ETERNAL RAIN

Title : Eternal Rain (Oneshoot)
Cast : Shin Hye Bin
Choi Siwon
Cho Kyuhyun
Author : Hyewon
Length : Oneshoot
Genre : Sad, romance
OST : So Good Bye – Jonghyun (OST. City Hunter)

Ketika cinta tak kau miliki lagi..
Apa yang akan kau lakukan?
Ketika dunia tak berpihak padamu..
Apa yang kau pikirkan?
Apa kau akan melepas semuanya?
Apa kau akan menyerah dan memberikan jiwamu pada cinta?
Hye Bin P.O.V
Aku duduk bersandar pada sebuah pohon besar sambil mendengarkan sebuah alunan lagu yang mengalun lembut di telingaku. Aku memejamkan mataku, berusaha untuk mengingat kembali kenangan pahit yang sudah terkubur dalam hatiku.
“Aku menyayangimu oppa. Sungguh!! Tapi kenapa kau lakukan ini padaku?”
Tanpa kusadari air mataku meleleh. “Kau tidak mengerti perasaanku oppa!” sahutku lirih.
Kenangan pahit itu kembali menusuk hatiku. “Aku membencimu Choi Siwon-ssi” teriakku kemudian.
#Flashback#
Hye Bin P.O.V
Aku berdandan secantik mungkin, aku tak mau terlihat jelek dihadapanmu oppa. Saat kulirik jam meja di kamarku, jarum jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang.
“Astaga! Aku terlambat!!” sahutku panik.
Dengan segera kuraih tas tanganku yang tergaletak di sudut tempat tidurku, aku berlari keluar dan dengan segera menyetop taxi. “Tolong ke Namsan Tower!”
Siwon P.O.V
Aku menunggu Hye Bin di Namsan Tower. Hye Bin adalah yeojachinguku. Aku sangat mencintainya, dia gadis periang dan sangat sempurna di mataku. Tapi, karena keputusan appaku untuk bekerja di LA, aku harus meninggalkannnya. Sungguh aku tak sanggup melakukannya, aku tak akan pernah sanggup untuk membuatnya terluka. Tapi aku bahkan tak punya pilihan lagi, aku akan segera pergi dari Seoul dan bahkan mungkin tak akan kembali lagi.
“Mianhae chagiya!” gumamku lirih.
Tiba-tiba seorang yeoja cantik menghampiriku “Oppa, mianhae aku terlambat” sahutnya dengan nafas tersengal.
Ahh, sungguh cantik!! Sampai aku tak mampu berkata-kata dan hanya menatapnya dengan kagum.
“Waeyo oppa? Kenapa menatapku seperti itu?” sahutnya masih dengan nafas tersengal.
“Ahh, gwaenchana.. Hye Bin-ya kau cantik sekali” sahutku jujur.
Dia tersipu malu dan berusaha menyembunyikan mukanya yang memerah.. Ahh manis sekali chagiyaku.
Hye Bin P.O.V
Aku tersipu, dia bilang aku cantik hehehe. “Oppa, apa hari ini kita akan ke Namsan Tower?” sahutku sambil menunjuk pada sebuah tower yang kini sudah berganti nama menjadi Seoul N Tower itu. Kulihat ekspresi Siwon oppa ragu-ragu, seperti ada sesuatu yang oppa sembunyikan dariku.
“Waeyo oppa?”
“Mwo? Anio.. kita pergi ke taman saja yaa! Kajja!!” sahutnya sambil meraih tanganku dan menuntunku pergi, aku hanya patuh dan mengekornya.
Ahh.. oppa kau tidak seperti biasanya, kenapa kau terlihat murung?
——————–
Kami berkencan seharian di taman itu. Mulai dari makan es krim sampai menjahili satu sama lain sudah kami lakukan. Tapi… aku tahu Siwon oppa tidak menikmatinya, jiwanya seperti berada di tempat lain. Sebenarnya apa yang mengganggu pikiranmu oppa?
Siwon P.O.V
Aku tahu Hye Bin menyadari sikapku saat ini, tapi dia tidak bertanya apapun. Apa aku tega mengatakan kata ‘putus’ pada yeoja sebaik dia? Kumohon Tuhan, apa aku harus melakukannya? Apa aku benar-benar harus mengatakannya?
“Oppa,, ini sudah malam kita pulang saja ya?” sahutnya lembut.
Aku tersenyum pilu,, aku akan mengatakannya. Aku harus mengatakannya.
“Hye Bin-ya,” sahutku datar.
Dia berbalik ke arahku dan terseyum lalu berkata, “Ne, oppa?”
Mulutku bergetar, aku benar-benar tak ingin menyakitinya. “Kita putus saja!” sahutku dengan seluruh kekuatan yang kukumpulkan dengan susah payah. Dia tak menjawabku, saat aku menatapnya.. ekspresinya sungguh membuat hatiku sakit. Dia terpaku dengan tatapan kosong, dan air mata mulai membasahi pipinya. Mianhae chagiya!
Hye Bin P.O.V
‘Putus’ kata itu telah berhasil memaku tubuhku hingga tak mampu bergerak.
“Mwo? Wae oppa?” sahutku sekuat tenaga. Siwon oppa tak menatapku dia menjawab dengan nada yang sangat dingin, “Aku tak mencintaimu lagi,” sahutnya datar.
Tanpa sadar air mataku meleleh, “Mworago? Kojitmal!!” gumamku.
Dia berbalik ke arahku “Kita putus saja Hye Bin-ya,” sahutnya menegaskan, ucapannya begitu dingin dan menyakitkan, tapi sorot matanya menyiratkan kesedihan yang sama seperti yang kurasakan saat ini.
“Lalu apa maksud kencan hari ini oppa?” sahutku terisak.
Dia merengkuhku dan meneggelamkanku dalam pelukannya, lalu kemudian dia mencium keningku. “Mianhae..” sahutnya untuk terakhir kali lalu kemudian berlalu dan meniggalkanku yang berdiri mematung.
#Flashback end#
Masih Hye Bin P.O.V
Alunan lagu yang lembut masih tetap membuaiku. Aku masih merasa sakit ketika mengenang kenangan pahit itu. Rasanya seperti ada lubang besar yang menganga di dalam hatiku. Kosong dan kerap kali membuatku merasa sesak.
“Hye Bin-ya!!” sahut seseorang membuyarkan lamunanku. Seorang namja jangkung menghampiriku dan mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.
“Kyuhyun oppa? Kenapa kau bisa kesini?”
(Kyuhyun oppa adalah orang yang menyelamatkanku saat aku hampir putus asa ketika ditinggalkan oleh Siwon oppa.. Dia adalah teman Siwon oppa)
Dia tidak menjawabku dan hanya tersenyum menatapku. “Waeyo oppa? Apa ada yang aneh dengan mukaku?” aku meraih cermin yang selalu kubawa di dalam tasku, namun dia menghentikanku dan kemudian menggenggam tanganku dengan erat.
“Hye Bin-ya, ayo kita menikah!” sahutnya mantap.
Jederrr!! Rasanya hatiku seperti tersambar petir.. aku syok setengah mati. “Mwo..?? apa maksudmu oppa?” sahutku sekuat tenaga.
“Ayo kita menikah! Aku sudah mencintaimu sejak lama,” sahutnya sambil menarikku ke dalam pelukannya..
Aku masih terbengong-bengong,, rasanya tenggorokanku kering sekali.
Kyuhyun P.O.V
Akhirnya aku menyatakannya!! Bukankah ini sudah hampir tiga tahun dia berpisah dengan Siwon-ah? Seharusnya Hye Bin sudah melupakannya. Tapi…
“Mianhae!” gumamnya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukanku. Aku tetap memeluknya dan tidak mau melepaskannya.
“Mianhae oppa.. Jeongmal mianhae” sahutnya kemudian. Aku mengalah, akhirnya aku melepaskannya. Aku menatapnya, tapi dia menundukan wajahnya dan membuatku tak dapat melihat ekspresinya saat ini.
“Wae? Apa kau masih mencintai Siwon-ah?” sahutku lirih. Dia tetap dalam kebisuan,, tapi meski begitu aku sudah tahu jawabannya dengan caranya diam seperti ini.
“Oppa…” sahutnya kemudian.
“Hye Bin-ya, apa aku tak akan pernah bisa menggantikan posisi Siwon-ah di hatimu?” kataku dengan suara yang sedikit bergetar. “Bukankah ini sudah hampir tiga tahun? Apa aku masih tidak bisa?”
Hye Bin P.O.V
Aku benar-benar kalut saat ini, kenapa Kyuhyun oppa tiba-tiba seperti ini?
“Apa tidak bisa?” sahutnya sambil mengguncang pelan bahuku, membuatku kembali pada kesadaranku.
“Oppa… aku menyayangimu. Tapi bagiku kau tak lebih dari seorang kakak yang selalu menjagaku,” sahutku kemudian.
Aku tahu kata-kata itu akan menyakitinya, tapi aku tak ingin membuatnya lebih terluka jika aku membohonginya. “Mwo?” sahutnya dengan nada rendah. Aku melihat kesedihan yang terpancar dalam sorot matanya. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana sebenarnya.
“Hye bin-ya, beri aku kesempatan. Joa.. kita tidak usah pikirkan masalah pernikahan yang ku ungkit tadi. Aku tahu itu terlalu terburu-buru. Tapi berilah aku kesempatan untuk untuk menjadi namjamu!”
