I Give My First Love To You

Title : I Give My First Love Tou You

Author : HyeWon/Hyebin

Akun FB : Reika Sonoda (Shin Hye Bin)

Genre : AU!, Sad, Romance little bit NC ^^

Rating : PG 17+

Length : Oneshoot

Words : 3.848

Cast : Choi Siwon
Shin Hye Bin

Support Cast : Lee Donghae

Author’s Note : FF ini hasil adaptasi dari film jepang dengan judul “Boku No Hatsukoi Wa Kimi Ni Sasagu” yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa inggris jadi “I Give My First Love To You”. Ini salah satu film favorit author hingga author pengen banget bikin versi FFnya and akhirnya baru kesampean kali ini. Hanya saja ada sebagian cerita yang author ubah agar cerita terasa lebih berwarna. Kalau ada readers yang kebetulan udah nonton filmnya, please don’t bash me! It’s just for fun ^^
Let’s Check this out!!!

“Semanggi berdaun empat..
Tolong sembuhkan dia.. beri dia kesempatan untuk mendapatkan cinta lebih banyak dariku..”
Seoul City Hospital

Author POV

Seorang yeoja kecil tengah menyembunyikan tubuhnya di balik pohon ek tua yang mulai merapuh. Matanya tertuju pada satu sosok bocah namja yang tengah duduk sambil menengadahkan kepalanya ke arah langit. Beberapa hari ini, dia selalu mengikuti sosok namja kecil itu hingga pagi ini dia berniat untuk menyapanya. Yeoja kecil itu.. Shin Hye Bin, anak satu-satunya dari kepala rumah sakit yang saat ini menjadi rumah kedua bagi sang namja kecil itu. Choi Siwon, namja imut yang sejak lahir sudah didiagnosa mengalami kelainan pada jantungnya hingga dia tidak mampu melakukan aktivitas layaknya anak seumurannya. Hye Bin mendekati namja kecil itu dengan ragu-ragu, dia tahu namja itu tidak pernah berhubungan dengan siapapun. Hingga akhirnya Hye Bin memutuskan untuk berteman dengannya.
“Annyeong Siwon-ssi..” sapa Hye Bin setelah langkah mungilnya membawanya ke depan namja pendiam itu.
Siwon sedikit tersentak, ini pertama kalinya ada yang menyapanya setelah sekian lama ia dirawat di rumah sakit itu. Hye Bin tersenyum renyah saat pandangan mata mereka bertemu untuk pertama kali.. lalu sejurus kemudian dia duduk disebelah Siwon yang kini sedang menatapnya.
“Apa aku menganggumu?”
“Aniya.. hanya saja aku kaget. Tidak pernah ada yang menyapaku selama ini.” Sahut Siwon kecil sambil tersenyum.
“Ne, aku tahu itu. Itu sebabnya aku menyapamu.” Jawab Hye Bin polos. Siwon terkekeh mendengar ucapannya.
“Wae? Kenapa tertawa?”
“Kau.. kau lucu. Gamsahamnida.. selama ini rasanya aku sudah lupa bagaimana caranya untuk tertawa. Hajiman.. jebal jangan mengasihaniku. Hye Bin-ssi.”
“Eh? Kau tahu namaku? Mian.. aku tidak bermaksud mengasihanimu. Aku hanya ingin berteman denganmu.”
“Tentu saja aku tahu.. kau adalah putri dari dokter yang selama ini menanganiku. Berteman? Dengan orang sakit sepertiku? Aku bahkan hanya bisa menghabiskan waktu bermainku dengan berbaring di tempat tidur.” Sahut Siwon datar.
Hye Bin terhenyak mendengar perkataan Siwon, perlahan dia menangis dan semakin lama semakin kencang. Siwon yang menyadarinya berubah menjadi panik dan tidak tahu harus bagaimana untuk menghentikan tangisan yeoja di depannya itu.
“Wae? Kenapa kau menangis? Apa aku berbuat salah?” tanya Siwon sambil mengusap air mata Hye Bin yang sudah membanjiri pipi mulus yeoja itu dengan deras.
“Aniya.. aku akan minta pada appa untuk menyembuhkanmu. Lalu kita bisa bermain seperti anak lain.. kalau perlu aku akan memohon pada semanggi berdaun empat agar kau bisa sembuh.” Sahut Hye Bin sesegukan.
Siwon tersenyum mendengarnya lalu mengangguk. “Kita.. Kita berteman ya! Sampai kakek dan nenek..” sahut Siwon sambil menyodorkan jari kelingkingnya di hadapan Hye Bin.
Hye Bin menatapnya dengan mata penuh air mata lalu mengangguk dan menautkan jari kelingkingnya dengan jari Siwon.
“Kita berteman.. sampai kakek dan nenek!” sahut mereka bersamaan sambil tersenyum.
**********
Siwon POV
Aku mengerjapkan mataku yang terasa berat, mataku berusaha beradaptasi dengan cahaya yang memaksa menerobos masuk ke dalam retina mataku. Mimpi itu telah membantuku kembali pada kesadaranku. Mimpi saat pertama kali aku bertemu dengan Hye Bin saat berumur 8 tahun. Saat itu dia satu-satunya orang yang mau menjadi temanku, hingga saat ini… saat aku sudah menginjak usia dimana aku sudah mengenal apa itu cinta. Ya.. Shin Hye Bin teman kecilku itu sekarang sudah menjadi yeojachinguku. Kami bahkan sekarang sekolah di SMA yang sama karena kondisiku yang berangsur membaik. Walau kadang aku harus membolos karena kondisi jantungku yang tiba-tiba lemah, tapi aku bersikeras tidak ingin berhenti dari sekolah itu.
“Siwon-ie.. kau sudah sadar? Ya!! Kau membuatku cemas! Sudah berapa kali kubilang jangan ikut pelajaran olah raga eoh??” sahut seorang yeoja yang baru saja memasuki kamar tempat aku dirawat saat ini.
Geurae.. saat ini aku sedang berada di rumah sakit setelah kemarin aku tumbang karena bersikeras mengikuti pelajaran olah raga di sekolahku. Aku tidak mau orang lain memandang sebelah mata dan terus-terusan mengejek Hye Bin karena mau berpacaran denganku.
“Mian.. aku hanya ingin mencobanya. Kukira kondisiku sudah membaik, ternyata sama saja..” sahutku sambil tersenyum miris.
Hye Bin menatapku dengan pandangan sedih aku tahu dia ingin menangis namun berusaha agar tidak menangis didepanku. Dia yeoja yang lebih tegar dibanding pertama kali aku bertemu dengannya.
“Siwon-ie.. kau mau ikut bersamaku?” sahutnya tiba-tiba.
Aku mengernyit heran, tanpa mendengar jawabanku dia membawa kursi roda ke hadapanku dan membantuku berdiri hingga akhirnya bisa duduk di kursi roda itu.
“Eodiga??”
Dia tidak menjawab pertanyaanku dan malah tersenyum lembut. Senyum yang selama ini selalu memberiku semangat untuk tetap hidup dan tidak menyerah pada takdir yang telah menungguku. Perlahan dia mulai mendorong kursi rodaku dan berhenti tepat di mulut taman rumah sakit.
“Kenapa kesini?” tanyaku penasaran sambil mengalihkan pandanganku ke arahnya. Kulihat taman hari ini cukup sepi.
“Untuk mencari keajaiban.” Sahutnya dengan mantap lalu membawaku ke tengah hamparan tanaman semanggi.
**********
Hye Bin POV

“Kenapa kesini?” tanya Siwon penasaran sambil menatapku yang sedang berdiri di belakang kursi rodanya.
Aku tersenyum lalu menjawab. “Untuk mencari keajaiban.”
Siwon mengernyit tak mengerti mendengar jawabanku, tanpa banyak berkata apapun aku mendorong kursi rodanya dan membawanya ke tengah taman. Tempat itu dipenuhi daun semanggi. Geurae.. aku kesini untuk mencari daun semanggi berdaun empat. Kudengar, siapapun yang bisa mendapatkannya dan mengucapkan permohonan.. maka permohonan itu akan terkabul. Aku mulai berjongkok dan mencari keberadaan daun semanggi berdaun empat itu. Aku tidak tahu apa daun itu benar-benar ada atau hanya mitos. Namun bukankah mencoba bukan hal yang salah?
“Mwo haeyo?” sahut Siwon sambil berusaha bangkit dari kursi rodanya dan kemudian berjongkok dihadapanku.
“Aku mencari semanggi berdaun empat.” Jawabku tanpa menatapnya dan tetap fokus pada pencarianku.
“Untuk apa?”
“Membuat permohonan.. ada yang ingin aku minta hehehe.” Sahutku sambil nyengir.
“Babo!! Kau percaya pada hal seperti itu?” decak Siwon sambil menatapku tak percaya.
“Tidak ada salahnya kan? Lagipula aku..” sahutku terputus, aku tidak tahu harus berkata apa.
“Arraseo.. aku juga akan membantumu mancarinya.” Sahut Siwon kemudian lalu dia mulai sibuk mencari daun semanggi itu yang entah benar-benar ada atau tidak.
5 menit..
10 menit..
20 menit..
30 menit..
Kami tak kunjung menemukan daun langka itu hingga hampir membuatku ingin menyerah. Mungkin daun itu tidak pernah benar-benar ada. Ini membuatku putus asa hingga akhirnya aku menghentikan pencarianku dan terduduk lemas di atas rumput sambil meluruskan kakiku yang terasa pegal. Sementara Siwon sepertinya belum menyerah dan tetap mencari keberadaan daun langka itu.
“Siwon-ie.. sudahlah.. sepertinya daun itu tidak pernah ada.” Sahutku agar Siwon berhenti dari aktivitasnya.
Siwon malah tersenyum ke arahku sambil mengacungkan sebelah tangannya. “Hye Bin-ah.. aku menemukannya.. daun itu.. benar-benar ada.” Serunya dan sukses membuatku berlari ke arahnya.
“Jinjja? Kau menemukannya? syukurlah..” sahutku lega.
Dia menatapku dengan ekspresi puas. “Akhirnya ada juga yang bisa kulakukan untukmu.” Sahutnya sambil menyerahkan daun mungil itu ke tanganku.
“Untukmu.. ucapkanlah permohonanmu.” Tambahnya kemudian.
Aku mengangguk lalu menutup mataku, kutarik nafasku dalam-dalam sebelum mengucapkan satu permohonan paling penting dalam hidupku itu.
“Semanggi berdaun empat..
Tolong sembuhkan Siwon.. beri dia kesempatan untuk mendapatkan cinta lebih banyak dariku..”

**********

Author POV
“Semanggi berdaun empat..
Tolong sembuhkan Siwon.. beri dia kesempatan untuk mendapatkan cinta lebih banyak dariku..”
Siwon tergelak mendengar perkataan Hye Bin. Hatinya bergetar saat mendengar yeoja yang dicintainya itu ternyata memohon untuknya. Dan entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar pemohonan singkat itu dari mulut Hye Bin.
“Hye Bin-ah..” sahut Siwon kemudian dan membuat Hye Bin menengok ke arahnya.
“Gomawo..” tambahnya kemudian.
Dengan perlahan Siwon mulai mendekatkan wajahnya ke arah Hye Bin. Berusaha menghapus jarak di antara keduanya hingga akhirnya bibir mereka saling terpaut. Dengan lembut Siwon mengecup bibir Hye Bin dan melumatnya perlahan.
“Kau akan sembuh.. aku yakin.” Sahut Hye Bin disela ciuman hangatnya bersama Siwon.
“Ne, jika aku sembuh.. aku akan menikah denganmu.” Jawab Siwon.
**********
Few days later..
Sapphire Blue High School

Masih Author POV

Siwon telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, namun hari ini dia terlihat tidak bersemangat dan sangat muram. Hye Bin menyadari hal itu namun dia tetap bungkam tidak ingin mengganggu pikiran Siwon dengan pertanyaannya. Mereka berjalan berdampingan menuju kelas mereka, tidak sedikit pasangan mata yang menatap mereka dengan pandangan aneh bahkan mengejek. Yah.. begitulah selama ini hari-hari yang mereka lalui di sekolah itu. Orang-orang selalu mempertanyakan kenapa Hye Bin bisa betah berpacaran dengan namja penyakitan seperti Siwon yang bahkan olah raga saja tidak mampu. Namun Hye Bin tidak pernah mempedulikannya.. hingga suatu hari ada seorang namja yang secara tegas menyuruhnya berhenti berhubungan dengan Siwon. Namja itu Lee Donghae.. teman sekelas Hye Bin yang baru saja pindah ke sekolahnya seminggu yang lalu.
Seperti biasa.. Hye Bin dan Siwon berpisah di tikungan menuju kelas mereka. Geurae.. mereka tidak sekelas. Hye Bin melanjutkan langkahnya setelah melihat Siwon masuk ke dalam kelasnya. Dia menghentikan langkahnya saat menyadari orang yang paling dihindarinya kini sedang berdiri dihadapannya.
“Hye Bin-ssi.. kenapa kau keras kepala sekali? Terus bersama Siwon hanya akan membuatmu menderita. Bukankah suatu saat dia akan meninggalkanmu?” sahut orang itu kemudian.
“Donghae-ssi.. tolong jaga ucapanmu. Siwon tidak akan pergi kemana-mana. Dia akan tetap bersamaku selamanya. Jadi berhentilah mengangguku dan jangan mempedulikan aku lagi.” Jawab Hye Bin datar lalu mencoba meninggalkan Donghae yang kemudian kembali menjegal langkahnya.
“Kau akan terluka nantinya.” Tambah Donghae kemudian.
“Terluka atau tidak itu semua bukan urusanmu.. jadi jangan mencoba melarangku lagi. Karena itu hanya sia-sia.” Sahut Hye Bin lalu menghempaskan tangan Donghae yang sedang memeganginya.
Hye Bin berdecak kesal setelah meninggalkan namja bernama Donghae itu, entah atas dasar apa namja itu terlalu mencampuri urusan yang sama sekali bukan urusannya. ‘Terluka? Itu sama sekali tidak akan terjadi.. karena Siwon akan sembuh!’ yakin Hye Bin dalam hati lalu kemudian menghilang di balik pintu kelasnya.
**********
Atap Sekolah..

Hye Bin POV
Aku kesal!!
Namja bernama Donghae itu sudah mengacaukan moodku pagi ini. Aku jadi sama sekali tidak konsen pada pelajaranku. Meninggalkan Siwon? jangan harap aku akan melakukannya! Dipaksa seribu kalipun aku tetap tidak akan melakukannya. Aku sudah terlalu lama mengenal dan mencintai Siwon, sulit bagiku untuk menerima kenyataan bahwa waktunya tidak lama lagi. Geurae.. tanpa sengaja aku mendengar percakapan appaku dengan keluarga Siwon, appa bilang kemungkinan Siwon bisa bertahan hidup hanya sampai umur 20 tahun. Aku tidak mau mempercayainya dan berusaha meyakinkan hatiku bahwa diagnosa itu salah. Appa bukan Tuhan, dia tidak punya kemampuan untuk menentukan kapan akhir hidup manusia. Bukankah begitu?
Drrtttt… Drttttt…
Aku terkesiap saat mendapati ponselku tengah bergetar singkat tanda adanya sebuah pesan masuk. Dengan sigap aku meraih ponselku dan membaca pesan singkat itu. Dari Siwon..
FROM: Siwon ❤

Eodiseo??

Aku mengetikan beberapa karakter lalu kemudian mengirimnya. Setelah selesai aku kembali memasukan ponselku ke dalam saku rokku. Entah kenapa aku merasakan perasaan aneh setelah mendapatkan pesan singkat dari Siwon, aku tidak tahu kenapa.. tapi rasanya ada sesuatu yang mengganjal perasaanku.
BRAKKK!!
Pintu atap terbuka lebar, aku berbalik dan mendapati Siwon sedang berjalan ke arahku dengan ekspresi yang sulit kuartikan. Sepertinya ada yang ingin dia sampaikan padaku. Hajiman.. Siwon hanya diam dan berdiri disampingku hingga akhirnya aku menghapuskan keheningan diantara kami dengan pertanyaan singkatku.
“Museum iriya?” sahutku.
Siwon tetap diam untuk sesaat, sepertinya dia masih mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan padaku kenapa dia hanya diam sedari tadi.
“Siwon-ie?”
“Hye Bin-ah.. kudengar kau sedang dekat dengan namja ya saat ini?” sahutnya kemudian dan sukses membuatku kaget.
“Mwo? Nugu? Kau dengar dari siapa?” sahutku kaget, jujur saja aku sama sekali tidak pernah dekat dengan namja manapun selain dia.
“Tidak penting aku mendengarnya dari mana, yang pasti semua orang sedang membicarakan masalah ini.” Jawabnya datar.
Pikiranku melayang.. bagaimana bisa ada gossip seperti ini. Mana mungkin aku dekat dengan namja lain sementara namja yang kucintai adalah Siwon sendiri. Apa dia tidak mengerti itu?
“Aku bersumpah! Tidak pernah ada namja yang dekat denganku selain dirimu.”
Siwon berdecak sinis, baru kali ini aku melihatnya seperti itu. Dia seperti bukan Siwon yang selama bertahun-tahun ini kukenal.
“Lalu bagaimana dengan namja bernama Donghae itu? kalau kau menyukainya tidak usah mencemaskanku. Lagipula kau akan lebih bahagia jika bersama namja ‘normal’ seperti dia.”
PLAKKKK!!
Aku mengeratkan tenganku yang memanas setelah menampar wajah Siwon yang kini tersenyum miris dihadapanku. Keterlaluan! Jadi selama ini dia menganggapku seperti itu? apa dia tidak pernah merasakan ketulusanku? Kenapa dia seenaknya saja mengucapkan hal seperti itu kepadaku?
“Hye Bin-ah.. kurasa sudah saatnya aku melepaskanmu.” Sahutnya datar.
“Mwo??”
“Kita berpisah.. aku tidak mau terlalu egois dengan membuatmu selalu disisiku.”
Aku tidak percaya!! Dia mengatakan hal itu dengan mudah.. hatiku sakit sekali mendengarnya mengucapkan kalimat itu.
“Kau bercanda kan?” sahutku dengan nada sedikit bergetar.
“Aniya..”
Aku tidak tahan lagi, air mataku tumpah tanpa bisa kutahan lebih lama lagi.
“Joha.. jika itu maumu.. kita berpisah! Aku tidak akan peduli lagi, terserah kau mau melakukan apa. Dan jangan muncul dihadapanku lagi.. aku membencimu.” Sahutku lalu bergerak pergi dari tempat itu tanpa mempedulikan jawaban dari Siwon.
**********
Author POV

“Joha.. jika itu maumu.. kita berpisah! Aku tidak akan peduli lagi, terserah kau mau melakukan apa. Dan jangan muncul dihadapanku lagi.. aku membencimu.”
Hye Bin berjalan dengan gusar meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan jawaban Siwon. Hatinya terlalu sakit untuk menerima bahwa orang yang selama ini ia percaya dan satu-satunya namja yang selalu ia cintai memintanya untuk meninggalkannya. Sementara itu, Siwon menatap punggung Hye Bin yang berjalan menjauh dengan tatapan sendu.
“Mianhae.. kisah cintaku punya batasan waktu. Aniya.. biar kuperbaiki.. kisah cinta kita punya batasan waktu.” Gumam Siwon sambil menundukan kepalanya.
**********

Few days later..

Benar saja.. hubungan mereka kini benar-benar berakhir. Hye Bin bahkan tak pernah menemui Siwon di rumah sakit bahkan ketika mendengar Siwon kembali tumbang. Dia hanya bisa melihat Siwon dari kejauhan. Sementara itu, keadaan ini memberikan keuntungan pada Donghae yang kini bisa lebih leluasa mendekati Hye Bin. Entah apa yang menjadi alasannya begitu gencar mendekati Hye Bin, karena setiap Hye Bin bertanya apa dia menyukainya.. Donghae selalu mengelak dan berkata bukan itulah alasannya mendekati Hye Bin.
Hingga pada suatu hari keakraban Donghae pada Hye Bin membuat Siwon geram. Yah.. walaupun dia sudah mengatakan semuanya berakhir, tidak berarti perasaannya pada Hye Bin ikut berakhir juga kan? Dia sudah mengenal yeoja itu dan mencintainya terlalu dalam, hingga tidak mudah baginya untuk menerima kedekatan Hye Bin dengan Donghae. Hingga akhirnya Siwon tidak tahan dan menantang Donghae untuk lari jarak 100 meter. Jika dia menang, maka Donghae tidak boleh mendekati Hye Bin lagi dan jika Donghae kalah.. maka dia akan mengalah. Donghae menolak tantangan Siwon dengan tegas karena tahu akan kondisi Siwon. Jika Donghae menyetujui keinginan Siwon, sama saja dia menemani Siwon untuk mengakhiri hidupnya lebih cepat. Namun pada akhirnya..
“Arraseo Siwon-ssi.. aku setuju! Tapi aku tidak menanggung akibat yang akan kau terima setelah ini.” Jawab Donghae pasrah.
Siwon mengangguk lalu dimulailah pertandingan lari jarak pendek itu. Mereka berdua lari sekuat tenaga, bahkan Siwon sudah hampir kehabisan nafasnya. Namun dia tidak menyerah dan akhirnya memenangkan pertandingan itu.
“Aku menang..” sahut Siwon senang dengan nafas terengah. Dia merasakan jantungnya sakit sekali namun berusaha menahannya.
“Geurae.. kau menang Siwon-ssi. Kurasa rasa cintamu pada Hye Bin yang membuatmu bertahan.” Sahut Donghae sambil tersenyum dan menepuk bahu Siwon.
“Seperti janjimu.. mulai sekarang berhentilah mendekati Hye Bin.” Sahut Siwon tegas.
“Arraseo.. lagipula aku tidak punya perasaan pada Hye Bin.” Jawab Donghae dan sukses membuat Siwon terperangah.
“Lalu apa alasanmu mendekatinya?”
“Aku hanya tidak ingin melihat ada orang yang menangis karena ditinggal oleh orang yang dicintainya. Aku tahu bagaimana rasanya. Sudah ya.. annyeong.” Sahut Donghae lalu kemudian bergerak meninggalkan Siwon yang tengah mematung.
**********
Hye Bin POV

09.45 pm

Selama ini aku tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak, selalu saja ada yang mengganggu pikiranku. Aku takut pada banyak hal sekarang.. rasanya aku takut ketika aku bangun aku mendengar kabar bahwa Siwon sudah tiada. Aku belum siap untuk kehilangannya.
Drrttt… Drrttttt….
Ponselku bergetar panjang, aku meraihnya dan mendapati sebuah panggilan masuk. Dari Siwon? mataku membulat saat menangkap nama itu berkedip di layar ponselku. Aku menekan tombol hijau dan menerima panggilan darinya.
“Yeoboseyo..”

“…..”

“Wae?”

“…..”

“Mwo? Jigeum? Museum iriya??”

“…..”

“Arraseo..”
Pip.. aku memutuskan hubungan teleponku setelah menyetujui permintaan aneh Siwon barusan. Dia menyuruhku datang ke sekolah dan menemuinya di ruang klub memanah. Ya.. selama ini aku mengikuti klub memanah, sedangkan Siwon.. karena kondisinya tidak memungkinkan, dia sama sekali tidak mengikuti klub apapun. Aku tahu dia sangat gerah dengan keadaannya dan kelemahannya.. tapi satu hal yang kusukai darinya.. dia sama sekali tidak pernah mengeluh.
**********
Aku keluar dari taxi dan mulai melangkahkan kakiku menuju ruang klub memanah yang berada di belakang gedung sekolah. Di malam hari sekolah terasa sangat menakutkan, aku tidak tahu apa maksud dari panggilan Siwon padaku malam-malam begini. Ini bahkan pertama kalinya aku berbicara dengannya setelah kejadian di atap waktu itu. Akhirnya aku sampai di tempat tujuanku, aku menggeser pintu berat yang menghubungkanku langsung ke dalam ruangan klub. Aku melangkahkan kakiku perlahan dan mendapati Siwon sedang berdiri di depan jendela tanpa tirai.
“Wae geurae?” sahutku sambil bergerak menuju saklar yang berada di bagian dalam ruangan namun Siwon mencegahku.
Aku menatapnya yang kini sedang menggenggam tanganku dengan erat. Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dilakukannya saat ini.
“Siwon-ie? Ada apa? Kau aneh sekali.”
Siwon menggeleng cepat dan tersenyum, “Hye Bin-ah.. maukah kau mengajariku memanah?”
Aku menatap Siwon penuh selidik, namun pada akhirnya aku menyetujui permintaan Siwon dan mengajarinya bagaimana cara memanah. Ditengah latihan tiba-tiba Siwon menjatuhkan busur dan anak panahnya lalu berbalik ke arahku dengan pandangan tajam. Ada apa lagi dengannya?
“Hye Bin-ah.. maukah kau menjadi milikku malam ini?” sahut Siwon tiba-tiba dengan wajah serius.
Aku tersentak dengan ucapannya, tidak biasanya dia bertingkah seperti ini. “Apa maksudmu?” sahutku gugup.
“Ne.. sebagai hadiah untukku karena aku telah menang.” Jawabnya sambil tersenyum.
Aku mengeryitkan keningku.. “Menang? Menang dari apa?” sahutku tak mengerti.
“Menang karena sampai detik ini aku masih hidup.” Sahut Siwon kemudian.
Dia mulai memelukku dengan erat dan menciumku dengan paksa. Aku menolaknya dengan lembut namun Siwon tidak melepaskanku hingga akhirnya aku menuruti kemauannya dan menghabiskan waktuku bersamanya.
**********
Siwon POV
Aku merasakan jantungku semakin sakit, rasanya waktuku untuk bersama Hye Bin hanya sampai disini. Aku menatap lekat wajah Hye Bin yang tertidur dalam dekapanku. Rasanya aku tidak ingin meninggalkan sosok ini. Aku ingin selalu bersamanya.. aku mengecup lembut keningnya dan tak lama kemudian dia mengerjapkan matanya.
“Kau sudah bangun?” sahut Hye Bin saat mendapatiku yang tengah menatapnya.
“Ne.. apa kau tidur nyenyak?” sahutku sambil tersenyum.
“Emm.. yah cukup nyenyak.” Sahutnya lalu duduk menghadapku.
Hye Bin menatap lekat wajahku, bisa kurasakan dia mencemaskanku. Belum lagi aku tidak bisa menyembunyikan rasa sakit yang sedang menyerangku.
“Gwaenchana? Kau terlihat sangat pucat..” sahutnya sambil mengelus pipiku.
Aku hanya tersenyum lalu menggeleng dengan cepat. Aku tidak ingin membuatnya mengkhawatirkanku. Namun sepertinya Tuhan berkehendak lain, dia membuatku tidak mampu bertahan lagi dengan rasa sakit yang kurasakan hingga akhirnya aku ambruk ke dalam pelukan yeoja di depanku.
“Siwon-iee… kau kenapa??”
**********

Hye Bin POV
Aku setengah berlari mengikuti Siwon yang saat ini sedang di bawa menuju ruang ICU. Hatiku bergejolak.. aku sungguh takut kehilangan namja yang baru saja menghabiskan malamnya bersamaku. Tak lama kemudian datang pasien baru yang sangat kukenal menyusul Siwon. Aku terbelalak mendapati sosok itu adalah Donghae.
“Suster.. kenapa dengannya?”
“Tuan ini.. dia mengalami kecelakaan dan sekarang sepertinya keadaanya sedang kritis. Saya belum bisa memberitahu lebih jelas lagi sebelum mendapat kepastian dari dokter.”
“Ahh ne.. gamsahamnida.” Sahutku sambil membungkuk.
Beberapa saat kemudian aku melihat Choi ahjussi dan istrinya menghampiriku. Mereka terlihat sangat panik. Tentu saja.. karena keadaan Siwon tak kunjung membaik. Aku berlari dan memeluk Choi ahjumma dengan erat. Aku sudah menganggapnya seperti ibuku sendiri.
“Eommonim..” sahutku sambil menangis.
“Apa yang terjadi Hye Bin-ah? Kenapa dia tiba-tiba seperti ini?” sahut Choi ahjumma sambil mengelus punggungku.
“Mollayo.. dari kemarin sikapnya aneh. Aku tidak tahu apa yang sudah dilakukannya.. tapi sepertinya dia sudah mengetahui kalau dia akan jadi seperti ini.” Sahutku sesegukan.
Kulihat Choi ahjussi terduduk lemas di kursi tunggu sementara Choi ahjumma masih memelukku dengan erat. Beberapa saat kemudian, aku melihat appa berjalan ke arah kami dengan wajah tegang.
“Appa?” sahutku dengan nada bergetar.
“Sepertinya kita harus segera melakukan operasi. Kebetulan saat ini ada pasien yang sedang kritis juga.. harapan hidupnya tinggal 2% jika keluarga pasien mengijinkan.. kita bisa memintanya untuk melakukan operasi cangkok jantung untuk Siwon.” sahut appaku kemudian.
“Nugu? Nugu appa? aku akan memohon pada keluarganya untuk memberikan jantung pasien itu pada Siwon.” sahutku sambil mengguncang lengan appa.
“Tenanglah chagiya.. kau tak boleh memaksa mereka.” Sahut appa.
Aku menggeleng dengan cepat. “Aniya.. aku akan mencobanya. Dimana mereka??”
**********
Few days later..

Author POV

Hye Bin menggenggam erat jarinya dan menahan tangisannya agar tidak tumpah kembali. Dia menatap nanar kertas yang di berikan Siwon kecil padanya beberapa tahun lalu.
“Untuk semua orang yang kucintai, walaupun aku pergi, aku tetap ingin kalian semua hidup bahagia. Siwon.”

Hye Bin terduduk lemas saat ia kembali mengingat kejadian hari itu.. hari dimana Siwon memutuskan untuk pergi selamanya. Hari itu dia sempat sadar dan mendapat kabar kalau dirinya sudah mendapatkan donor jantung. Dia sempat senang dan kembali memiliki semangat untuk hidup. Namun tiba-tiba kondisi pasien yang akan mendonorkan jantung untuknya berangsur-angsur membaik, hingga akhirnya pihak keluarga pasien membatalkan pendonorannya. Hye Bin yang tidak terima berusaha memohon agar mereka tidak membatalkannya, namun aksi Hye Bin dihentikan oleh Siwon yang tanpa sengaja mendengar permohonan Hye Bin itu dari kamar rawat di depan kamar rawat Siwon.
Betapa terkejutnya Siwon saat mengetahui pasien yang hampir mendonorkan jantung untuknya adalah Donghae. Dengan tegas Siwon menolak pencangkokan itu dan memilih untuk menunggu takdir menjemputnya. Hingga akhirnya.. kondisi Siwon semakin memburuk dan mengharuskannya menyerah di ruang operasi.
Mengingat kejadian itu Hye Bin menangis dengan keras, dia benar-benar tidak sanggup menerima kenyataan bahwa Siwon sudah meninggalkannya. Padahal, kini dia sedang memeluk abu jenazah Siwon yang sudah dikremasi. Perlahan Hye Bin menghapus air matanya dan kemudian mulai menyapukan bedak tipis diwajahnya yang terlihat sangat pucat. Dia membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju sebuah gereja dengan balutan gaun pengantin. Dia memasuki gereja itu dan berjalan menuju altar sambil membawa abu jenazah Siwon dalam pelukannya.
“Siwon-ie.. akhirnya impian kita terwujud. Tapi ini tidak mudah. Tetap hidup adalah hal yang menyedihkan. Tapi kau tahu, aku tidak menyesal sama sekali, karena aku bertemu denganmu, karena aku mencintaimu. Jika aku bertemu denganmu lagi, meski aku sudah tahu risiko menyedihkan apa yang akan menantiku, aku tetap akan jatuh cinta padamu lagi.” Gumam Hye Bin kemudian.

—THE END—
Cre : HyeWon~
Reshare : Ly.bum^

Advertisements

Posted on September 12, 2012, in Fanfiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: