.
“Kalau itu kau tenang saja Fany-ah. Aku akan menemui Siwon dulu sekarang, kau tunggu didepan pintu masuk arra?” sahutku kemudian.
Kulihat Tiffany mengangguk dan tersenyum. Aku berlari dan kembali ke dalam Coffee Shop, kulihat Siwon sedang asyik melayani pesanan para pelanggan. Aku bergerak mendekatinya dan membantunya sebisaku.
“Kau dari mana saja eoh?”
“Ehehe.. tadi ada temanku lewat saat aku buang sampah. Jadi aku keasyikan mengobrol dengannya.” Sahutku jujur. Aku memang tidak sengaja bertemu Tiffany dan tiba-tiba terbersit ide gila itu.
“Kau ini.. tapi apa hari ini kau tidak membuat cake?”
“Aniya.. aku sedang malas. Aku membantumu saja ya?” sahutku sambil bergelayut manja dilengannya. Dia menatapku tak percaya lalu tersenyum.
“Arraseo.. tolong didihkan kopi lagi ya.” Sahutnya kemudian.
Aku mengangguk dan berjalan menuju boiler, kulihat Tiffany sudah stand by di depan pintu. Bagus.. saatnya memulai pertunjukkan.
“Siwon..” sahutku kemudian.
“Ada apa?” sahutnya lalu berbalik ke arahku dan mulai menghampiriku.
“Sepertinya aku menghilangkan gelang yang kau berikan untukku. Bisa tolong kau bantu mencarikannya? Sepertinya jatuh disekitar pembuangan tempat sampah tadi. Tapi.. jalan belakang terkunci, jadi kau lewat depan saja. Aku juga tadi lewat sana.” Sahutku memelas.
“Jinjja? Joha.. aku akan membantumu mencarinya mumpung sekarang tidak ada pelanggan.” Jawabnya sambil mengacak rambutku pelan.
“Gomawo..”
“Ne.”
Siwon mulai berjalan meninggalkanku dan menuju pintu depan, aku memberi isyarat kepada Tiffany agar memulai aksinya. Saat Siwon bergerak mendekatinya Tiffany pura-pura tergelincir dan hampir jatuh sehingga Siwon refleks menopang tubuhnya. Tiffany terlihat sedikit meringis.. aish.. bagus juga aktingnya itu. Perlahan aku menghampiri mereka yang sedang setengah berpelukan.
“Ahgassi? Gwaenchanayo?” sahut Siwon sambil berusaha membantu Tiffany berdiri.
Chu~
Kulihat Tiffany mencium Siwon, sedangkan Siwon terlonjak kaget. “Gomawo..” sahut Tiffany sambil tersenyum lalu berusaha berjalan dengan kaki terpincang.
Aku mulai mendekati tempat Siwon yang masih mematung dengan perbuatan Tiffany, sepertinya dia benar-benar kaget.
“Siwon.. ap.. apa yang kau lakukan huh?” sahutku kemudian.
Dia mengalihkan pandangannya ke arahku dan terlonjak lebih kaget dari sebelumnya. “Itu.. aku tidak tahu. Tiba-tiba saja dia menciumku, aku sama sekali tidak mengenalnya.” Sahutnya gugup.
“Kau pikir itu masuk akal? Mana mungkin dia berani menciummu kalau dia tidak mengenalmu?” sahutku dengan nada dingin.
Tanpa mempedulikan jawabannya aku berlari meninggalkan Siwon yang mulai mengejar dan meneriakkan namaku.
#FLASHBACK END#
“Yah begitulah ceritanya.. Mianhae ^^” sahutku sambil tersenyum.
“Mwo? Jadi kemarin itu ulahmu??”
**********
Siwon POV
“Mwo? Jadi kemarin itu ulahmu?” sahutku tak percaya.
Aku benar-benar tak habis pikir, kenapa Hye Bin melakukan itu padaku? Apa dia tidak tahu bahwa kejadian itu benar-benar sudah membuatku merasa hampir gila?
“Kau ini!! Kau tidak tahu apa? aku sampai bingung setengah mati gara-gara perbuatanmu itu?” sahutku dengan nada sedikit tinggi. Yah.. aku hanya ingin membalasnya sedikit.
“Apa kau marah Siwon-ah?” sahutnya takut-takut.
“Apa masuk akal kalau aku tidak marah? Tentu saja aku sangat marah!!” jawabku masih dengan nada sedikit tinggi.
Sebenarnya aku tidak benar-benar marah, mana mungkin aku marah padanya. Aku justru bersyukur kejadian kemarin adalah rekayasanya. Sebenarnya aku sedikit curiga juga sih dengan yeoja itu. Kenapa dia bisa berani menciumku?
“Mianhae..” gumamnya lirih. Sepertinya dia masuk kedalam perangkapku.
“Kau harus menebus kesalahanmu itu.. aku tidak akan membiarkanmu tenang-tenang saja setelah mengerjaiku seperti itu.” sahutku sambil tersenyum evil ke arahnya.
“Mwo? Mworagoyo??”
“Kajja!!” sahutku sambil bangkit dan menarik tangannya.
“Eo.. Eodiga? Bukankah kau sedang bekerja?” tanyanya bingung dan menahan tanganku.
“Aniya.. Yunho hyung memberiku ijin pulang karena pekerjaanku tidak ada yang benar dari tadi pagi. Dan itu berkat seseorang kurasa..”
Kulihat Hye Bin menggigit bibirnya.. dan itu membuatku tersenyum puas. Aku akan membalasmu Shin Hye Bin kekekeke~
**********
Author POV
Siwon menarik tangan Hye Bin dengan kasar menuju mobilnya yang terparkir di basement dekatCoffee Shop milik Yunho itu. Hye Bin hanya mengikutinya tanpa melawan sedikitpun, dia mengekor Siwon dari belakang.
“Masuklah..” sahut Siwon dingin dan membuat Hye Bin sedikit bergidik ngeri.
“Eodiga Siwon-ah?”
“Kau akan mengetahuinya nanti.” Jawab Siwon sambil duduk di depan kemudi mobil.
Siwon mulai menjalankan mobilnya setelah memastikan Hye Bin duduk di tempatnya dengan aman. Di sepanjang perjalanan keduanya sama-sama diam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai salah satu diantara mereka memcah keheningan dengan menyalakan musik. Yah.. dia itu Siwon. Hye Bin menatapnya tak mengerti. Dia tahu suasananya terlalu canggung untuk memulai percakapan, lagipula dia tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Menyesal? Sepertinya itulah yang berkecamuk di dalam hatinya saat ini.
“Kita sampai.. turunlah!” sahut Siwon membuyarkan lamunan Hye Bin.
Hye Bin mengedarkan pandangannya dan mengernyit heran saat menyadari tempat yang dituju Siwon adalah apartementnya. Siwon mulai keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Hye Bin yang masih tidak mengerti.
“Kenapa kesini? Bukankah ini basement apartementku?” sahut Hye Bin bingung.
“Ne, kau akan menebus kesalahanmu di apartementmu nanti.” Sahut Siwon sambil tersenyum nakal.
“Ap.. apa maksudmu??” tanya Hye Bin curiga.
Bukannya menjawab pertanyaan Hye Bin, Siwon malah kembali menarik lengan Hye Bin menuju lift. Sementara Hye Bin asyik dengan pikirannya dan menerka-nerka apa yang akan namjachingunya itu lakukan terhadapnya.
Ting..
Pintu lift terbuka, dan merekapun masuk ke dalamnya. Siwon menekan angka tiga dan pintu liftpun mulai tertutup lagi. Siwon merangkul bahu Hye Bin dan membuatnya sukses beralih menatap namja disebelahnya itu.
“Siwon? Eng..” sahut Hye Bin keheranan.
Ting..
“Kajja.. kita sudah sampai.” Sahut Siwon lalu menggandeng tangan Hye Bin menuju apartementnya.
Hye Bin mulai gugup, pikirannya melayang tak karuan. Hingga akhirnya dia menghentikan langkahnya dan membuat Siwon ikut berhenti dan berbalik menghadap ke arahnya.
“Mianhae.. aku belum siap. Jangan lakukan ini Siwon-ah.” Gumam Hye Bin sambil menunduk.
PLETAKKKK
“Ya! Kenapa kau memukul kepalaku?” sahut Hye Bin sambil mengelus pucuk kepalanya yang terasa ngilu.
“Salah sendiri kenapa sampai berpikiran yang tidak-tidak. Aku melakukannya untuk menjernihkan otakmu itu.”
“Maksudmu?”
“Aish.. aku mengajakmu kemari hanya ingin memintamu membuatkan coklat Valentine untukku. Aku tidak mungkin mengajakmu melakukan hal yang tidak-tidak.” Sahut Siwon kemudian dan sukses membuat Hye Bin tertunduk malu.
Tanpa pikir panjang Hye Bin berlari menuju pintu apartementnya dan mulai masuk ke dalamnya. Dia merasa benar-benar malu, betapa bodohnya dia sampai berpikiran yang tidak-tidak. Siwon hanya terkekeh pelan dan mengikuti Hye Bin masuk ke dalam apartementnya itu.
**********
Blue Hills Apartement, 3th Floor

Hye Bin POV

Aish.. bodohnya! Kenapa aku sampai memiliki pikiran kotor seperti itu? aku benar-benar merasa malu saat ini. Siwon pasti sedang menertawakanku sekarang. Hyaaaa… eotteohkhae? Aku tidak sanggup menatap mukanya saat ini.
Setelah sampai di apartement aku langsung menuju dapur dan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat coklat. Sebenarnya aku sudah menyiapkan coklat Valentine untuknya, tapi karena sekarang aku tidak bisa berdekat-dekat dengannya, lebih baik aku membuatnya lagi. Untung tadi aku tidak sengaja meninggalkannya saat akan pergi ke Coffee Shop, jadi Siwon tidak tahu kalau aku sudah menyiapkan coklat untuknya.
Aku mulai menyalakan kompor dan memasukan beberapa coklat batangan ke dalam sebuah mangkuk yang kuletakkan di atas wajan berisi air. Aku melakukan ini untuk melelehkan coklatnya. Karena pikiranku kacau aku lupa mengiris coklatnya hingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuatnya meleleh dengan sempurna.
“Hye Bin-ah.. aku minta minum ya.” Sahut Siwon sambil membuka kulkas di sebelahku.
“Ahh.. ne. Ambil saja.” Sahutku gugup tanpa menatap wajah Siwon.
Aku kembali berkonsentrasi pada coklat yang kulelehkan, sepertinya sudah meleleh dengan sempurna. Aku mengangkatnya dengan hati-hati lalu menuangkannya pada cetakan yang berbentuk hati.
“Eh? Apa ini??” sahut Siwon kemudian.
Aku menoleh ke arahnya dan mendapati Siwon sedang memegang coklat yang sudah kusiapkan untuk Siwon sebelumnya. Aku mendadak tidak tahu harus berkata apa hingga akhirnya aku berkata. “Eng.. itu sepertinya punya Yunho oppa.” jawabku sambil memasukkan coklat buatanku barusan ke dalamfreezer.

“Mwo? Jinjja? Lalu kenapa ada namaku diatasnya?” sahut Siwon sambil menyeringai.
“Eh.. itu.. aku..”
“Kau sudah menyiapkan untukku sebelumnya kan?” sahut Siwon sambil mendekat ke arahku. Dia masih tetap memegang bungkusan coklat yang berbentuk kotak itu.
Aku menggigit bibirku, sepertinya aku tidak bisa berbohong lagi. “Ne.. itu milikku. Dan tadinya memang akan kuberikan untukmu. Tapi sekarang tidak jadi karena aku sudah membuat yang baru. Jadi letakkan itu kembali ke tempatnya.” Sahutku kemudian.
“Aish.. Shireo.. kalau yang baru kau buat aku perlu waktu lama untuk bisa memakannya. Lebih baik yang ini saja. Lagipula aku bosan sendirian di ruang tengah. Kajja.” Sahutnya lalu menarik tanganku.
Aku mengikutinya dan duduk di sebelah Siwon yang sedang asyik menatap coklat buatanku. Apa dia sesenang itu mendapatkan coklat? Aku tidak mengerti jalan pikiran namja.
“Gomawo..” sahutnya lalu kemudian menatapku.
“Ne?? tidak perlu berterima kasih.” Sahutku sambil meraih remote tv yang ada di atas meja di depanku.
Aku menekan remote tv itu dan menyalakan tv plat yang bertengger apik di depan kami berdua, sedangkan Siwon asyik memakan coklatnya. Tidak ada yang seru hingga akhirnya aku berhenti padachannel SBS, sepertinya menonton drama lebih baik daripada menonton Siwon yang asyik dengan coklatnya.
“Ya!! Kau tidak mau membaginya denganku?” sahutku kemudian.
“Shireo!! Ini kan untukku.. kalau kau mau kau buat lagi saja.”
“Aish.. tidak usah! Aku sudah sering makan coklat seperti itu. Aku ke kamar mandi dulu.” Sahutku sambil bangkit dari tempat dudukku dan meninggalkannya.
**********
Siwon POV
Yeoja itu.. dasar! Padahal sudah menyiapkan coklat untukku. Tapi malah membuatnya lagi saat aku memintanya. Padahal kurasa itu tidak perlu. Hahaha..
“Ya!! Kau tidak mau membaginya denganku?” sahutnya kemudian.
“Shireo!! Ini kan untukku.. kalau kau mau kau buat lagi saja.”
“Aish.. tidak usah! Aku sudah sering makan coklat seperti itu. Aku ke kamar mandi dulu.” Sahutnya sambil bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkanku.
Aku tersenyum menanggapi ucapannya lalu mengalihkan pandanganku ke arah televisi. Oh.. jadi dari tadi dia menonton drama ini? Pemainnya tidak lebih tampan dariku, tapi yeojanya lumayan juga.
“Apa yang kau lakukan tengah malam begini? Kau pikir aman untukmu diam disini seperti ini? Jangan terlalu tenang hanya karena kau memiliki sabuk hitam.” Sahut namja dalam drama itu. (Ceritanya Siwon lagi nonton drama City Hunter episode 9 kekekek~ mian kalo percakapannya aga berbeda ^^)
“Ne? aku hanya tidak bisa tidur dan mencoba menghirup udara segar.”
“Lagipula ada apa denganmu? Aku sangat mengkhawatirkanmu.. kenapa kau tdiak mengabariku dan tidak mengangkat panggilanku?”

“Aku sibuk..” jawab namja itu kemudian.

“Aish..” gumam yeoja itu lalu kemudian namja itu bergerak mendekatinya dan kemudian mencium yeoja itu dengan lembut.
Aku menatap adegan itu tanpa berkedip, sampai akhirnya Hye Bin memindahkan channel itu di bagian yang paling seru.
“Sejak kapan kau disini? Dan kenapa kau memindahkan channelnya? Aku sedang menontonnya..” sahutku sambil menatapnya.
“Aku bosan dengan drama itu, aku sudah menontonnya beberapa kali.” Jawabnya tanpa menatapku.
“Tapi aku kan belum pernah. Cepat kembalikan remotenya..” sahutku sambil berusaha merebut remote tv dari tangannya.
Hye Bin berdiri dan mengangkat remotenya tinggi-tinggi dan berusaha membuat gerakan agar aku tidak bisa menjangkaunya. Aish.. yeoja menyebalkan. Dengan sedikit kerja keras aku berhasil menyentuh remote itu dan menariknya keras-keras dari tangan Hye Bin hingga membuat Hye Bin ikut tertarik dan limbung di atas tubuhku dan terhempas secara bersamaan di atas sofa. Sejurus kemudian aku merasakan detak jantungku mengacau saat mendapati wajahnya sangat dekat dengan wajahku hingga aku bisa merasakan nafasnya membelai wajahku.
“Hye.. Hye Bin..” sahutku sambil melingkarkan tanganku di tubuhnya hingga membuatnya tidak bisa bergerak.
“Siwon.. ap.. apa yang kau lakukan?” sahutnya gugup.
Aku menatap matanya intens dan tidak mengindahkan pertanyaannya. Sepertinya aku mulai terbawa suasana dan mulai mendekatkan wajahku ke arahnya hingga akhirnya bibirku sukses menyentuh bibirnya yang lembut. Aku mulai melumatnya dengan lembut, tanganku masih saja mengunci gerakan tubuhnya. Perlahan dia mulai membalas ciumanku dan kami bertahan pada posisi ini hingga…
“Omo! sepertinya aku pulang disaat yang salah.” Sahut sebuah suara yang kukenal hingga akhirnya aku melepaskan ciumanku dengan Hye Bin.
“Hyung..” sahutku kaget bercampur malu.
“Gwaenchana.. teruskan saja. Aku tidak akan mengganggumu.” Sahut Yunho hyung sambil bergerak menuju kamarnya. Aku bisa mendengarnya sedang tertawa saat ini.
“Aa.. aku mau minum dulu.” Sahut Hye Bin hendak pergi meninggalkanku, namun dengan sigap tanganku mencegahnya.
“Wae?”
“Bukankah Yunho hyung menyuruh kita meneruskannya? Bagaimana kalau ke tahap selanjutnya?” sahutku menggodanya.
“Mwo??”
“Emm.. ngomong-ngomong yang mana kamarmu?” sahutku kembali menggodanya.
“Mwo?? Ya!!! Otak yadong!!” jeritnya sambil menimpukku dengan bantal sofa yang berada didekatnya.
“Aish appo!!” sahutku sambil menarik tangannya dan membuatnya kembali mendekat ke arahku.
“Aku hanya bercanda..” bisikku lalu kemudian aku mulai mendekatkan wajahku lagi dan mulai menciumnya kembali.
—THE END—
Annyeong readers ^^
Tadinya FF ini ga bakalan author post lewat akun pribadi,, tapi karena author sayang readers.. jadinya author post deh hehehehe ^^
Eotte?? baguskah? jelekkah?? tentukan dengan komen kalian ya readers.
Pokonya yang sengaja baca atau tidak,, kena tag atau tidak..GIVE YOUR WORDS GUYS ^^
Cre : HyeWon~
Reshare : Ly.bum^

ETERNAL RAIN

Title : Eternal Rain (Oneshoot)
Cast : Shin Hye Bin
Choi Siwon
Cho Kyuhyun
Author : Hyewon
Length : Oneshoot
Genre : Sad, romance
OST : So Good Bye – Jonghyun (OST. City Hunter)

Ketika cinta tak kau miliki lagi..
Apa yang akan kau lakukan?
Ketika dunia tak berpihak padamu..
Apa yang kau pikirkan?
Apa kau akan melepas semuanya?
Apa kau akan menyerah dan memberikan jiwamu pada cinta?
Hye Bin P.O.V
Aku duduk bersandar pada sebuah pohon besar sambil mendengarkan sebuah alunan lagu yang mengalun lembut di telingaku. Aku memejamkan mataku, berusaha untuk mengingat kembali kenangan pahit yang sudah terkubur dalam hatiku.
“Aku menyayangimu oppa. Sungguh!! Tapi kenapa kau lakukan ini padaku?”
Tanpa kusadari air mataku meleleh. “Kau tidak mengerti perasaanku oppa!” sahutku lirih.
Kenangan pahit itu kembali menusuk hatiku. “Aku membencimu Choi Siwon-ssi” teriakku kemudian.
#Flashback#
Hye Bin P.O.V
Aku berdandan secantik mungkin, aku tak mau terlihat jelek dihadapanmu oppa. Saat kulirik jam meja di kamarku, jarum jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang.
“Astaga! Aku terlambat!!” sahutku panik.
Dengan segera kuraih tas tanganku yang tergaletak di sudut tempat tidurku, aku berlari keluar dan dengan segera menyetop taxi. “Tolong ke Namsan Tower!”
Siwon P.O.V
Aku menunggu Hye Bin di Namsan Tower. Hye Bin adalah yeojachinguku. Aku sangat mencintainya, dia gadis periang dan sangat sempurna di mataku. Tapi, karena keputusan appaku untuk bekerja di LA, aku harus meninggalkannnya. Sungguh aku tak sanggup melakukannya, aku tak akan pernah sanggup untuk membuatnya terluka. Tapi aku bahkan tak punya pilihan lagi, aku akan segera pergi dari Seoul dan bahkan mungkin tak akan kembali lagi.
“Mianhae chagiya!” gumamku lirih.
Tiba-tiba seorang yeoja cantik menghampiriku “Oppa, mianhae aku terlambat” sahutnya dengan nafas tersengal.
Ahh, sungguh cantik!! Sampai aku tak mampu berkata-kata dan hanya menatapnya dengan kagum.
“Waeyo oppa? Kenapa menatapku seperti itu?” sahutnya masih dengan nafas tersengal.
“Ahh, gwaenchana.. Hye Bin-ya kau cantik sekali” sahutku jujur.
Dia tersipu malu dan berusaha menyembunyikan mukanya yang memerah.. Ahh manis sekali chagiyaku.
Hye Bin P.O.V
Aku tersipu, dia bilang aku cantik hehehe. “Oppa, apa hari ini kita akan ke Namsan Tower?” sahutku sambil menunjuk pada sebuah tower yang kini sudah berganti nama menjadi Seoul N Tower itu. Kulihat ekspresi Siwon oppa ragu-ragu, seperti ada sesuatu yang oppa sembunyikan dariku.
“Waeyo oppa?”
“Mwo? Anio.. kita pergi ke taman saja yaa! Kajja!!” sahutnya sambil meraih tanganku dan menuntunku pergi, aku hanya patuh dan mengekornya.
Ahh.. oppa kau tidak seperti biasanya, kenapa kau terlihat murung?
——————–
Kami berkencan seharian di taman itu. Mulai dari makan es krim sampai menjahili satu sama lain sudah kami lakukan. Tapi… aku tahu Siwon oppa tidak menikmatinya, jiwanya seperti berada di tempat lain. Sebenarnya apa yang mengganggu pikiranmu oppa?
Siwon P.O.V
Aku tahu Hye Bin menyadari sikapku saat ini, tapi dia tidak bertanya apapun. Apa aku tega mengatakan kata ‘putus’ pada yeoja sebaik dia? Kumohon Tuhan, apa aku harus melakukannya? Apa aku benar-benar harus mengatakannya?
“Oppa,, ini sudah malam kita pulang saja ya?” sahutnya lembut.
Aku tersenyum pilu,, aku akan mengatakannya. Aku harus mengatakannya.
“Hye Bin-ya,” sahutku datar.
Dia berbalik ke arahku dan terseyum lalu berkata, “Ne, oppa?”
Mulutku bergetar, aku benar-benar tak ingin menyakitinya. “Kita putus saja!” sahutku dengan seluruh kekuatan yang kukumpulkan dengan susah payah. Dia tak menjawabku, saat aku menatapnya.. ekspresinya sungguh membuat hatiku sakit. Dia terpaku dengan tatapan kosong, dan air mata mulai membasahi pipinya. Mianhae chagiya!
Hye Bin P.O.V
‘Putus’ kata itu telah berhasil memaku tubuhku hingga tak mampu bergerak.
“Mwo? Wae oppa?” sahutku sekuat tenaga. Siwon oppa tak menatapku dia menjawab dengan nada yang sangat dingin, “Aku tak mencintaimu lagi,” sahutnya datar.
Tanpa sadar air mataku meleleh, “Mworago? Kojitmal!!” gumamku.
Dia berbalik ke arahku “Kita putus saja Hye Bin-ya,” sahutnya menegaskan, ucapannya begitu dingin dan menyakitkan, tapi sorot matanya menyiratkan kesedihan yang sama seperti yang kurasakan saat ini.
“Lalu apa maksud kencan hari ini oppa?” sahutku terisak.
Dia merengkuhku dan meneggelamkanku dalam pelukannya, lalu kemudian dia mencium keningku. “Mianhae..” sahutnya untuk terakhir kali lalu kemudian berlalu dan meniggalkanku yang berdiri mematung.
#Flashback end#
Masih Hye Bin P.O.V
Alunan lagu yang lembut masih tetap membuaiku. Aku masih merasa sakit ketika mengenang kenangan pahit itu. Rasanya seperti ada lubang besar yang menganga di dalam hatiku. Kosong dan kerap kali membuatku merasa sesak.
“Hye Bin-ya!!” sahut seseorang membuyarkan lamunanku. Seorang namja jangkung menghampiriku dan mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.
“Kyuhyun oppa? Kenapa kau bisa kesini?”
(Kyuhyun oppa adalah orang yang menyelamatkanku saat aku hampir putus asa ketika ditinggalkan oleh Siwon oppa.. Dia adalah teman Siwon oppa)
Dia tidak menjawabku dan hanya tersenyum menatapku. “Waeyo oppa? Apa ada yang aneh dengan mukaku?” aku meraih cermin yang selalu kubawa di dalam tasku, namun dia menghentikanku dan kemudian menggenggam tanganku dengan erat.
“Hye Bin-ya, ayo kita menikah!” sahutnya mantap.
Jederrr!! Rasanya hatiku seperti tersambar petir.. aku syok setengah mati. “Mwo..?? apa maksudmu oppa?” sahutku sekuat tenaga.
“Ayo kita menikah! Aku sudah mencintaimu sejak lama,” sahutnya sambil menarikku ke dalam pelukannya..
Aku masih terbengong-bengong,, rasanya tenggorokanku kering sekali.
Kyuhyun P.O.V
Akhirnya aku menyatakannya!! Bukankah ini sudah hampir tiga tahun dia berpisah dengan Siwon-ah? Seharusnya Hye Bin sudah melupakannya. Tapi…
“Mianhae!” gumamnya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukanku. Aku tetap memeluknya dan tidak mau melepaskannya.
“Mianhae oppa.. Jeongmal mianhae” sahutnya kemudian. Aku mengalah, akhirnya aku melepaskannya. Aku menatapnya, tapi dia menundukan wajahnya dan membuatku tak dapat melihat ekspresinya saat ini.
“Wae? Apa kau masih mencintai Siwon-ah?” sahutku lirih. Dia tetap dalam kebisuan,, tapi meski begitu aku sudah tahu jawabannya dengan caranya diam seperti ini.
“Oppa…” sahutnya kemudian.
“Hye Bin-ya, apa aku tak akan pernah bisa menggantikan posisi Siwon-ah di hatimu?” kataku dengan suara yang sedikit bergetar. “Bukankah ini sudah hampir tiga tahun? Apa aku masih tidak bisa?”
Hye Bin P.O.V
Aku benar-benar kalut saat ini, kenapa Kyuhyun oppa tiba-tiba seperti ini?
“Apa tidak bisa?” sahutnya sambil mengguncang pelan bahuku, membuatku kembali pada kesadaranku.
“Oppa… aku menyayangimu. Tapi bagiku kau tak lebih dari seorang kakak yang selalu menjagaku,” sahutku kemudian.
Aku tahu kata-kata itu akan menyakitinya, tapi aku tak ingin membuatnya lebih terluka jika aku membohonginya. “Mwo?” sahutnya dengan nada rendah. Aku melihat kesedihan yang terpancar dalam sorot matanya. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana sebenarnya.
“Hye bin-ya, beri aku kesempatan. Joa.. kita tidak usah pikirkan masalah pernikahan yang ku ungkit tadi. Aku tahu itu terlalu terburu-buru. Tapi berilah aku kesempatan untuk untuk menjadi namjamu!”
Aku bingung setengah mati, tapi aku tak tega untuk menolaknya lagi. Kyuhyun oppa sudah menjaga dan selalu menghiburku selama tiga tahun terakhir ini, jika bukan karena oppa mungkin aku sudah lama mati.. Aku sangat keterlaluan jika sampai tetap menolaknya seperti ini. Setelah berpikir keras akhirnya aku memutuskan…
“Joa.. aku bersedia oppa! Aku mau menjadi yeojachingumu,” sahutku sambil tersenyum, aku tidak tahu apa pilihanku ini benar atau tidak.
“Jinjja? Jinjjayo?” sahut oppa seperti tak percaya, senyumnya mengembang.
“Ne, oppa!” sahutku menegaskan.
Author P.O.V
Akhirnya Hye Bin bersedia pacaran dengan Kyuhyun.. Mereka menjadi pasangan yang serasi, mereka tak pernah bertengkar dan Kyuhyun selalu menjaganya. Sudah lebih dari empat bulan mereka menjadi pasangan yang bahagia, namun semua berjalan lancar sepaerti yang mereka kira. Hujan berkepanjangan akan menguji kisah cinta mereka..
——————–

6 bulan kemudian in Los Angeles
Siwon P.O.V
Aku merebahkan tubuhku yang terasa lemas pada sofa yang berada di kamarku. Pikiranku tak karuan, dalam benakku hanya penuh dengan bayangan dan kenanganku saat bersama Hye Bin.
“Neomu bogoshippo, Hye bin-ya!” gumamku.
“Apa kau juga selalu memikirkanku disana Hye Bin-ya? Aku sungguh tak sanggup hidup tanpamu. Kau seperti udara bagiku, saat kau tak ada bernafaspun rasanya seperti beban bagiku. Aku bisa bertahan sampai saat inipun sudah seperti keajaiban bagiku.”
Walau sudah lebih dari tiga tahun, bayangan perpisahan itu masih segar dalam ingatanku. Aku menyesal harus meninggalkanmu seperti itu.
“Aarrrgggghhhhhh…..!!” teriakku geram sambil mengacak-ngacak rambutku. Aku seperti tersesat dalam kegelapan saat aku harus meninggalkanmu.
“Mianhae.. saranghaeyo Shin Hye Bin.”
Tapi.. semua akan berakhir,, senyummu yang indah akan ku kembalikan seperti semula. AKU AKAN KEMBALI.
In Seoul
Hye Bin P.O.V
Aku diam termenung di beranda kamarku, matahari mulai bersembunyi di balik gedung-gedung tinggi yang berjajar di depan mataku.
Saranghandago malhakka
Maeil neoman baraboneun nae mameul alkka
Naegen neo hanaman isseojumyeon
Amugeotdo nan ije wonhaji anha
Nae gyeoteman iseeojullae
(Soyu ‘Sistar’ – Saying I love You)
Aku tersadar, hp-ku tengah berdering aku bergegas dan meraihnya dari meja riasku. “Yeoboseyo?”
“Annyeong haseyo Hye Bin-ya,” sahut seseorang di seberang teleponku. Aku seperti tersetrum, aku kenal jelas siapa pemilik suara itu. Aku bahkan lebih dari mengenalnya.
“Si…won.. oppa…??” sahutku dengan terbata, tenggorokanku terasa kering. Kudengar dia tertawa kecil.
“Ne, neomu bogoshippo Hye Bin-ya.. bagaimana kabarmu?” sahutnya kemudian.
“Aku baik-baik saja.. bagaimana denganmu oppa?”
“Anio.. aku tidak baik-baik saja ketika harus berpisah denganmu. Kau tahu hidupku seperti di dalam mimpi selama ini. Tapi semuanya akan berakhir, aku akan kmbali ke Seoul beberapa minggu lagi. Aku tak sabar ingin bertemu lagi denganmu, bisakah kita bertemu saat aku kembali nanti?” sahutnya riang.
Jujur aku senang dia merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan tiga tahun terakhir ini, tapi kemudian kenangan pahit itu menyerangku, lalu bayangan wajah Kyuhyun oppa menggangguku.
“Hye bin-ya kau mendengarku?” sahutnya membuyarkan lamunanku.
“Mianhae oppa, aku tidak bisa,” sahutku sekuat tenaga. Aku juga sangat merindukanmu oppa.
“Wae? Apa kau membenciku sekarang? Apa karena masalah tiga tahun lalu itu? Aku ingin bertemu dan menjelaskannya Hye Bin-ya.”
“Anio.. aku tidak punya alasan untuk bertemu denganmu lagi oppa, dan aku juga tak perlu penjelasanmu oppa, aku sudah mengerti semuanya. Aku tahu kau juga meninggalkanku dengan terpaksa.”
Bohong!! Aku tahu aku sangat ingin bertemu denganmu,, petanyaanku padamu ada segudang. Tapi…
“Lalu kenapa? Jika kau sudah mengerti kenapa kau tak mau bertemu denganku?” sahutnya dengan nada tinggi.
“Aku sudah punya pacar, oppa” sahutku sambil menutup sambungan teleponku dengannya.
Aku menjatuhkan diriku dan hanya bisa menangis.. aku sangat merindukannya.. aku sangat ingin bertemu dengannya. Tapi jika bertemu aku tahu aku akan kembali goyah, aku sudah susah payah menata hatiku kembali. Dan jika sampai itu terjadi orang yang terluka adalah orang yang saat ini sangat mencintaiku, walau aku masih sulit menganggapnya sebagai kekasihku, mianhaeyo oppa..
Siwon P.O.V
“Hye Bin-ya jangan bercanda!! Kau bohong aku tahu itu!” aku masih saja berteriak walau aku tahu dia sudah memutus sambungan teleponnya denganku.
‘Aku sudah punya pacar, oppa’ kalimat itu benar-benar telah menyambar hatiku. Aku merosot dan terduduk lemas di lantai. KOJITMAL!!! Kau tak mungkin secepat itu melupakanku, kau bukan yeoja semacam itu.. tapi apa alasanmu berkata seperti itu SHIN HYE BIN?? Aku sungguh tak mengerti, aku tak akan percaya sampai aku melihatnya sendiri dengan kedua mataku.. kau hanya milikku dan begitupun diriku,, tanpamu aku tak akan bertahan hidup lagi. Kau adalah takdirku Shin Hye Bin dan itu tak akan berubah.
——————–
Beberapa minggu kemudian..
Kyuhyun P.O.V
Hari ini adalah tepat delapan bulan aku pacaran dengan Hye Bin, saat ini aku akan berkencan dengannya di tempat saat aku mengajaknya menikah dulu. Rasanya seperti baru kemarin aku menolongnya saat hampir tenggelam di laut, padahal sudah hampir empat tahun yang lalu. Aku tahu dia ingin bunuh diri saat Siwon-ah mencampakkannya, aku tahu dia tidak berharap aku menolongnya saat itu. Tapi aku tidak sanggup membiarkanmu mati Hye Bin.
“Ahh apa yang kupikirkan? Kenapa mengungkit masalah itu? Kenangan itu benar-benar membuatku merasa sedih… apa sedalam itu cintamu pada Siwon-ah? Hingga kau rela mati saat kau tak bersamanya lagi?” gumamku dalam hati.
Aku berhenti berjalan saat melihat yeoja cantik yang sedang berdiri dibawah pohon oak yang teduh.
“Hye Bin-ya!!” seruku. Dia menoleh dan tersenyum manis. Aku berlari menghampirinya.
“Apa kau lama menungguku? Mianhae aku terlambat,” sahutku sambil tersenyum.
“Anio.. aku juga baru sampai,” jawabnya lembut.
“Kau ingi pergi kencan kemana Hye Bin-ya?” tanyaku padanya.
Dia diam sesaat lalu mulai berkata, “Kita pergi ke taman hiburan ya oppa?” sahutnya kemudian.
“Mwo? Kenapa pergi kesana? Kau ini kekanakan sekali, kukira kau sudah mulai dewasa..” sahutku sambil tersenyum jahil.
“Oppa kau jahat sekali,” sahutnya sambil cemberut lalu menggembungkan pipinya. Dia manis sekali..
“Kajja!!” sahutku sambil mengelus rambutnya yang tergerai indah.
“Eodiga?” tanyanya bingung.
“Bukankah kau ingin ke taman hiburan? Kajja!!” sahutku sambil menuntun tangannya. Dia tersenyum lalu mengikutiku dengan senang.. Ahh sudah lama aku tidak melihat senyummu.. senyum manis yang sekarang kau perlihatkan hanya untukku bukan namja lain..
“Ahh, apa sih yang kupikirkan? Kenapa dari tadi pikiranku itu-itu saja? Baboya..” gumamku pelan.
“Ye, oppa? Apa barusan kau bertanya padaku? Mian aku tidak mendengarnya..”
“Ani…” sahutku spontan.
——————–
Hari ini kami bersenang-senang, tiap wahana yang ada di taman hiburan sepertinya kami sudah mencoba semuanya. Syukurlah Hye Bin, aku bisa membuatmu tersenyum lagi. Kau pasti tidak tahu kalau senyumanmu itu sangat berharga bagiku.
“Oppa, gomawo!” sahutnya sambil menghentikan langkahnya. Akupun ikut berhenti dan berbalik ke arahnya. “Untuk apa?” sahutku kemudian.
“Gomawoyo.. aku benar-benar senang hari ini. Kau membuatku merasa hidup kembali. Jeongmal gomawo,” sahutnya sambil tersenyum. Aku benar-benar bahagia dia mengucapkan kalimat itu.
“Chagiya.. boleh kan aku memanggilmu seperti itu sekarang?” jawabku dengan nada senang. Dia mengangguk dan tersenyum manis.
“Gomawo, chagiya. Ahh tidak terasa ini sudah malam, kita pulang saja yaa? Aku akan mengantarmu pulang.”
“Ne, oppa .”
In Hye Bin’s house
Siwon P.O.V
Kau dimana Hye Bin? Aku sudah menunggumu berjam-jam disini.. apa kau tidak tahu aku sudah kembali ke Seoul? Atau kau sudah tahu tapi sengaja menghindariku? Sebegitu bencinyakah kau saat ini padaku? Aku benar-benar sedih Hye Bin.
Aku terperanjat,, bayangan yeoja yang ada di depanku itu bukankah Hye Bin? Tapi siapa namja yang berjalan berdampingan dengannya?
‘Omona…’ sahutku dalam hati. Aku benar-benar tak percaya dengan apa yag kulihat saat ini. Yeoja itu menghentikan langkahnya, mungkin dia menyadari keberadaanku. Dia terlihat kaget dan terus menatapku dengan ekspresi yang membuatku sesak.
“O..pp…aaaaa…” sahutnya kemudian. Namja di sebelahnya menghentikan langkahnya dan melirik ke arahku.
“Omona.. Siwon-ah?” sahut namja itu kemudian. Aku merasa geram, kenapa dia berdampingan dengan Hye Bin malam-malam begini? Apa dia yang dimaksud Hye Bin dengan ‘pacar’?
Aku menghampiri mereka dan hampir saja ingin kulayangkan tinjuku pada Kyuhyun-ah. Ya, namja itu adalah Kyuhyun-ah.. dia adalah sahabatku.
“Kenapa kalian bisa bersama?” sahutku sedikit emosi. Hye Bin tidak menjawabku, dia hanya menundukan kepalanya dalam-dalam.
“Siwon-ah kapan kau kembali? Kenapa tak bilang padaku kau akan pulang?” sahut Kyuhyun-ah..
Bukan itu kalimat yang ingin ku dengar. Aku tak menghiraukannya, lalu kemudian bertanya sekali lagi. “Hye bin-ya, kenapa kau bisa bersamanya malam-malam begini? Apa dia yang kau maksud dengan pacar saat kau menolak bertemu denganku?” teriakku sambil menunjuk ke arah Kyuhyun-ah.
Dia tetap tak mau menjawabku, bahkan dia tak mau menatap mukaku. Emosiku sudah mencapai puncak, akhirnya tinjuku mendarat juga di muka Kyuhyun-ah.
“Berani sekali kau merebut Hye Bin ku hah!! Kau bilang kau sahabatku, tapi apa? Kau menikamku dari belakang!!” teriakku geram, Kyu hyun-ah tersungkur ke tanah.
“Hentikan!!” jerit Hye Bin saat aku hendak melayangkan tinjuku untuk kedua kalinya.
“Kau tidak berhak atas diriku Siwon oppa.. aku bukan yeojachingumu lagi.” Sahutnya penuh emosi.
Hye Bin P.O.V
Aku berteriak dan berusaha menghentikan pukulan Siwon oppa pada Kyuhyun oppa. “Kau tidak berhak oppa, kau sudah mencampakkanku.. membuangku seperti sampah.. apa kau tidak sadar kau telah banyak menyakitiku?” sahutku lirih dan hampir menangis.
Kyuhyun oppa bangkit dan kemudian berkata, “ Lebih baik aku pulang dulu, Siwon-ah kau keterlaluan. Bicarakan semua ini baik-baik.” Siwon oppa memalingkan mukanya dan aku tahu dia benar-benar emosi saat ini.
“Pulanglah Siwon oppa,, aku tak ingin melihatmu lagi. Aku sudah melupakanmu.” Sahutku sambil bergegas meninggalkannya.
Mianhae, aku harus melakukannya.. aku tidak ingin kau terus terpaku pada bayanganku. Hiduplah untuk dirimu sendiri, oppa. Hanya itu yang kuharapkan darimu saat ini.
“Wae geurae? Kenapa kau jadi seperti ini Hye Bin-ya? Aku tidak paham perubahan sikapmu ini!” teriaknya kesal.
Aku pura-pura tak memedulikannya, aku bergegas memasuki rumahku, dengan langkah gontai aku menuju kamarku yang berada di lantai dua. Kunyalakan lampu kamarku, udara di sana terasa menyesakkan seperti tidak berganti dari sejak kutinggalkan tadi siang. Aku merosot dan terduduk lemas di lantai yang terasa sangat dingin. Rasanya kepalaku sakit sekali, tiba-tiba layar hp-ku menyala.. nama Kyuhyun oppa berkedip-kedip di layarnya.
“Yeoboseyo oppa?” sahutku lemas.
“Chagiya gwaenchana?” sahutnya cemas. Aku tidak mungkin tidak apa-apa oppa..
“Ne, aku baik-baik saja. Oppa tidak usah mencemaskanku.” Sahutku sedikit serak.
“Syukurlah,, istirahatlah. Jangan terlalu dipikirkan, aku akan menyelesaikan masalah ini chagiya.” Sahutnya sambil hampir memutuskan percakapannya denganku. Tapi aku menghentikannya.
“Oppa jamkkanman…” sahutku kemudian.
“Ne, mwoya?”
“Oppa,, untuk beberapa hari ini kita jangan bertemu dulu ya? Aku ingin sendiri dulu, bolehkan?” sahutku kemudian. Dia tak langsung menjawab pertanyaanku, yang kudengar hanya desisan nafasnya samar-samar. “Oppa?” sahutku lagi.
“Arasseo.. cepat tidur chagiya. Jumuseyo.” Sahutnya terakhir kali lalu menutup teleponnya.
——————–
Beberapa hari kemudian..
Author P.O.V
Setelah beberapa hari kejadian malam itu berlalu, Hye Bin tak pernah menampakkan wajahnya lagi. Hal ini membuat cemas Siwon dan Kyuhyun. Mereka berusaha menemui Hye Bin tapi dia selalu menolak mereka. Dan setiap kali Siwon dan Kyuhyun tidak sengaja bertemu saat menuju rumah Hye Bin mereka selalu bertengkar,, hubungan mereka kini benar-benar seperti musuh. Tak ada kata sahabat lagi di antara mereka. Dan hal ini membuat Hye Bin merasa bersalah, karena kerap kali mereka bertemu di depan rumah Hye Bin mereka selalu saling mengacuhkan.. Sampai suatu saat Hye Bin memutuskan untuk menghilang selamanya..
Drrttt.. drrrtttt.. drrrtttt… Hp milik Kyuhyun tiba-tiba bergetar, nomor rumah Hye Bin berkedip di layarnya.
“Yeoboseyo eommonim?”
“Kyuhyun-ah,, aku tidak tahu Hye Bin ada di mana sekarang. Dia tiba-tiba menghilang dari kamarnya. Aku sangat cemas, aku takut kejadian seperti itu terulang lagi (waktu hye Bin berusaha bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya di laut)” sahut ibu Hye Bin dengan cemas.
“Mwo? Hye Bin-ya menghilang?” sahut Kyuhyun tak kalah cemas.
“Ne, eotteohke Kyuhyun-ah? Apa kau bisa membantuku mencarinya?”
“Geurom,, aku pasti akan mencarinya. Eommonim tenang saja yaa!”
Kyuhyun segera bergegas pergi dan mencari Hye Bin, dia juga mengabari Siwon dan memintanya untuk membantu mencari Hye Bin.
Hye Bin P.O.V
Aku tidak sanggup lagi melihat kalian selalu bertengkar karena diriku, aku ingin kalian seperti dulu. Sahabat yang saling mengerti satu sama lain. Aku benar- benar merasa bersalah pada kalian. “Mianhae oppa!!” sahutku sambil berjalan menyusuri jalanan kota Seoul yang ramai. Aku menghentikan langkahku, aku berdiri di depan penyebrangan. Lampu penyebrangan masih hijau dan kemudian berkedip-kedip.
‘Apa aku harus melakukan ini untuk membuat kalian seperti dulu lagi?’ sahutku dalam hati. Pandanganku terasa benar-benar ganar.
Kyuhyun P.O.V
Kau dimana Hye Bin? Kumohon jangan bertindak gegabah.. aku tidak siap untuk kehilanganmu seperti ini. Aku memedarkan pandanganku ke seluruh penjuru jalan, tapi aku tidak menemukan sosok yang kucari. Tiba-tiba pandanganku terhenti pada sosok yeoja yang berdiri mematung di depan penyebrangn, dia tampak sedang memerhatikan lampu penyebrangan.
“Andwae!! Jangan lakukan itu Hye Bin-ya!” teriakku pada yeoja itu.
Dia melirik ke arahku dan menatapku dengan tatapan nanar. Dia mulai melangkahkan kakinya, lampu masih hijau saat itu dan berkedip-kedip. Beberapa detik kemudian lampu berubah menjadi merah, aku berlari sekuat tenaga. Berusaha menghentikan tindakannya saat itu, kulihat sebuah truk berkecepatan tinggi melaju ke arahnya. Lalu….. BRUKKKK!! Terjadi sebuah tabrakan..
“Oppa!!!” jeritnya yang tersungkur di atas jalan.
Dia berusaha berdiri dan menghampiriku. Aku masih tergeletak di atas jalan, tubuhku terasa sangat kaku, pandanganku memudar karena darah yang mengucur hebat di wajahku.
“Oppa? Kenapa kau lakukan ini untukku? Aku yang seharusnya mengalami ini semua,” jeritnya sambil menangis.
“Gwaenchana chagiya..” sahutku kemudian lalu aku kehilangan kesadaranku.
——————-

Beberapa minggu kemudian..
Siwon P.O.V
Aku berjongkok di depan sebuah makam yang terlihat masih baru. Aku meremas jariku.. rasanya aku ingin menggantikan tempatmu di sana..
Tak lama kemudian aku bangkit dan berjingkat pergi dari makam itu, aku tidak tahan berada di tempat ini lama-lama. Aku berjalan menuju tempat mobilku di parkir. Aku melaju dengan kecepatan rata-rata, pikiranku benar-benar kacau saat ini. Aku memasuki halaman rumahku, dengan segera aku meluncur masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamarku. Aku bergerak menuju beranda, berharap ada udara yang dapat aku hirup. Aku masih sulit memercayainya, tindakan Hye Bin benar-benar di luar dugaan. Kyuhyun-ah juga sepertinya sama terpukulnya sepertiku. Aku berdiri di beranda kamarku sambil memerhatikan awan yang bergerak menuju pelukan awan hitam. Hatiku sakit sekali, rasanya aku tak sanggup hidup lagi.
#Flashback#
Hye Bin P.O.V
Kumohon oppa, kau harus baik-baik saja. Jika terjadi sesuatu pada dirimu aku tidak akan pernah memaafkan diriku lagi. Aku terisak di lobi rumah sakit yang terasa lembap. Tiba-tiba namja yang sangat ku kenal berdiri di hadapanku.
“Hye Bin-ya, gwaenchana?” sahutnya kemudian.
“Siwon oppa..” sahutku dengan mata masih penuh air mata. Dia duduk di sebelahku lalu membuatku bersandar pada bahunya.
“Dia akan baik-baik saja.. Hye Bin-ya percayalah padanya,” sahutnya menenangkanku.
“Kenapa dia harus melakukan itu?”
“Karena dia memang benar-benar mencintaimu. Aku malu pada diriku sendiri Hye Bin-ya, pada akhirnya yang rela mati untukmu bukanlah diriku. Tapi jika saat itu yang ada disana adalah aku, aku juga akan melakukan hal yang sama,”
Tiba-tiba ruang operasi terbuka, aku dan Siwon oppa segera menghampiri dokter dan menanyakan keadaan Kyuhyun oppa.
“Bagaimana keadaan Cho Kyuhyun sekarang dok?” sahut Siwon oppa mendahuluiku.
“Apa kalian kerabatnya?” Tanya dokter itu.
“Ye..” sahut aku dan Siwon oppa.
“Kalau begitu ikutlah denganku,” sahut dokter itu.
Aku benar-benar merasa takut, aku mengekor mengikuti dokter itu menuju ke sebuah ruangan yang berada di paling pojok lorong.
“Silahkan duduk.” Sahut dokter itu mempersilahkan. Kami segera duduk, perasaanku benar-benar tidak enak.
“Begini, sekarang kondisi pasien sudah membaik. Tapi..”
“Tapi apa dok?” sahutku memotong.
“Sepertinya dia akan kehilangan penglihatannya. Kalu ingin kembali seperti semula dia harus melakukan cangkok mata, tapi mendapatkan cangkok mata itu sangat sulit” sahut dokter itu.
Jederrrr!!! Rasanya petir seperti menyambar hatiku. Aku kalut sekali, aku membungkuk dan pamit dari ruangan itu, Siwon oppa berterima kasih pada dokter lalu pamit juga. Dia kemudian mengejarku, aku berjalan dengan langkah gontai. Aku masuk ke sebuah ruangan yang serba putih, kulihat Kyuhyun oppa terbaring tak berdaya. Aku kembali terisak, aku menghampirinya lalu duduk disebelah ranjangnya. Aku menggemggam tangannya yang terasa dingin, tangan yang dia ulurkan saat aku merasa putus asa.
“Oppa bagaimana ini? Aku sudah merebut cahaya dari hidupmu..” sahutku sedih, Siwon oppa berdiri di sampingku. Dia sedikit terisak juga. Aku bangkit dari dudukku dan berbalik pada Siwon oppa.
“Wae geurae?” sahutnya.
“Oppa tolong jaga Kyuhyun oppa untukku, aku akan pergi sebentar.” Sahutku kemudian. Siwon oppa mengangguk. Aku bergegas pergi dan berlari menuju ruangan dokter.
“Silyehamnida..”
“Ne.. masuklah,” sahut dokter itu ramah. Aku masuk dan kemudian membungkuk sedikit.
“Dokter,, ijinkan aku menjadi pendonor mata untuk pasien bernama Cho Kyuhyun,” sahutku mantap.
#Flasback End#

Aku termenung cukup lama.Tiba-tiba bel rumahku berbunyi, aku bergegas turun dan membukakan pintu.
“Permisi, aku mengantarkan paket.” Sahut seorang kurir.
“Ini untuk tuan Choi Siwon,” sahutnya menambahkan. “Aku sendiri” jawabku.
“Silahkan tanda tangan disini,” sahutnya sembari menyodorkan sebuah kertas.
Aku menerima sebuah paket yang tidak cukup besar. Aku membulak-baliknya, tidak ada nama pengirimnya. Aku merebahkan diri di sofa kamarku dan mulai membuka paket itu.
“Omona..” sahutku kaget. Paket itu barasal dari Hye Bin. Dia mengirimiku beberapa lembar fotonya saat kami masih bersama dan sebuah pucuk surat yang di balut amplop kuning cerah.

Untuk Choi Siwon
Annyeong haseyo oppa,
Saat kau menerima surat ini, aku sudah tidak ada di dunia ini lagi. Aku sudah berada di tempat yang tenang. Maafkan selama ini aku sudah banyak menyakitimu dan Kyuhyun oppa, aku sudah membuat persahabatan kalian hancur. Aku benar-benar merasa bersalah dan menyesal. Jangan seperti itu lagi, kumohon berbaikanlah dengan Kyuhyun oppa, jika tidak aku tidak bisa pergi dengan tenang. Carilah yeoja yang lebih baik dariku, yeoja yang tak akan menyakitimu seperti aku telah menyakitimu. Oppa selama ini aku tidak pernah membencimu walau kau telah meninggalkanku, tapi saat ini aku yang harus meninggalkanmu. Selamat tinggal, aku akan tetap menyayangimu…

Shin Hye Bin

Aku memeluk surat itu dalam dekapanku.. kenapa kau lakukan ini Shin Hye Bin? Aku mendapati ada sepucuk surat satu lagi, diamplopnya tercetak nama Cho Kyuhyun dengan huruf tebal. Apa kau ingin aku menyampaikan ini padanya? Aku bangkit dari dudukku, kemudian bergegas dan meraih kunci mobilku yang ku letakkan di atas meja.
In Kyuhyun house
Kyuhyun P.O.V
Kau tega sekali Hye Bin. Kenapa kau lakukan ini padakui? Aku tak memintamu untuk memberikan matamu untukku. Aku rela kehilangan cahaya selama kau tetap berada disampingku, justru aku seperti kehilangan cahaya yang sesungguhnya saat kau meninggalkanku seperti ini. Tiba-tiba bel rumahku berbunyi, aku melihat layar monitor di sebelah pintu rumahku.
“Nuguseyo?” sahutku.
“Ini aku Siwon, bukalah pintunya.” Sahutnya kemudian. Aku menekan beberapa tombol dan akhirnya berbunyi ‘klik’ dan pintupun terbuka.
“Wae geurae?”
“Aku mengantarkan sesuatu dari Hye Bin-ya,” sahutnya sambil masuk. Kemudian dia menyodorkan sepucuk surat yang di balut amplop biru lembut. Nama Cho Kyuhyun tercetak tebal di permukaannya.
“Apa ini? Kenapa ada padamu?” sahutku penasaran.
“Dia menitipkannya padaku”
Tanpa basa-basi lagi aku mulai merobek amplopnya, aku mulai membaca isi suratnya.

Untuk Cho Kyuhyun
Annyeong haseyo oppa,
Bagaimana kabarmu? Saat kau mendapatkan surat ini, oppa sudah dapat melihat kembali.. Iyakan? Aku tidak tahu harus berkata apa, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih karena sudah mengulurkan tanganmu saat aku sedang benar-benar terpuruk. Terima kasih karena sudah mempertaruhkan nyawamu untuk menolongku. Dan terima kasih telah menjadi seorang kekasih yang dapat kuandalkan. Oppa kuharap kau memahami tindakanku ini, aku tahu kau sangat marah saat kau tahu aku mendonorkan mata untukmu. Tapi, hanya itu yang bisa kulakukan untukmu oppa. Jangan menangis untukku lagi, gunakan mataku hanya untuk yang membuatmu bahagia. Teruslah hidup oppa, karena dengan begitu aku juga akan tetap hidup dalam hatimu..
Selamat tinggal

Shin Hye Bin

“Kau tahu Kyuhyun-ah? Dia mencintaimu juga.. tapi karena sikapku selama ini kalian jadi seperti ini, mianhae..” sahut Siwon-ah.
“Anio.. dia juga mencintaimu. Kau tidak tahu bagaimana keadaanya saat kau meninggalkannya, dia bahkan hampir bunuh diri di laut” sahutku kemudian.
“Ne, tapi pada akhirnya dia memilih untuk meninggalkan kita berdua,” sahutnya kemudian.
“Geurae, tapi dia tetap hidup dalam hati kita,” balasku.
“Geurom.. kita mencintai yeoja yang luar biasa,” sahut Siwon-ah sambil tersenyum.
“Ne…”
-THE END-

Yupp.. akhirnya selesai juga. Bagi yang udah baca baik yang sengaja atau tidak sengaja harap meninggalkan jejaknya. Tolong hargai author yang udah bikin FF ini ya..
No BASHING.. RCL PLEASE^^
PLEASE DON’T BE SILENT READERS^^
GOMAWO
– bow –
Cre : ~HyeWon
Reshare : Ly.bum^

Tangga Lagu Korea K-pop Terbaru September 2012

Daftar tangga lagu korea k-pop terbaru selama september 2012 :

1. I Need You, Huh Gak, Zia
2. Gangnam Style, PSY
3. Pandora, Kara4. My Love, Lee Jong Hyun(of CNBLUE)
5. Loving U, SISTAR
6. Only One, BoA
7. Beautiful Night, Beast
8. Passionate Goodbye, Psy (Feat.Sung Si-Kyung)
9. What Should Have Been, Psy (Feat. Lena Park)
10. ANYMORE, Seo In Young
11. illa illa, JUNIEL
12. Do Men Cry, Davichi
13. I Love You, 2NE114. Carry On, Ali
15. Love Is Falling In Drops, 10cm, Acoustic Collabo
16. It’s Me, sunny,luna
17. Day By Day, T-ara
18. Busan Vacance, Skull & HAHA
19. My Heart Hurts, Lee Hyun (8Eight)
20. If You Really Love Me, Busker Busker
21. Words I Couldn’t Bear To Say, Lee Jang Woo
22. Midnight, Beast Machsa
23. All For You, Seo In Kook, Jeong Eun Ji
24. Be Ma Girl, Teen Top
25. Pretty Enough, Verbal Jint (Feat. Sanchez) Pretty Enough
26. Over & Over, Shin Yong Jae (of 4MEN)
27. Hands Of The Clock, Shinyoo]
28. Would It Happen If I Want It, RAN
29. I’m Yesterday, Namolla Family JW (Feat. Taein)
30. When I Miss You, Beast
31. Hey, Seokbong, BulNaBang Star Sausage Club
32. Farewell Is Coming, Kang Min Kyung (of Davichi)
33. Aftermath, ZE:A
34. Sea Of Moonlight, IU & FIESTAR
35. Way, Kara lebahndut.net
36. One Person, Huh Gak
37. My Secret Dream, Yoon Do Hyun, Shin Min A
38. Butterfly, Jessica, Krystal
39. I’m Sorry That I’m Sorry, JP (Feat. G.NA)
40. One Summer Night, Brown Eyed Girls
41. I Couldn’t, 4Men
42. Seventy Seven 101, Psy (Feat. Leessang & JP)
43. I Hate You, ERU (Feat. Junhyung of BEAST)
44. Officially Missing You, GEEKS
45. Good Morning, Verbal Jint (Feat. Kwon Jung Yeol of 10cm)
46. Fantasy, Jang Jae In
47. Spy, Super Junior
48. Tree Frog, Psy (Feat. G-Dragon)
49. Never Ending Story, Sohang
50. No Pain No Gain, M To M

Cre : berbagai sumber

Reshare : Ly.bum

Ekspresi Lucu Siwon SuJu di Foto Syuting ‘Fall in Love with You Again’

Gambar

Foto adegan Choi Siwon Super Junior di serial “Fall in Love with You Again” kembali beredar. Menariknya, Siwon menampilkan ekspresi yang lucu di serial yang juga disebut “Turn Around and Say I Love You” itu.

Di foto tersebut, Siwon tampak berbaring di sebuah ranjang rumah sakit dengan memakai piama. Ia lalu tertawa lebar dengan ekspresi wajah seperti orang gila di foto tersebut.

“Fall in Love with You Again” menceritakan tentang seorang wanita, Ling Ming Yu, yang mengalami kecelakaan di usia 36 tahun. Saat terbangun tiba-tiba ia kembali ke tubuhnya saat masih berusia 22 tahun. Wanita ini pun memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidup dan kisah cintanya lagi.

Di serial tersebut, Siwon beradu akting dengan Wang Luo Dan, Yuan Hong Yu dan Jiang Yu Chen. Serial Taiwan ini melakoni proses syutingnya di daerah pantai Shenzhen, China Utara, selama berbulan-bulan.

Selain “Fall in Love with You Again”, beberapa waktu lalu Siwon juga dikabarkan akan membintang serial baru Korea. Di serial berjudul “King of Drama” itu ia akan berperan sebagai seorang aktor yang sombong bernama Kang Min.

cre : wowkr
Cre : IniSajaMo
Reshare : Ly.bum^