Aku bingung setengah mati, tapi aku tak tega untuk menolaknya lagi. Kyuhyun oppa sudah menjaga dan selalu menghiburku selama tiga tahun terakhir ini, jika bukan karena oppa mungkin aku sudah lama mati.. Aku sangat keterlaluan jika sampai tetap menolaknya seperti ini. Setelah berpikir keras akhirnya aku memutuskan…
“Joa.. aku bersedia oppa! Aku mau menjadi yeojachingumu,” sahutku sambil tersenyum, aku tidak tahu apa pilihanku ini benar atau tidak.
“Jinjja? Jinjjayo?” sahut oppa seperti tak percaya, senyumnya mengembang.
“Ne, oppa!” sahutku menegaskan.
Author P.O.V
Akhirnya Hye Bin bersedia pacaran dengan Kyuhyun.. Mereka menjadi pasangan yang serasi, mereka tak pernah bertengkar dan Kyuhyun selalu menjaganya. Sudah lebih dari empat bulan mereka menjadi pasangan yang bahagia, namun semua berjalan lancar sepaerti yang mereka kira. Hujan berkepanjangan akan menguji kisah cinta mereka..
——————–

6 bulan kemudian in Los Angeles
Siwon P.O.V
Aku merebahkan tubuhku yang terasa lemas pada sofa yang berada di kamarku. Pikiranku tak karuan, dalam benakku hanya penuh dengan bayangan dan kenanganku saat bersama Hye Bin.
“Neomu bogoshippo, Hye bin-ya!” gumamku.
“Apa kau juga selalu memikirkanku disana Hye Bin-ya? Aku sungguh tak sanggup hidup tanpamu. Kau seperti udara bagiku, saat kau tak ada bernafaspun rasanya seperti beban bagiku. Aku bisa bertahan sampai saat inipun sudah seperti keajaiban bagiku.”
Walau sudah lebih dari tiga tahun, bayangan perpisahan itu masih segar dalam ingatanku. Aku menyesal harus meninggalkanmu seperti itu.
“Aarrrgggghhhhhh…..!!” teriakku geram sambil mengacak-ngacak rambutku. Aku seperti tersesat dalam kegelapan saat aku harus meninggalkanmu.
“Mianhae.. saranghaeyo Shin Hye Bin.”
Tapi.. semua akan berakhir,, senyummu yang indah akan ku kembalikan seperti semula. AKU AKAN KEMBALI.
In Seoul
Hye Bin P.O.V
Aku diam termenung di beranda kamarku, matahari mulai bersembunyi di balik gedung-gedung tinggi yang berjajar di depan mataku.
Saranghandago malhakka
Maeil neoman baraboneun nae mameul alkka
Naegen neo hanaman isseojumyeon
Amugeotdo nan ije wonhaji anha
Nae gyeoteman iseeojullae
(Soyu ‘Sistar’ – Saying I love You)
Aku tersadar, hp-ku tengah berdering aku bergegas dan meraihnya dari meja riasku. “Yeoboseyo?”
“Annyeong haseyo Hye Bin-ya,” sahut seseorang di seberang teleponku. Aku seperti tersetrum, aku kenal jelas siapa pemilik suara itu. Aku bahkan lebih dari mengenalnya.
“Si…won.. oppa…??” sahutku dengan terbata, tenggorokanku terasa kering. Kudengar dia tertawa kecil.
“Ne, neomu bogoshippo Hye Bin-ya.. bagaimana kabarmu?” sahutnya kemudian.
“Aku baik-baik saja.. bagaimana denganmu oppa?”
“Anio.. aku tidak baik-baik saja ketika harus berpisah denganmu. Kau tahu hidupku seperti di dalam mimpi selama ini. Tapi semuanya akan berakhir, aku akan kmbali ke Seoul beberapa minggu lagi. Aku tak sabar ingin bertemu lagi denganmu, bisakah kita bertemu saat aku kembali nanti?” sahutnya riang.
Jujur aku senang dia merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan tiga tahun terakhir ini, tapi kemudian kenangan pahit itu menyerangku, lalu bayangan wajah Kyuhyun oppa menggangguku.
“Hye bin-ya kau mendengarku?” sahutnya membuyarkan lamunanku.
“Mianhae oppa, aku tidak bisa,” sahutku sekuat tenaga. Aku juga sangat merindukanmu oppa.
“Wae? Apa kau membenciku sekarang? Apa karena masalah tiga tahun lalu itu? Aku ingin bertemu dan menjelaskannya Hye Bin-ya.”
“Anio.. aku tidak punya alasan untuk bertemu denganmu lagi oppa, dan aku juga tak perlu penjelasanmu oppa, aku sudah mengerti semuanya. Aku tahu kau juga meninggalkanku dengan terpaksa.”
Bohong!! Aku tahu aku sangat ingin bertemu denganmu,, petanyaanku padamu ada segudang. Tapi…
“Lalu kenapa? Jika kau sudah mengerti kenapa kau tak mau bertemu denganku?” sahutnya dengan nada tinggi.
“Aku sudah punya pacar, oppa” sahutku sambil menutup sambungan teleponku dengannya.
Aku menjatuhkan diriku dan hanya bisa menangis.. aku sangat merindukannya.. aku sangat ingin bertemu dengannya. Tapi jika bertemu aku tahu aku akan kembali goyah, aku sudah susah payah menata hatiku kembali. Dan jika sampai itu terjadi orang yang terluka adalah orang yang saat ini sangat mencintaiku, walau aku masih sulit menganggapnya sebagai kekasihku, mianhaeyo oppa..
Siwon P.O.V
“Hye Bin-ya jangan bercanda!! Kau bohong aku tahu itu!” aku masih saja berteriak walau aku tahu dia sudah memutus sambungan teleponnya denganku.
‘Aku sudah punya pacar, oppa’ kalimat itu benar-benar telah menyambar hatiku. Aku merosot dan terduduk lemas di lantai. KOJITMAL!!! Kau tak mungkin secepat itu melupakanku, kau bukan yeoja semacam itu.. tapi apa alasanmu berkata seperti itu SHIN HYE BIN?? Aku sungguh tak mengerti, aku tak akan percaya sampai aku melihatnya sendiri dengan kedua mataku.. kau hanya milikku dan begitupun diriku,, tanpamu aku tak akan bertahan hidup lagi. Kau adalah takdirku Shin Hye Bin dan itu tak akan berubah.
——————–
Beberapa minggu kemudian..
Kyuhyun P.O.V
Hari ini adalah tepat delapan bulan aku pacaran dengan Hye Bin, saat ini aku akan berkencan dengannya di tempat saat aku mengajaknya menikah dulu. Rasanya seperti baru kemarin aku menolongnya saat hampir tenggelam di laut, padahal sudah hampir empat tahun yang lalu. Aku tahu dia ingin bunuh diri saat Siwon-ah mencampakkannya, aku tahu dia tidak berharap aku menolongnya saat itu. Tapi aku tidak sanggup membiarkanmu mati Hye Bin.
“Ahh apa yang kupikirkan? Kenapa mengungkit masalah itu? Kenangan itu benar-benar membuatku merasa sedih… apa sedalam itu cintamu pada Siwon-ah? Hingga kau rela mati saat kau tak bersamanya lagi?” gumamku dalam hati.
Aku berhenti berjalan saat melihat yeoja cantik yang sedang berdiri dibawah pohon oak yang teduh.
“Hye Bin-ya!!” seruku. Dia menoleh dan tersenyum manis. Aku berlari menghampirinya.
“Apa kau lama menungguku? Mianhae aku terlambat,” sahutku sambil tersenyum.
“Anio.. aku juga baru sampai,” jawabnya lembut.
“Kau ingi pergi kencan kemana Hye Bin-ya?” tanyaku padanya.
Dia diam sesaat lalu mulai berkata, “Kita pergi ke taman hiburan ya oppa?” sahutnya kemudian.
“Mwo? Kenapa pergi kesana? Kau ini kekanakan sekali, kukira kau sudah mulai dewasa..” sahutku sambil tersenyum jahil.
“Oppa kau jahat sekali,” sahutnya sambil cemberut lalu menggembungkan pipinya. Dia manis sekali..
“Kajja!!” sahutku sambil mengelus rambutnya yang tergerai indah.
“Eodiga?” tanyanya bingung.
“Bukankah kau ingin ke taman hiburan? Kajja!!” sahutku sambil menuntun tangannya. Dia tersenyum lalu mengikutiku dengan senang.. Ahh sudah lama aku tidak melihat senyummu.. senyum manis yang sekarang kau perlihatkan hanya untukku bukan namja lain..
“Ahh, apa sih yang kupikirkan? Kenapa dari tadi pikiranku itu-itu saja? Baboya..” gumamku pelan.
“Ye, oppa? Apa barusan kau bertanya padaku? Mian aku tidak mendengarnya..”
“Ani…” sahutku spontan.
——————–
Hari ini kami bersenang-senang, tiap wahana yang ada di taman hiburan sepertinya kami sudah mencoba semuanya. Syukurlah Hye Bin, aku bisa membuatmu tersenyum lagi. Kau pasti tidak tahu kalau senyumanmu itu sangat berharga bagiku.
“Oppa, gomawo!” sahutnya sambil menghentikan langkahnya. Akupun ikut berhenti dan berbalik ke arahnya. “Untuk apa?” sahutku kemudian.
“Gomawoyo.. aku benar-benar senang hari ini. Kau membuatku merasa hidup kembali. Jeongmal gomawo,” sahutnya sambil tersenyum. Aku benar-benar bahagia dia mengucapkan kalimat itu.
“Chagiya.. boleh kan aku memanggilmu seperti itu sekarang?” jawabku dengan nada senang. Dia mengangguk dan tersenyum manis.
“Gomawo, chagiya. Ahh tidak terasa ini sudah malam, kita pulang saja yaa? Aku akan mengantarmu pulang.”
“Ne, oppa .”
In Hye Bin’s house
Siwon P.O.V
Kau dimana Hye Bin? Aku sudah menunggumu berjam-jam disini.. apa kau tidak tahu aku sudah kembali ke Seoul? Atau kau sudah tahu tapi sengaja menghindariku? Sebegitu bencinyakah kau saat ini padaku? Aku benar-benar sedih Hye Bin.
Aku terperanjat,, bayangan yeoja yang ada di depanku itu bukankah Hye Bin? Tapi siapa namja yang berjalan berdampingan dengannya?
‘Omona…’ sahutku dalam hati. Aku benar-benar tak percaya dengan apa yag kulihat saat ini. Yeoja itu menghentikan langkahnya, mungkin dia menyadari keberadaanku. Dia terlihat kaget dan terus menatapku dengan ekspresi yang membuatku sesak.
“O..pp…aaaaa…” sahutnya kemudian. Namja di sebelahnya menghentikan langkahnya dan melirik ke arahku.
“Omona.. Siwon-ah?” sahut namja itu kemudian. Aku merasa geram, kenapa dia berdampingan dengan Hye Bin malam-malam begini? Apa dia yang dimaksud Hye Bin dengan ‘pacar’?
Aku menghampiri mereka dan hampir saja ingin kulayangkan tinjuku pada Kyuhyun-ah. Ya, namja itu adalah Kyuhyun-ah.. dia adalah sahabatku.
“Kenapa kalian bisa bersama?” sahutku sedikit emosi. Hye Bin tidak menjawabku, dia hanya menundukan kepalanya dalam-dalam.
“Siwon-ah kapan kau kembali? Kenapa tak bilang padaku kau akan pulang?” sahut Kyuhyun-ah..
Bukan itu kalimat yang ingin ku dengar. Aku tak menghiraukannya, lalu kemudian bertanya sekali lagi. “Hye bin-ya, kenapa kau bisa bersamanya malam-malam begini? Apa dia yang kau maksud dengan pacar saat kau menolak bertemu denganku?” teriakku sambil menunjuk ke arah Kyuhyun-ah.
Dia tetap tak mau menjawabku, bahkan dia tak mau menatap mukaku. Emosiku sudah mencapai puncak, akhirnya tinjuku mendarat juga di muka Kyuhyun-ah.
“Berani sekali kau merebut Hye Bin ku hah!! Kau bilang kau sahabatku, tapi apa? Kau menikamku dari belakang!!” teriakku geram, Kyu hyun-ah tersungkur ke tanah.
“Hentikan!!” jerit Hye Bin saat aku hendak melayangkan tinjuku untuk kedua kalinya.
“Kau tidak berhak atas diriku Siwon oppa.. aku bukan yeojachingumu lagi.” Sahutnya penuh emosi.
Hye Bin P.O.V
Aku berteriak dan berusaha menghentikan pukulan Siwon oppa pada Kyuhyun oppa. “Kau tidak berhak oppa, kau sudah mencampakkanku.. membuangku seperti sampah.. apa kau tidak sadar kau telah banyak menyakitiku?” sahutku lirih dan hampir menangis.
Kyuhyun oppa bangkit dan kemudian berkata, “ Lebih baik aku pulang dulu, Siwon-ah kau keterlaluan. Bicarakan semua ini baik-baik.” Siwon oppa memalingkan mukanya dan aku tahu dia benar-benar emosi saat ini.
“Pulanglah Siwon oppa,, aku tak ingin melihatmu lagi. Aku sudah melupakanmu.” Sahutku sambil bergegas meninggalkannya.
Mianhae, aku harus melakukannya.. aku tidak ingin kau terus terpaku pada bayanganku. Hiduplah untuk dirimu sendiri, oppa. Hanya itu yang kuharapkan darimu saat ini.
“Wae geurae? Kenapa kau jadi seperti ini Hye Bin-ya? Aku tidak paham perubahan sikapmu ini!” teriaknya kesal.
Aku pura-pura tak memedulikannya, aku bergegas memasuki rumahku, dengan langkah gontai aku menuju kamarku yang berada di lantai dua. Kunyalakan lampu kamarku, udara di sana terasa menyesakkan seperti tidak berganti dari sejak kutinggalkan tadi siang. Aku merosot dan terduduk lemas di lantai yang terasa sangat dingin. Rasanya kepalaku sakit sekali, tiba-tiba layar hp-ku menyala.. nama Kyuhyun oppa berkedip-kedip di layarnya.
“Yeoboseyo oppa?” sahutku lemas.
“Chagiya gwaenchana?” sahutnya cemas. Aku tidak mungkin tidak apa-apa oppa..
“Ne, aku baik-baik saja. Oppa tidak usah mencemaskanku.” Sahutku sedikit serak.
“Syukurlah,, istirahatlah. Jangan terlalu dipikirkan, aku akan menyelesaikan masalah ini chagiya.” Sahutnya sambil hampir memutuskan percakapannya denganku. Tapi aku menghentikannya.
“Oppa jamkkanman…” sahutku kemudian.
“Ne, mwoya?”
“Oppa,, untuk beberapa hari ini kita jangan bertemu dulu ya? Aku ingin sendiri dulu, bolehkan?” sahutku kemudian. Dia tak langsung menjawab pertanyaanku, yang kudengar hanya desisan nafasnya samar-samar. “Oppa?” sahutku lagi.
“Arasseo.. cepat tidur chagiya. Jumuseyo.” Sahutnya terakhir kali lalu menutup teleponnya.
——————–
Beberapa hari kemudian..
Author P.O.V
Setelah beberapa hari kejadian malam itu berlalu, Hye Bin tak pernah menampakkan wajahnya lagi. Hal ini membuat cemas Siwon dan Kyuhyun. Mereka berusaha menemui Hye Bin tapi dia selalu menolak mereka. Dan setiap kali Siwon dan Kyuhyun tidak sengaja bertemu saat menuju rumah Hye Bin mereka selalu bertengkar,, hubungan mereka kini benar-benar seperti musuh. Tak ada kata sahabat lagi di antara mereka. Dan hal ini membuat Hye Bin merasa bersalah, karena kerap kali mereka bertemu di depan rumah Hye Bin mereka selalu saling mengacuhkan.. Sampai suatu saat Hye Bin memutuskan untuk menghilang selamanya..
Drrttt.. drrrtttt.. drrrtttt… Hp milik Kyuhyun tiba-tiba bergetar, nomor rumah Hye Bin berkedip di layarnya.
“Yeoboseyo eommonim?”
“Kyuhyun-ah,, aku tidak tahu Hye Bin ada di mana sekarang. Dia tiba-tiba menghilang dari kamarnya. Aku sangat cemas, aku takut kejadian seperti itu terulang lagi (waktu hye Bin berusaha bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya di laut)” sahut ibu Hye Bin dengan cemas.
“Mwo? Hye Bin-ya menghilang?” sahut Kyuhyun tak kalah cemas.
“Ne, eotteohke Kyuhyun-ah? Apa kau bisa membantuku mencarinya?”
“Geurom,, aku pasti akan mencarinya. Eommonim tenang saja yaa!”
Kyuhyun segera bergegas pergi dan mencari Hye Bin, dia juga mengabari Siwon dan memintanya untuk membantu mencari Hye Bin.
Hye Bin P.O.V
Aku tidak sanggup lagi melihat kalian selalu bertengkar karena diriku, aku ingin kalian seperti dulu. Sahabat yang saling mengerti satu sama lain. Aku benar- benar merasa bersalah pada kalian. “Mianhae oppa!!” sahutku sambil berjalan menyusuri jalanan kota Seoul yang ramai. Aku menghentikan langkahku, aku berdiri di depan penyebrangan. Lampu penyebrangan masih hijau dan kemudian berkedip-kedip.
‘Apa aku harus melakukan ini untuk membuat kalian seperti dulu lagi?’ sahutku dalam hati. Pandanganku terasa benar-benar ganar.
Kyuhyun P.O.V
Kau dimana Hye Bin? Kumohon jangan bertindak gegabah.. aku tidak siap untuk kehilanganmu seperti ini. Aku memedarkan pandanganku ke seluruh penjuru jalan, tapi aku tidak menemukan sosok yang kucari. Tiba-tiba pandanganku terhenti pada sosok yeoja yang berdiri mematung di depan penyebrangn, dia tampak sedang memerhatikan lampu penyebrangan.
“Andwae!! Jangan lakukan itu Hye Bin-ya!” teriakku pada yeoja itu.
Dia melirik ke arahku dan menatapku dengan tatapan nanar. Dia mulai melangkahkan kakinya, lampu masih hijau saat itu dan berkedip-kedip. Beberapa detik kemudian lampu berubah menjadi merah, aku berlari sekuat tenaga. Berusaha menghentikan tindakannya saat itu, kulihat sebuah truk berkecepatan tinggi melaju ke arahnya. Lalu….. BRUKKKK!! Terjadi sebuah tabrakan..
“Oppa!!!” jeritnya yang tersungkur di atas jalan.
Dia berusaha berdiri dan menghampiriku. Aku masih tergeletak di atas jalan, tubuhku terasa sangat kaku, pandanganku memudar karena darah yang mengucur hebat di wajahku.
“Oppa? Kenapa kau lakukan ini untukku? Aku yang seharusnya mengalami ini semua,” jeritnya sambil menangis.
“Gwaenchana chagiya..” sahutku kemudian lalu aku kehilangan kesadaranku.
——————-

Beberapa minggu kemudian..
Siwon P.O.V
Aku berjongkok di depan sebuah makam yang terlihat masih baru. Aku meremas jariku.. rasanya aku ingin menggantikan tempatmu di sana..
Tak lama kemudian aku bangkit dan berjingkat pergi dari makam itu, aku tidak tahan berada di tempat ini lama-lama. Aku berjalan menuju tempat mobilku di parkir. Aku melaju dengan kecepatan rata-rata, pikiranku benar-benar kacau saat ini. Aku memasuki halaman rumahku, dengan segera aku meluncur masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamarku. Aku bergerak menuju beranda, berharap ada udara yang dapat aku hirup. Aku masih sulit memercayainya, tindakan Hye Bin benar-benar di luar dugaan. Kyuhyun-ah juga sepertinya sama terpukulnya sepertiku. Aku berdiri di beranda kamarku sambil memerhatikan awan yang bergerak menuju pelukan awan hitam. Hatiku sakit sekali, rasanya aku tak sanggup hidup lagi.
#Flashback#
Hye Bin P.O.V
Kumohon oppa, kau harus baik-baik saja. Jika terjadi sesuatu pada dirimu aku tidak akan pernah memaafkan diriku lagi. Aku terisak di lobi rumah sakit yang terasa lembap. Tiba-tiba namja yang sangat ku kenal berdiri di hadapanku.
“Hye Bin-ya, gwaenchana?” sahutnya kemudian.
“Siwon oppa..” sahutku dengan mata masih penuh air mata. Dia duduk di sebelahku lalu membuatku bersandar pada bahunya.
“Dia akan baik-baik saja.. Hye Bin-ya percayalah padanya,” sahutnya menenangkanku.
“Kenapa dia harus melakukan itu?”
“Karena dia memang benar-benar mencintaimu. Aku malu pada diriku sendiri Hye Bin-ya, pada akhirnya yang rela mati untukmu bukanlah diriku. Tapi jika saat itu yang ada disana adalah aku, aku juga akan melakukan hal yang sama,”
Tiba-tiba ruang operasi terbuka, aku dan Siwon oppa segera menghampiri dokter dan menanyakan keadaan Kyuhyun oppa.
“Bagaimana keadaan Cho Kyuhyun sekarang dok?” sahut Siwon oppa mendahuluiku.
“Apa kalian kerabatnya?” Tanya dokter itu.
“Ye..” sahut aku dan Siwon oppa.
“Kalau begitu ikutlah denganku,” sahut dokter itu.
Aku benar-benar merasa takut, aku mengekor mengikuti dokter itu menuju ke sebuah ruangan yang berada di paling pojok lorong.
“Silahkan duduk.” Sahut dokter itu mempersilahkan. Kami segera duduk, perasaanku benar-benar tidak enak.
“Begini, sekarang kondisi pasien sudah membaik. Tapi..”
“Tapi apa dok?” sahutku memotong.
“Sepertinya dia akan kehilangan penglihatannya. Kalu ingin kembali seperti semula dia harus melakukan cangkok mata, tapi mendapatkan cangkok mata itu sangat sulit” sahut dokter itu.
Jederrrr!!! Rasanya petir seperti menyambar hatiku. Aku kalut sekali, aku membungkuk dan pamit dari ruangan itu, Siwon oppa berterima kasih pada dokter lalu pamit juga. Dia kemudian mengejarku, aku berjalan dengan langkah gontai. Aku masuk ke sebuah ruangan yang serba putih, kulihat Kyuhyun oppa terbaring tak berdaya. Aku kembali terisak, aku menghampirinya lalu duduk disebelah ranjangnya. Aku menggemggam tangannya yang terasa dingin, tangan yang dia ulurkan saat aku merasa putus asa.
“Oppa bagaimana ini? Aku sudah merebut cahaya dari hidupmu..” sahutku sedih, Siwon oppa berdiri di sampingku. Dia sedikit terisak juga. Aku bangkit dari dudukku dan berbalik pada Siwon oppa.
“Wae geurae?” sahutnya.
“Oppa tolong jaga Kyuhyun oppa untukku, aku akan pergi sebentar.” Sahutku kemudian. Siwon oppa mengangguk. Aku bergegas pergi dan berlari menuju ruangan dokter.
“Silyehamnida..”
“Ne.. masuklah,” sahut dokter itu ramah. Aku masuk dan kemudian membungkuk sedikit.
“Dokter,, ijinkan aku menjadi pendonor mata untuk pasien bernama Cho Kyuhyun,” sahutku mantap.
#Flasback End#

Aku termenung cukup lama.Tiba-tiba bel rumahku berbunyi, aku bergegas turun dan membukakan pintu.
“Permisi, aku mengantarkan paket.” Sahut seorang kurir.
“Ini untuk tuan Choi Siwon,” sahutnya menambahkan. “Aku sendiri” jawabku.
“Silahkan tanda tangan disini,” sahutnya sembari menyodorkan sebuah kertas.
Aku menerima sebuah paket yang tidak cukup besar. Aku membulak-baliknya, tidak ada nama pengirimnya. Aku merebahkan diri di sofa kamarku dan mulai membuka paket itu.
“Omona..” sahutku kaget. Paket itu barasal dari Hye Bin. Dia mengirimiku beberapa lembar fotonya saat kami masih bersama dan sebuah pucuk surat yang di balut amplop kuning cerah.

Untuk Choi Siwon
Annyeong haseyo oppa,
Saat kau menerima surat ini, aku sudah tidak ada di dunia ini lagi. Aku sudah berada di tempat yang tenang. Maafkan selama ini aku sudah banyak menyakitimu dan Kyuhyun oppa, aku sudah membuat persahabatan kalian hancur. Aku benar-benar merasa bersalah dan menyesal. Jangan seperti itu lagi, kumohon berbaikanlah dengan Kyuhyun oppa, jika tidak aku tidak bisa pergi dengan tenang. Carilah yeoja yang lebih baik dariku, yeoja yang tak akan menyakitimu seperti aku telah menyakitimu. Oppa selama ini aku tidak pernah membencimu walau kau telah meninggalkanku, tapi saat ini aku yang harus meninggalkanmu. Selamat tinggal, aku akan tetap menyayangimu…

Shin Hye Bin

Aku memeluk surat itu dalam dekapanku.. kenapa kau lakukan ini Shin Hye Bin? Aku mendapati ada sepucuk surat satu lagi, diamplopnya tercetak nama Cho Kyuhyun dengan huruf tebal. Apa kau ingin aku menyampaikan ini padanya? Aku bangkit dari dudukku, kemudian bergegas dan meraih kunci mobilku yang ku letakkan di atas meja.
In Kyuhyun house
Kyuhyun P.O.V
Kau tega sekali Hye Bin. Kenapa kau lakukan ini padakui? Aku tak memintamu untuk memberikan matamu untukku. Aku rela kehilangan cahaya selama kau tetap berada disampingku, justru aku seperti kehilangan cahaya yang sesungguhnya saat kau meninggalkanku seperti ini. Tiba-tiba bel rumahku berbunyi, aku melihat layar monitor di sebelah pintu rumahku.
“Nuguseyo?” sahutku.
“Ini aku Siwon, bukalah pintunya.” Sahutnya kemudian. Aku menekan beberapa tombol dan akhirnya berbunyi ‘klik’ dan pintupun terbuka.
“Wae geurae?”
“Aku mengantarkan sesuatu dari Hye Bin-ya,” sahutnya sambil masuk. Kemudian dia menyodorkan sepucuk surat yang di balut amplop biru lembut. Nama Cho Kyuhyun tercetak tebal di permukaannya.
“Apa ini? Kenapa ada padamu?” sahutku penasaran.
“Dia menitipkannya padaku”
Tanpa basa-basi lagi aku mulai merobek amplopnya, aku mulai membaca isi suratnya.

Untuk Cho Kyuhyun
Annyeong haseyo oppa,
Bagaimana kabarmu? Saat kau mendapatkan surat ini, oppa sudah dapat melihat kembali.. Iyakan? Aku tidak tahu harus berkata apa, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih karena sudah mengulurkan tanganmu saat aku sedang benar-benar terpuruk. Terima kasih karena sudah mempertaruhkan nyawamu untuk menolongku. Dan terima kasih telah menjadi seorang kekasih yang dapat kuandalkan. Oppa kuharap kau memahami tindakanku ini, aku tahu kau sangat marah saat kau tahu aku mendonorkan mata untukmu. Tapi, hanya itu yang bisa kulakukan untukmu oppa. Jangan menangis untukku lagi, gunakan mataku hanya untuk yang membuatmu bahagia. Teruslah hidup oppa, karena dengan begitu aku juga akan tetap hidup dalam hatimu..
Selamat tinggal

Shin Hye Bin

“Kau tahu Kyuhyun-ah? Dia mencintaimu juga.. tapi karena sikapku selama ini kalian jadi seperti ini, mianhae..” sahut Siwon-ah.
“Anio.. dia juga mencintaimu. Kau tidak tahu bagaimana keadaanya saat kau meninggalkannya, dia bahkan hampir bunuh diri di laut” sahutku kemudian.
“Ne, tapi pada akhirnya dia memilih untuk meninggalkan kita berdua,” sahutnya kemudian.
“Geurae, tapi dia tetap hidup dalam hati kita,” balasku.
“Geurom.. kita mencintai yeoja yang luar biasa,” sahut Siwon-ah sambil tersenyum.
“Ne…”
-THE END-

Yupp.. akhirnya selesai juga. Bagi yang udah baca baik yang sengaja atau tidak sengaja harap meninggalkan jejaknya. Tolong hargai author yang udah bikin FF ini ya..
No BASHING.. RCL PLEASE^^
PLEASE DON’T BE SILENT READERS^^
GOMAWO
– bow –
Cre : ~HyeWon
Reshare : Ly.bum^

Advertisements

Posted on September 12, 2012, in Fanfiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: