Blog Archives

Siwon Super Junior Akhirnya akan Muncul di Serial ‘The King of Dramas’

Siwon Super Junior Akhirnya Akan Muncul di Serial ‘The King of Dramas’

siwon the king of drama

Siwon Super Junior sekarang akan muncul di serial The King of Dramas.

Siwon muncul untuk pertama kalinya di episode ketiga dalam drama ini, yang akan segera di tayangkan pada tanggal 12 November. Dia memainkan peran sebagai Kang Hyun Min, Hyun Min adalah salah satu selebriti yang paling populer di Asia. Pribadinya agak kasar namun tetap sederhana dan tegas.

Siwon sebenarnya memang salah satu selebriti Asia yang paling populer di dunia nyata sebagai member Super Junior, salah satu grup Hallyu yang paling populer. Namun, ia akan memerankan tipe karakter bintang terkenal yang berbeda dalam serial drama ini. Kang Hyun Min sangat tampan tapi tidak sempurna, dia selalu membuat banyak kesalahan.

Dalam episode ketiga, Siwon bertemu Anthony Kim (diperankan oleh Kim Myung Min) dan berbicara tentang drama serial terbaru dengannya. Produser Anthony Kim dan penulis Lee Go Eun (diperankan oleh Jung Ryeo Won) akan berjuang untuk membuat Kang Hyun Min masuk dan bermain ke dalam dramanya.

Episode ketiga ini akan ditayangkan pada tanggal 12 November.

 

Source: korea.com

Credit: @KoreanIndo | JellyFish @kpopforus

PLEASE, TAKE OUT WITH FULL CREDIT!

Advertisements

Title : What Is Love

Author : Hyebin – Cherish Shin

Akun FB : Reika Sonoda (Shin Hye Bin)

Genre : AU!, Romance

Rating : PG 15

Length : Twoshoot

Cast : Choi Siwon
Shin Hye Bin

Support Cast : JongHyun Couple
HEE Couple
Kim Rae Won (hanya pinjam nama saja)
Shin Dong Hee
Other..

“Bagiku cinta itu memberi kesempatan.. kesempatan untuk memulai kehidupanku yang baru.” – Shin Hye Bin quotes

“Berhentilah terpaku pada bayangan cintamu di masa lalu. Sambut aku sebagai masa depanmu.” – Choi Siwon quotes

~*~*~*~*~*~

Seoul, January 4th 2012. Han River. Winter’s day.

Seorang yeoja dengan wajah membeku menatap nanar ke arah sungai yang –juga- terlihat membeku. Menunggu.. yah itulah yang selalu dilakukannya setiap hari. Rela membeku hanya demi menunggu seseorang yang mungkin tidak akan pernah bisa dilihatnya.

Yeoja itu.. Shin Hye Bin. Seorang mahasiswa jurusan seni di Universitas Seoul, dia yeoja yang pandai namun sedikit tertutup. Teman yang ia milikipun jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Dia mulai menutup diri setelah kejadian besar menimpanya.. kejadian memilukan atau bahkan lebih tepat disebut sebagai kebodohan terbesar yang pernah dilakukannya.

Drrrttt… Drrtttt… Drrttttt…

Sebuah getaran membuatnya mengalihkan fokusnya pada ponsel yang sedari tadi berada dalam genggaman tangannya yang memucat. Sebuah pesan..

From: Jung Hyun Jin

Eodiseoyo?? Aku di apartementmu sekarang.

Hyebin mengembuskan napas panjang setelah mendapat pesan singkat dari Jung Hyun Jin, salah satu teman terdekatnya selain Raehee. Jung Hyun Jin dan Choi Rae Hee adalah sahabat Hyebin satu-satunya.

To: Jung Hyun Jin

Aku pulang sekarang. Gidarilke!

Hyebin memasukan ponselnya lalu kemudian bangkit dan pergi dari tempat dingin itu. Tempat yang memberikannya kenyamanan dan kehangatan walau dalam cuaca sedingin es.

“Hari ini aku pulang.. besok aku akan kembali. Kuharap kau ada disini saat itu.”

-oOo-

Daemoon Apartement 15th Floor. Gangnam. 04.20 pm KST. Seoul.

“Ya!! Babo yeoja! Darimana saja kau dicuaca sedingin ini??” seru sebuah suara begitu Hyebin memasuki apartementnya.

Hening..

Jung Hyun Jin.. yeoja yang kadang hanya disapa Hyunjin itu mengerucutkan bibir saat Hyebin memasuki apartementnya tanpa mempedulikan teriakannya tadi. Hyebin berjalan ke arah dapur tanpa sepatah katapun lalu membuat tiga gelas coklat panas. Jamkkanman! Tiga gelas??

“Nona Shin! Kau mengacuhkanku lagi!” geram Hyunjin kemudian.

Hening..

Hyebin tetap asyik dengan tiga gelas coklat panasnya sementara Hyunjin duduk di sofa dengan seorang yang sedari tadi diam menemaninya tanpa berniat untuk meredam kekesalan Hyunjin pada Hyebin. Hyunjin.. sebenarnya dia sudah terbiasa dengan sikap dingin Hyebin. Namun dia selalu merasa kesal saat Hyebin tak mempedulikan dirinya.

“Untukmu..” sahut Hyebin setelah kembali dari dapur dengan membawa tiga gelas coklat panas.

“Gomawo..” jawab Hyunjin dan seseorang disebelahnya.

Hyebin duduk di sofa tepat di depan Hyunjin yang memandanginya dengan tatapan penuh selidik. Didapatinya muka Hyebin yang pucat bahkan hampir membeku.

“Kau dari sungai han lagi ya?” sahut Hyunjin kemudian.

“Eoh..” jawab Hyebin datar.

“Wae? Bukankah..”

“Aniya..”

“Shin Hye Bin.. jangan kau pikir aku tidak tahu kalau selama ini kau menunggu namja itu disana. Bukankah dia sudah bilang tidak ingin bertemu denganmu lagi?”

“Kapan? Aku tidak ingat dia bilang seperti itu.”

“Arra.. aku tahu dia tidak bilang. Tapi dengan sikapnya yang menolakmu secara tegas bukankah itu menunjukkan dia tidak ingin melihatmu lagi? Untuk apa kau menunggunya? Kau selalu menutup matamu dan tidak percaya padaku, kami bahkan kenyataan yang tergambar di depan matamu sendiri.” Sahut Hyunjin tegas dan sukses membuat yeoja bernama Hyebin itu bergetar hebat.

“Hyunjin-ah… sudahlah.” Sahut sebuah suara di sebelah Hyunjin. Dia tahu keadaan ini akan menjadi panas setelah pembicaraan mengenai namja itu disinggung di depan Hyebin.

“Chagi.. aku benarkan? Dia itu terlalu menutup diri. Seandainya saja dia lebih bisa menerima kenyataan dia tidak akan sesakit ini.”

Hyebin masih mematung mendengar pernyataan Hyunjin. Benarkah dia seperti itu? Terlalu menutup diri dan tidak mau menerima kenyataan? Benarkah namja itu sudah tidak menginginkannya?

“Hye.. kumohon berhentilah bersikap bodoh. Kau rela membeku demi menunggu seorang namja yang bahkan mungkin tidak mengingatmu sama sekali.” Cibir Hyunjin lalu kemudian menyesap coklat hangatnya yang kini mulai terasa hambar.

“Apa yang harus kuhentikan? Seingatku aku belum melakukan apa-apa selain menyakitinya. Tidak bolehkah aku berharap perasaannya kembali padaku?” sahut Hyebin dengan suara bergetar.

Yesung menatap Hyebin yang sepertinya ingin menyembunyikan air matanya di depan namja itu, namja yang tidak lain adalah kekasih Jung Hyun Jin. Dia beralih menatap Hyunjin lalu memberikan kode, “Aku keluar dulu.” Hyunjin mengangguk dan kemudian bangkit dari posisinya yang semula. Dia berjalan mendekati Hyebin yang tertunduk dengan tubuh sedikit bergetar. Yeoja itu.. menangis..

“Hye.. kau bisa melakukannya. Kau tidak mencintainya.. kau hanya merasa bersalah karena telah melukai hatinya.” Sahut Hyunjin sambil merangkul bahu Hyebin. Dia tahu sahabatnya itu benar-benar rapuh saat ini.

“Jika kau melanjutkannya kau akan semakin terluka.” Tambah Hyunjin kemudian.

Hyebin terisak dia bahkan tidak sanggup membantah atau mengatakan sesuatu setelah mendengar pernyataan Hyunjin. Karena jika boleh jujur dia sendiri tidak memahami perasaannya sendiri. Perasaan sakit yang dia rasakan untuk namja yang mungkin saat ini dikiranya adalah cinta. Tapi benarkah itu bukan cinta? Apa perasaan bersalah seperti yang dikatakan Hyunjin? Entahlah.. ini terlalu sulit untuk dipecahkan saat dia sendiri belum menyadari apa yang sebenarnya dia rasakan.

“Akan kucoba.. mungkin kau benar. Aku terlalu menutup mataku.” Jawab Hyebin pada akhirnya setelah keheningan tercipta beberapa saat yang lalu.

“Hwaiting!! Aku akan membantumu! Cara terbaik melupakan masa lalu adalah memulai hidup baru. Akan kucarikan namja yang cocok denganmu.. jadi cepat lupakan namja bernama Kim Rae Won itu arra!!” sahut Hyunjin bersemangat.

Kim Rae Won.. ya dialah namja yang sukses membuat Hyebin bertindak bodoh. Benarkah itu bodoh? Entahlah..

“Ya!! Aku tidak memintamu mencarikan namja untukku babo!” balas Hyebin sambil menyeka air matanya yang menggantung disudut matanya yang basah.

-oOo-

Two weeks later. January 18th 2012. Seoul University. 01.25 pm KST. Cafétaria.

Setelah kejadian hari itu Hyebin tidak lagi pergi ke sungai Han. Sepertinya ucapan Hyunjin benar-benar membuka matanya kali ini. Dia bahkan bersikap lebih terbuka dan lebih ceria walau sifat dinginnya pada namja tidak pernah berubah. Sebenarnya jika boleh jujur sifat inilah yang selalu membuatnya gagal mendapatkan cinta. Selalu terlambat untuk menyadari perasaannya sendiri, hingga terakhir kali sikapnya itu telah menyakiti Raewon. Namja yang selama setahun menyukai Hyebin namun Hyebin tak pernah membalasnya dan semuanya menjadi penyesalan setelah namja itu menghilang dan meninggalkan Hyebin. Baiklah.. sudah cukup untuk mengulas masa lalunya yang terkesan bodoh itu.

“Hyebin-ah!” sahut seseorang dibelakang Hyebin.

Hyebin menoleh dan mendapati dua pasangan yeoja-namja yang berjalan menghampirinya lengkap dengan nampan di tangan mereka masing-masing. Pasangan-pasangan itu.. Hyunjin dan kekasihnya Kim Jong Woon yang lebih akrab disapa Yesung serta Raehee dan Heechul. Raehee dan Hyunjin duduk disebelah Hyebin sementara kedua namja itu duduk tepat dihadapan ketiga yeoja itu.

“Annyeong Hyebin-ah.” Sapa Heechul dan Yesung bersamaan.

“Eoh.. annyeong oppa.” Balas Hyebin kemudian.

Setelah menyapa dua namja sahabatnya itu, Hyebin kembali fokus pada sarapannya. Sarapan di tengah hari memang sudah menjadi kebiasaanya, dan itu sering menjadi bahan omelan dua yeoja disebelahnya.

“Biar kutebak.. hari ini ada yang ingin kau ceritakan pada kami kan, Hye??” sahut Raehee tiba-tiba dan membuat empat orang itu berhenti melakukan aktivitas mereka dan beralih menatap Raehee.

“Mwo? Aniya… Apa terlihat seperti itu?” balas Hyebin sekenanya.

“Ya!! Ceritakan! Kau pacaran kan?”

“Uhukk.. uhukkk.. m-mmwoo??” sahut Hyebin setengah tersedak oleh sereal yang menyangkut dengan manis ditenggorokkannya.

Hyebin meraih segelas air putih lalu dengan cepat meminumnya, berharap sereal itu lekas pergi dari tenggorokkannya.

“Jeongmal?” Hyunjin meresponnya setelah membantu Hyebin minum.

Semua menunggu jawaban Hyebin dengan ekspresi penasaran tak terkecuali dengan dua namja di depannya yang –juga- tidak ingin ketinggalan obrolan langka mengenai ‘pacar’ Hyebin.

“Aniya.. pacaran darimana? Kau dapat kabar aneh itu dari mana sih Hee?” sahut Hyebin sambil menjitak pelan kepala Raehee dan sukses membuat yeoja itu merengut. Sementara ketiga temannya hanya terkekeh pelan.

“Ya! Tidak usah menjitakku segala babo! Aku melihatnya nona Shin.. kau sedang mengobrol dibelakang aula dengan seorang namja, bahkan sesekali terlihat tertawa bersama, kau bukan tipe orang yang mudah bergaul dengan namja bukan? Jadi kupikir kalian.. lagi pula dia namja yang tampan menurutku.” Balas Raehee dan dibalas dengan pandangan membunuh Heechul.

“Baiklah.. tapi tidak setampan Kim Heechul. Puas?” Tambah Raehee kemudian sambil membalas tatapan Heechul.

“Nuguya Hye?? Kau benar-benar punya namjachingu?” sahut Hyunjin dengan wajah penasaran.

“Apa dia lebih tampan dariku? Mana mungkin hahaha..” sahut Yesung yang dibalas Hyebin dengan tatapan ngeri.

“Dia bukan pacarku arra! Dia teman sekelompokku.. teman kalian juga.” Balas Hyebin datar.

“Teman kami juga? Maksudmu?” sahut Yesung kemudian.

“Kalian tahu Choi Siwon kan? Mahasiswa yang baru pindah kemari satu minggu yang lalu? Kebetulan aku sekelompok dengannya, sebenarnya bukan kebetulan karena namja itu yang memintaku untuk sekelompok dengannya. Kurasa dia namja yang pintar jadi tidak buruk juga untuk menjadi teman sekelompoknya.” Sahut Hyebin menjelaskan dan kemudian melanjutkan makannya yang sempat tertunda karena pernyataan Raehee.

“Lalu apa yang kalian lakukan tadi?” tanya Raehee merasa tidak puas dengan bantahan Hyebin.

“Lakukan apa? Eobseo.. dia hanya meminta nomor ponselku agar mudah menghubungiku.. itu saja.”

Mendengar pernyataan Hyebin keempat temannya itu saling berpandangan dan tersenyum aneh.

“Apa dia terlihat seperti tertarik padamu Hye? Misalnya dia memperhatikanmu diam-diam?” sahut Hyunjin kemudian.

Hyebin menatap Hyunjin dengan pandangan bosan. Ingin sekali dia mengatakan ‘Bisakah kalian berhenti menanyakan hal-hal tidak penting seperti itu?’ Hyebin benar-benar masih tidak ingin terlibat dengan namja manapun saat ini. Terlebih namja bernama Choi Siwon itu. Entah kenapa setiap melihat namja bernama Choi Siwon itu dia merasakan perasaan sesak yang sama sekali membuatnya tidak nyaman. Dan itu benar-benar ingin dihindarinya. Sekelompok dengannya juga mungkin akan menjadi penyesalan tersendiri untuk Hyebin.

“Aku sudah selesai makan. Na kkalkae.. kalian teruskan saja.” Sahut Hyebin kemudian, lalu berjalan meninggalkan mereka berempat.

“Aish!! Dia itu selalu saja menghindar kalau sudah menyangkut namja. Dia alergi namja atau apa sih?” gerutu Raehee kemudian.

“Jamkkanman! Bukankah namja yang mengikuti Hyebin itu Choi Siwon? Sepertinya akan ada pasangan baru sebentar lagi.” Sahut Yesung yang dibalas seringaian aneh dari tiga makhluk di depannya.

-oOo-

“Hyebin-ah.. jamkkanmanyo.” Sahut seorang namja di belakang Hyebin dan sukses membuat Hyebin menoleh ke arahnya.

Namja itu.. Choi Siwon. Namja yang dikabarkan Raehee –sahabatnya- itu sebagai namjachingunya.

“Wae? Bukankah kita tidak seakrab itu?” sahut Hyebin datar.

“Eh? Mian apa aku harus menggunakan embel-embel –ssi untuk memanggilmu?” tanya Siwon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Aaa.. aniya. Mian kurasa aku yang tidak sopan, kau boleh memanggilku dengan panggilan yang kau suka. Hanya saja tadi aku masih terbawa kesal dengan pernyataan sahabatku jadi tidak sengaja bersikap seperti itu padamu.” Sahut Hyebin melembut.

“Wae?”

“Mereka menggosipkan kita. Ada-ada saja.. mana mungkin kan.” Sahut Hyebin sambil terkekeh pelan.

“Ha? Menggosipkan?” sahut Siwon kemudian.

“Eoh.. hajiman jangan khawatir mereka bukan tipe yang suka menceritakan hal-hal seperti itu pada publik. Jadi tidak usah takut digosipkan denganku Siwon-ssi.” Jawab Hyebin kemudian.

“Aniya.. aku tidak masalah digosipkan denganmu. Nan joa..” sahut Siwon sambil tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya yang –mungkin- membuat hati Hyebin bergetar.

“Ya!! Jangan berkata seperti itu! Aku bisa salah paham.” Sahut Hyebin sambil bergegas pergi meninggalkan Siwon yang menatap punggungnya dengan senyum penuh arti.

“Babo!! Mana mungkin aku berbicara seenaknya. Semuanya ada maksudnya Hyebin-ah.. hanya saja sepertinya sulit membuatmu mengerti.” Gumam Siwon kemudian.

-oOo-

Daemoon Apartement 15th Floor. February 3rd 2012. Gangnam-Seoul. Rainy day.

Hyebin menatap sosok seorang namja di depan pintu apartementnya dengan mata membulat. Namja itu Choi Siwon.. namja yang kini tengah tersenyum renyah dengan penampilannya yang basah kuyup. Namja yang selalu membuat Hyebin merasa aneh saat berada di dekatnya. Mungkinkah Hyebin merasakan sesuatu yang Raehee dan Hyunjin sebut sebagai cinta? Secepat itukah? Apakah sosok Raewon sudah benar-benar menghilang dari hatinya?

Jujur saja.. setelah kejadian di cafétaria itu Hyunjin dan Raehee mendekati Siwon dan mencari tahu perasaan Siwon terhadap Hyebin. Dan sebuah kejutan besar akan menyambut Hyebin jika dai mengetahui itu semua. ‘Kurang kerjaan!’ Itulah mungkin yang akan dikatakan Hyebin saat mengetahui kedua sahabatnya melakukan hal-hal yang tidak perlu untuknya.

“Wae geurae?? Bagaimana bisa kau kesini?” sahut Hyebin tanpa mempersilahkan Siwon masuk terlebih dahulu.

“Ahh.. aku memikirkan kata-kata sahabatmu beberapa hari yang lalu. Mungkin memang terlalu cepat, tapi bukankah ini bisa membantumu memulai masa depan?” jawab Siwon sambil mengeratkan tubuhnya. Sepertinya namja jangkung itu mulai merasakan kedinginan.

“Ne? Masa depan? Apa maksudmu? Ahh.. aku lupa. Masuklah dulu..”

Siwon mengangguk dan masuk ke dalam apartement Hyebin tanpa menjawab pertanyaan Hyebin sebelumnya. Meninggalkan tetes-tetes air di depan pintu dan membuatnya lebih terlihat seperti genangan.

“Gunakan ini.. kurasa bisa membuatmu sedikit kering.” Sahut Hyebin sambil menyerahkan sebuah handuk putih bersih ke arah Siwon.

Siwon melangkah menuju kamar mandi yang sebelumnya telah ditunjukan oleh Hyebin. Dia membawa pakaian jersey Hyebin –yang juga- dipinjamkan Hyebin untuknya. Sementara Hyebin berjalan ke arah dapur untuk membuatkan teh hangat untuknya. Setidaknya itu akan membantu membuat tubuh namja bernama Siwon itu hangat setelah mendapat guyuran hujan sederas ini.

Tak lama kemudian Siwon keluar dari kamar mandi dengan penampilannya yang err… lucu sekali. Pakaian yang dipinjamkan Hyebin benar-benar mambuatnya terlihat lucu. Jersey itu benar-benar sempit ditubuh Siwon. Hyebin menatap penampilan Siwon dengan wajah aneh.

“Jangan menatapku seperti itu Hyebin-ah.” Sahut Siwon sambil duduk di sebelah Hyebin.

Hyebin tak mempedulikan ucapan Siwon dan memberikan segelas teh hangat lalu dia duduk di depan Siwon. Berusaha menjaga jarak dengan namja itu.

“Wae? Kau belum menjelaskan kenapa kau kesini eoh?”

Siwon menyesap minumannya lalu kemudian menatap Hyebin intens. “Jadilah yeojachinguku.” Sahut Siwon tegas.

“Mwo?” Hyebin membulatkan matanya sampai batas maksimal.

“Aku menyukaimu sejak awal. Aku bukannya tidak sengaja mengajakmu untuk sekelompok denganku.” Jawab Siwon kemudian.

Hening..

Hyebin hanya diam menanggapi pernyataan Siwon. Dia tahu Siwon namja yang baik, hajiman.. dia tidak merasakannya. Merasakan debaran yang seharusnya dia rasakan saat namja yang selalu membuatnya merasa aneh itu menyatakan cintanya. Tapi… untuk saat ini.. eobseo..

Siwon masih menatap Hyebin intens sementara Hyebin mengalihkan pandangannya keluar jendela. Menatap rinai hujan yang berlomba menuruni jendela apartementnya. Bukankah ini saat yang bagus untuk memulai sesuatu yang baru? Penolakan lagi hingga dia harus menyesal pada akhirnya atau menerima sementara dia sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya? Apa jantungnya telah rusak hingga debaran itu tidak muncul atau.. entahlah..

“Eotte?? Apa kau mau?” sahut Siwon membuyarkan keheningan yang tercipta diantara mereka.

“Disaat seperti ini harusnya aku jawab apa?” tanya Hyebin dan sukses membuat Siwon mengernyit tak mengerti.

“Maksudmu?”

“Mollayo.. kau namja yang baik aku tahu itu. Hajiman..”

“Maksudmu kau menolakku??”

Hyebin menatap Siwon dengan pandangan yang sulit diartikan, sebenarnya dia sendiri merasa itu bukanlah jawaban yang tepat. Apa penolakan itu akan kembali mengubah namja itu pada akhirnya?

“Arraseo.. kurasa aku tak perlu bertanya lagi. Jangan khawatir kita masih bisa menjadi teman bukan?” sahut Siwon pada akhirnya.

“Apa kau tak keberatan jika aku pulang setelah menunggu pakaianku kering?” tambah Siwon sambil tersenyum, senyuman pahit.

-oOo-

April 7, 2012. Seoul University. 11.56 am KST. Art Class 3rd Floor.

“Menjelang ulang tahun yang ke-100 universitas kita, kali ini kelas kita akan melakukan pameran seni. Diharapkan seluruh mahasiswa kelas seni memberikan hasil lukisan terbaik mereka untuk dipamerkan. Berhubung tanggal 17 nanti kita akan melakukan perjalanan wisata, manfaatkan hari itu untuk melukis keindahan Jinan dimusim semi. Ada pertanyaan?” Professor Kang menutup kelas hari ini dengan sebuah pengumuman yang sukses membuat kelas jadi riuh.

“Professor.. jadi kita harus membuat tugas ditengah liburan kita?” sahut seorang namja bertubuh tambun yang duduk di kursi paling belakang.

“Ne.. harus Shin Dong Hee. Jika tidak kau tidak akan lulus dalam kelasku.” Jawab Professor Kang kemudian.

Jawaban itu kembali membuat seisi kelas menjadi riuh. Namun hal itu tidak membuat Hyebin tertarik. Dia lebih tertarik pada senyuman namja yang duduk berselang dua buah kursi dari tempatnya. Beberapa kali dia menggelengkan kepalanya dan menghembuskan napas dalam. Apa kali ini dia terjebak? Kembali jatuh pada lubang yang sama?

“Baiklah jika tidak ada pertanyaan lagi. Kelas hari ini cukup sampai disini.”

Seluruh mahasiswa berhamburan menuju pintu keluar begitupun namja –sipemilik senyum- yang menjadi perhatian Hyebin beberapa hari ini. Tapi tidak bagi Hyebin, dia lebih memilih untuk tetap duduk ditempatnya. Memandang ke luar jendela.. kembali bergelung dengan pikirannya yang benar-benar membuatnya merasa tercekik.

-oOo-

Siwon menyandarkan tubuhnya di balik jendela setelah beberapa saat dia menatap Hyebin yang tak kunjung keluar dari dalam kelasnya. Sesekali dia tersenyum mengingat tingkah Hyebin saat mata kuliah Professor Kang barusan. Dia tahu yeoja itu tak melepaskan pandangan darinya hingga Professor Kang membubarkan kelas.

“Siwon-ah.. apa kau sudah punya rencana akan melukis apa?” sahut sebuah suara yang sukses membuat Siwon kembali pada kesadarannya.

“Aniya.. aku belum dapat ide. Waeyo Minje-ya?”

“Ani.. maukah kau melukis bersamaku?”

Fokus Siwon beralih saat pintu kelas terbuka dan Hyebin keluar dari sana dengan ekspresi terkejut. Terkejut? Mungkinkah dia terkejut melihat Siwon dekat dengan seorang yeoja? Apakah pemandangan itu berpengaruh baginya?

“Aaa… boleh saja.” Sahut Siwon sambil tersenyum namun matanya tetap berfokus pada langkah Hyebin yang mulai menjauh dari tempat itu.

-oOo-

Hyebin menyeret langkahnya dengan sedikit berat. Entah kenapa muncul perasaan tidak senang saat melihat Siwon mengobrol akrab dengan yeoja yang tidak lain adalah teman sekelasnya sendiri.

“Hyebin kau sudah gila.. jangan mulai lagi.” Gumamnya kemudian lalu duduk di depan kelas yang terletak tak jauh dari kelasnya. Kelas yang sedang Raehee ikuti saat ini.

Walau ingin pergi dari tempat itu, entah kenapa hatinya tidak mengijinkannya. Yeoja itu.. tidak rela..

To: Choi Rae Hee

Apa kelasmu masih lama? Aku pulang denganmu ya?

send

From: Choi Rae Hee

Mian Hyebin-ah.. Heechul mengajakku kencan sepulang kuliah ^^v
Kau tidak dengan Hyunjin?

Hyebin berdecak saat menerima balasan dari Raehee.. rasanya dia membutuhkan seseorang untuk mendengarkan ceritanya. Hajiman.. tidak ada seorangpun disana. Bahkan Hyunjin sudah mengatakan lebih awal bahwa hari ini dia akan pulang bersama Yesung. Hyebin menoleh ke arah kelasnya tadi, dan tepat! Disana masih ada Siwon dengan yeoja itu. Merasa tidak ingin merasakan hal aneh itu lebih jauh.. Hyebin memutuskan meninggalkan tepat itu dan berjalan pulang.

“Kau tidak apa-apa Shin Hye Bin. Kau tidak berbalik menyukai Choi Siwon. Itu pasti.”

-oOo-

April 17, 2012. Seoul University. Basement. 07.25 am KST.

Hyebin menyeret kopernya dengan langkah santai. Hari ini kelasnya melakukan perjalanan wisata ke Jinan. Perjalanan liburan sekaligus tugas melukisnya untuk pameran bulan mei mendatang, tepat dihari ulang tahun ke-100 universitasnya. Dia berhenti saat mendapati sosok Siwon berdiri dihadapannya dengan senyum cerah.

“Pagi Hyebin-ah!” sapanya kemudian dan hanya dibalas senyuman hambar dari Hyebin.

“Sepertinya barang bawaanmu berat, biar aku yang membawanya.” Sahutnya dan langsung menyambar koper Hyebin tanpa mengantongi ijin dari pemiliknya.

Hyebin tidak menolak dan mengikuti langkah Siwon dari belakang. Perasaannya berkecamuk antara senang dan entahlah..

“Ya!! Kenapa berjalan selambat itu? Kau ingin ketinggalan bis eoh??” seru Siwon saat menyadari Hyebin berjalan jauh dibelakangnya.

-oOo-

Skip time. Jinan. 10.45 am KST.

Sesaat setelah perjalanan berakhir seluruh mahasiswa berhamburan mencari lokasi yang tepat untuk melukis. Hyebin mulai membenahi peralatannya dan kemudian mulai meninggalkan kawanannya menuju ke arah sebuah sungai yang sempat dikatakan Hyunjin berada di Jinan. Sungai itu tidak terlalu jauh dan hanya membutuhkan waktu sepuluh menit dari resort yang ditinggali Hyebin bersama teman-teman sekelasnya. Siwon mengikuti Hyebin dari belakang tanpa berniat membuat Hyebin menyadari keberadaannya. Dia tahu suasana diantara mereka akan jadi tidak nyaman jika mereka bersama-sama.

“Hmm.. udaranya segar. Sepertinya tempat ini cocok untuk melukis.” Sahut Hyebin dan mulai memasangkan kanvasnya diatas tiang penyangga.

Hyebin mengeratkan syal yang melilit dilehernya agar tidak tertiup angin yang cukup kencang, namun baru saja dia akan melakukannya angin sudah terlebih dahulu menerbangkannya dan membuatnya tersangkut di ranting pohon yang berada di tepi sungai. Siwon memperhatikannya sementara Hyebin berusaha meraih syal itu dan alhasil dia malah kehilangan keseimbangannya lalu terpeleset hingga membuatnya jatuh ke dalam sungai.

BYURRRRR!!

Dengan sigap Siwon berlari dan menceburkan dirinya ke dalam sungai itu. Dia menarik Hyebin dan membawanya ke tepi sungai hingga akhirnya berhasil menyentuh daratan. Hyebin terlihat begitu shock bahkan dia tidak mampu mengatakan sepatah katapun.

“Shin Hye Bin!! Apa kau babo?? Bagaimana jika aku tidak ada disini dan kau tenggelam?”

Hyebin mengangkat wajahnya dan menangkap wajah Siwon tepat dalam kedua bola matanya. “Ya!! Kenapa malah membentakku ha??” sahut Hyebin dengan tubuh menggigil.

Siwon menatapnya dengan ekspresi yang sulit di artikan. Lalu sejurus kemudian memeluk Hyebin dengan erat.

“Mianhae.. aku benar-benar mencemaskanmu. Tidak tahukah kau kalau perasaanku padamu belum pernah padam? Jadi wajar saja jika aku bersikap seperti ini. Mianhae..” lirih Siwon kemudian.

Deg!!

Hyebin membeku dalam pelukan Siwon, dia merasakan sesuatu bergetar dalam hatinya. Mungkinkah kali ini cinta?

-oOo-

Sanmyeong Resort. Room nomor 12. Jinan. 10.34 pm KST.

“Tidak tahukah kau kalau perasaanku padamu belum pernah padam?” kata-kata itu terulang ribuan kali dalam otak Hyebin seperti kilasan sebuah film.

Hyebin mengubah posisinya lalu duduk menyandar pada headbed yang ditempatinya. Kali ini dia benar-benar merasa sesak. Kejadian tadi siang di sungai membuatnya sakit kepala. Entah kenapa selalu ada perasaan asing yang muncul setiap dia memikirkan kejadian itu.. dan yang pasti perasaan itu telah sukses membuatnya tidak bisa memejamkan matanya.

Hyebin menghela napas panjang.. berusaha mengusir perasaan aneh itu dalam hatinya. Namun nihil.. perasaan itu justru semakin menggebu-gebu hingga membuatnya susah bernapas.

“Hyebin.. ada apa denganmu sebenarnya? Apa kau mencintai namja itu?” gumamnya dengan suara bergetar.

Hyebin menatap keluar jendela.. malam ini cuaca cukup cerah. Dia berjalan menuju pintu kamar dan meraih mantel yang tergeletak begitu saja di atas sofa dalam kamarnya.

“Sepertinya aku butuh udara segar..” sahut Hyebin dan berjalan pergi meninggalkan kamarnya.

-oOo-

Hyebin berjalan menuju bangku panjang yang berada di depan sebuah kolam air mancur. Riakan air kolam itu membuat pikiran Hyebin yang kacau perlahan menjernih seperti sebuah sihir.

“Payah.. lagi-lagi aku terlambat menyadari perasaanku. Choi Siwon.. sepertinya aku benar-benar menyukaimu saat ini. Eotteokhae??” sahut Hyebin lirih.

Hyebin meraih ponsel dalam saku mantelnya. Jemari tangannya lincah mengetikkan beberapa digit angka yang sudah dihapalnya diluar kepala. Dial..

“Yeoboseyo..” sapa Hyebin setelah panggilannya tersambung dengan seseorang.

“Ya!! Ini jam berapa? Kenapa menelponku eoh??” sebuah teriakan melengking seorang yeoja sukses membuat Hyebin menjauhkan telinganya dari ponselnya.

“Hyunjin!! Bisakah kau tidak berteriak padaku? Aku ingin bercerita padamu..” jawab Hyebin tak kalah melengking.

“Arra.. arraa… wae??”

“Aku bodoh..” gumam Hyebin pelan.

“Kau baru tahu itu?”

“Ya!”

“Aish.. kau menelponku hanya untuk itu? Kau membuat mimpiku rusak babo!!”

“….”

“Hyebin-ah.. aku tutup kalau kau..”

“Jamkkanman..”

“…..”

“Hyunjin-ah.. eotteokhae? Sepertinya keadaan berbalik.. aku suka pada Siwon.” sahut Hyebin sekuat tenaga lalu menghembuskan napasnya dalam.

“Jeongmal??” sahut sebuah suara dibelakang Hyebin.. suara yang Hyebin yakini bukanlah milik Hyunjin –sahabatnya- itu.

Hyebin dengan cepat memutuskan hubungan telponnya setelah menyadari siapa orang pemilik suara itu. Choi Siwon.. namja itu kini tengah duduk disebelahnya tanpa Hyebin ketahui sejak kapan dia berada disana.

“N-nneo? Sejak kapan?” sahut Hyebin terbata.

“Aku mengikutimu keluar.” Jawab Siwon sambil tersenyum lalu kembali menatap wajah pucat Hyebin.

“A-aaku..” gumam Hyebin sambil menunduk.

“Aku sudah dengar semuanya.. gomawo.” Sahut Siwon sambil merengkuh wajah Hyebin yang sempat tertunduk.

Hyebin mengangkat wajahnya dengan perasaan berkecamuk. Dia menatap Siwon dengan kedua mata coklatnya. “Jadi tidak perlu kukatakan lagi kan? Eotte? Apa aku terlambat lagi?”

Siwon memicingkan matanya, tidak puas dengan pernyataan Hyebin. “Aku ingin mendengarnya secara langsung.”

“Kalau begitu anggap aku tak pernah mengatakannya..” sahut Hyebin sambil menjulurkan lidahnya. Perasaan kaku yang sempat menyelimuti atmosfir diantara mereka menghilang dengan cepat seperti sebuah ilusi.

Hyebin terkekeh pelan lalu bangkit dari posisinya dan berjalan memunggungi Siwon. Yeoja itu pergi dengan perasaan ringan, seolah semua oksigen kembali masuk ke dalam paru-parunya dengan leluasa.

“Hyebin-ah.. mana boleh begitu!” seru Siwon sambil menarik lengan Hyebin hingga yeoja itu berbalik ke arahnya.

Siwon menatap manik mata Hyebin lekat, membuatnya terperangkap di dalamnya. “Saranghae.. nae yeoja deojullaeyo??”

Hyebin mengangguk mantap. “Na do saranghae.. mian terlambat menyadarinya.” jawab Hyebin sambil tersenyum.

Siwon menariknya lebih dekat, berusaha menghapus jarak diantara keduanya. Perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Hyebin yang mulai memejamkan matanya. Menikmati deruan napas masing-masing hingga bibir mereka bersentuhan dan melumatnya pelan. Hyebin sadar sekarang.. This Is Love..

—THE END—
Cre : HyeWon~
Reshare : Ly.bum^

Shocking Valentine’s Day

Title : Shocking Valentine’s Day

Author : HyeWon/Hyebin

Akun FB : Reika Sonoda (Shin Hye Bin)

Genre : AU!, Romance

Rating : PG 16+

Length : Oneshoot

Words : 3.693

Cast : Choi Siwon
Shin Hye Bin

Support Cast : Yunho (U-Know)
Tiffany

Disclaimer : FF ini original hasil ramuan (?) dari otak gaje saya, Choi Siwon milik saya *plakk dan support cast silahkan untuk readers ^^

Credit picture : Made by author ^^

Note : FF Project kedua saya setelah project umin birthday bulan januari lalu. Segala kegajean ada dalam FF saya. Hati-hati bisa menyebabkan rasa mual, oleh karena itu silahkan kosongkan dulu perut anda sebelum membaca FF gaje saya yang satu ini kekekeke~

“I’ll be yours as long as you’ll be mine” – HyeWon Couple

Author POV

“Aku tidak mau!! Lepaskan aku!” jerit seorang yeoja dengan poni rata sambil berusaha melepaskan jeratan tangan seorang namja di depannya.
“Dengarkan aku! Aku bisa menjelaskan semuanya.” Balas namja itu frustasi.
Namja bertubuh tegap itu berusaha menarik tubuh yeoja yang kini menatapnya dengan tatapan penuh benci. Dia benar-benar menyesal dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Jika dia tidak sebodoh itu, hal ini pasti tidak akan terjadi. Namun apa boleh buat, bukankah ini bagian dari pekerjaannya? Namja itu terus merutuk dalam hati.
“Kurasa kita sampai disini saja. Aku sudah lelah selalu bersabar untukmu.” Sahut yeoja itu tiba-tiba dan sukses membuat namja di depannya menegang.
“Mwo?”
“Dan jika Yunho oppa mencariku, katakan aku berhenti.” Tambah yeoja itu dingin lalu menghempaskan cengkraman tangan sang namja yang mulai melemah.
Dengan sigap yeoja itu berlari dan memanggil taxi, dia bahkan tidak menghiraukan lagi panggilan namja yang kini sedang menatap punggungnya itu dengan tatapan tak percaya. Beberapa kali namja itu menggeleng pelan, berusaha meyakinkan bahwa yang didengarnya adalah suatu kebohongan. Namun percuma, yeoja itu tak kembali dan membuat sang namja harus menerima kenyataan yang menyayat hatinya itu.
“Shin Hye Bin.. apa kau benar-benar tidak percaya padaku lagi?” sahut namja itu dengan lirih.
**********
STAR’s Coffee Shop, Myeondong

February 14, 2012

Siwon POV
Haahh.. aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi, semua yang kulakukan hari ini selalu berakhir dengan kegagalan. Aku bahkan tidak bisa membuat cappuccino dengan benar, dan tidak jarang itu semua membuat pelangganku menggerutu kesal. Hari ini pelanggan di Coffee Shop milik Yunho hyung cukup ramai dan membuatku sedikit kewalahan. Bagaimana tidak? Aku harus melayani mereka hanya seorang diri. Biasanya Hye Bin membantuku walau keahliannya bukan membuat kopi, tapi bantuannya cukup berpengaruh. Sudah hampir setahun ini aku bekerja di Coffee Shop milik Yunho hyung, ya.. kau benar! Aku adalah seorang barista, kemampuanku cukup diakui dan banyak pelanggan yang selalu memujiku. Sedangkan Hye Bin, dia masuk satu hari setelah aku. Dia adik tiri Yunho hyung dan mereka tinggal bersama dalam satu apartement. Setahuku.. mereka hanya tinggal berdua karena appa Hye Bin dan umma Yunho hyung mengalami kecelakaan saat melakukan penerbangan menuju Amerika. Jika aku seorang barista, maka Hye Bin adalah seorang pembuat cake yang handal. Namun sepertinya itu hanya berlangsung hingga kemarin. Yah kau tahu sendiri kan? Hye Bin mengundurkan diri karena aku. Ini semua gara-gara yeoja sialan itu, yeoja yang dengan santainya memeluk dan mencium pipiku di depan yeojachinguku sendiri. Aku sendiri bahkan tidak mengenal siapa yeoja itu, dan sialnya.. Hye Bin salah paham karena hal itu. Haahhh… entah sudah berapa kali aku menghela nafasku. Sampai akhirnya kurasakan ada sosok yeoja yang berdiri disampingku. Aku menoleh ke arahnya dengan malas, sosok itu tersenyum. Senyuman yang selalu ingin kumiliki. Tanpa sadar aku terus menatapnya tanpa berkedip, rasanya seperti mimpi bisa melihat senyumnya lagi setelah kejadian kemarin sore.
“Ya!! Siwon-ie.. kenapa kau malah bengong? Pelangganmu sudah menunggu dari tadi tahu!” sahut sosok itu mengagetkanku.
‘Eh? Kenapa seperti ini? Bukankah yang tadi berdiri disampingku itu adalah Hye Bin? Kenapa menjadi Yunho hyung???’
“Hyung? Kenapa bisa jadi hyung? Hye Bin mana?” sahutku sambil mengedarkan pandanganku. Aku yakin sekali tadi aku melihatnya.
“Aish kau ini! Pantas saja tadi kau menatapku dengan pandangan menjijikan seperti tadi. Pasti kau sedang berhalusinasi dan menganggapku sebagai dongsaengku yang satu itu.” balas Yunho hyung sambil berdecak.
“Eh? Jinjja?” sahutku kemudian.
“Emm.. sudahlah. Cepat buatkan pesanan para pelanggan, kalau kelamaan nanti mereka mengajukan complain..” sahut Yunho hyung sambil menepuk bahuku lalu bergerak menuju dapur.
Aish!! Payah.. kenapa aku bisa mengira ada Hye Bin disini? Jelas-jelas kemarin bilang dia berhenti dari pekerjaannya. Babo!!
**********

Blue Hills Apartement, 3th Floor

Hye Bin POV

Aku menggeliat malas di atas kasurku, hari ini aku sengaja tidak datang ke Coffee Shop. Sebenarnya aku sama sekali tidak ada niat untuk berhenti. Mana mungkin aku bisa meninggalkan tempat itu? bukankah disana ada Siwon yang sangat kucintai? Hahaha ^^
“Hye Bin-ah..”
“Ne?”
“Apa kau tidak takut Siwon benar-benar menganggap perkataanmu benar dan dia memutuskan untuk tidak mengharapkanmu lagi?” sahut Tiffany.
Tiffany adalah sahabatku sejak kecil, kami sangat dekat bahkan seperti saudara. Namun Tiffany pindah ke London saat berumur 16 tahun, dan dia baru pulang ke Korea tiga hari yang lalu.
“Emm.. aniya. Aku percaya padanya.” Sahutku singkat lalu mengubah posisiku jadi menghadap ke arahnya.
“Aish kau ini! Percaya diri sekali… namja itu kan..”
“Gwaenchana Fany-ah.” Sahutku sambil tersenyum.
“Ngomong-ngomong gomawo buat bantuannya kemarin hehehe.”
“Tak masalah.. aku tak keberatan kalau harus mencium dan memeluk namja setampan namjachingumu.” Sahutnya sambil tertawa jahil.
“Mwo? Ya!!” seruku sambil melemparkan bantalku ke arah mukanya. Awas saja kalau dia benar-benar menyukai namjaku. Aish..
“Ya!! Ya!! Berhenti! Aku hanya becanda! Aku juga sudah punya namjachingu!” jeritnya saat aku terus melemparinya dengan bantal dan bonekaku.
“Mwo?? Jinjja? Nugu?” sahutku sambil menghentikan aksiku melemparinya.
“Ahahaha.. kau sangat mengenalnya ko. Nanti kuceritakan!” Balas Tiffany sambil berlari dari ruang kamarku.
“Ya!! Jamkanman!!”
Drrrttt… Drrtttt….
Aku terkesiap dan menghentikan aksiku untuk mengejar yeoja bernama Tiffany yang sudah menghilang dibalik pintu kamarku itu. Aku meraih ponsel yang berada di dalam saku celanaku. Ada satu pesan masuk, dari Yunho oppa..
From: Sijelek Yunho

Ya!! Apa yang kau rencanakan? Cepat kembali kesini! Kau tidak tahu apa? Siwon terlihat sangat kacau sekarang.
Aku tersenyum membaca pesannya, ini berarti rencanaku berhasil. Hahaha.. kau yeoja yang jahat Shin Hye Bin, tapi tak apalah sekali-sekali aku mengerjainya. Jangan hanya dia yang bisa puas mengerjaiku.
“Fany-ah.. rencanaku berhasil.” Seruku sambil berlari menuju ruang tengah dan menghampiri Tiffany.
**********

STAR’s Coffee Shop, Myeondong

03.35 pm

Author POV
Siwon terlihat sedang asyik dengan pikirannya sendiri disalah satu meja. Sesekali dia menyesap cappuccino yang dibuatnya sendiri. Dan tak jarang dia menundukkan kepalanya lesu. Dia terduduk lesu padahal Coffee Shop sedang sangat ramai. Wajar saja karena pada hari Valentine, Coffee Shopbanyak dikunjungi oleh pasangan-pasangan yang menghabiskan waktu mereka untuk bersantai atau sejenak melupakan kepenatan aktivitas mereka. Sedangkan Siwon, disuruh Yunho untuk beristirahat karena pekerjaannya selalu berakhir dengan kesalahan dan itu cukup membuatnya frustasi.
“Siwon-ie?”
“Ne?”
“Sebenarnya ada apa denganmu dan Hye Bin? Apa kalian bertengkar?” sahut Yunho yang entah sejak kapan sudah duduk dihadapan Siwon.
“Yah.. sedikit salah paham hyung.” Jawab Siwon lemas.
“Sepertinya kau tidak bersemangat. Padahal tadinya besok aku akan menitipkan Coffee Shop ini padamu.”
“Wae?”
Yunho tersenyum lalu kemudian menjawab. “Aku ada kencan.”
Siwon terlihat kaget namun sejurus kemudian wajahnya menunjukkan ekspresi sedih. “Jinjja? Mianhae hyung. Kurasa lebih baik jika ditutup saja, atau kau berikan tanggung jawab itu pada pegawai lain. Aku tidak yakin akan bekerja dengan baik. Jadi daripada terjadi kekacauan..”
“Arraseo.. sepertinya lebih baik aku menutupnya. Aku hanya mempercayaimu, kalau pegawai lain rasanya aku tidak yakin.”
“Ne..”
“Ahh.. apa kau tidak mencoba menghubunginya? Menghubungi Hye Bin maksudku.” Sahut Yunho saat matanya menangkap sosok dua orang yeoja yang sangat dikenalnya.
“Aniya.. aku yakin dia tidak akan menjawab panggilanku.”
“Ahh.. joha. Kalau kau ingin ijin pulang boleh saja. Aku harus kembali, sepertinya ada yang sedang mencariku.” Jawab Yunho lalu bangkit dari kursinya dan kembali meninggalkan Siwon sendirian.
**********
Hye Bin POV
Aku melihat Yunho oppa sedang mengobrol bersama Siwon. Aku memberi isyarat agar Yunho oppa meninggalkan Siwon dan menghampiriku. Tiffany yang sedang bersamaku tersenyum saat Yunho bergerak menuju ke arah kami.
“Fany-ah? Kau datang?” sahut Yunho oppa lalu merangkul bahu Tiffany.
“Aish..” gumamku merasa risih melihat kedekatan mereka.
Aku benar-benar dongsaeng yang payah, aku sama sekali tidak tahu kalau oppaku sudah menjalin hubungan dengan sahabatku sendiri sejak lama. Aku salut pada mereka, padahal mereka mengalami hubungan jarak jauh. Tapi sepertinya mereka sangat saling mencintai. Seperti aku dengan Siwon kekeke~
“Oppa.. aku kesana dulu.” Sahutku sambil berjalan meninggalkan pasangan itu tanpa mempedulikan jawaban mereka.
Tadinya aku akan menemui Siwon nanti malam dan memberikan kejutan Valentine untuknya, tapi aku merasa kasihan juga kalau Siwon harus merasa bersalah selama itu. Aku berjalan menuju meja tempat Siwon berada sambil menenteng sebuah tas kecil.
Dengan perlahan aku duduk dihadapan Siwon yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya ke arah jalan. Kulihat banyak pasangan yang berjalan mesra melintas dihadapan kami. Bisa kurasakan pandangan Siwon benar-benar sedih saat menatap pemandangan di depannya itu. Tanpa sadar aku terkikik pelan melihat ekspresinya. Dan itu membuatnya kembali pada kesadarannya dan mengalihkan padangannya ke arahku. Dia menatapku dengan sorot mata yang sama sekali sulit kujabarkan artinya.
“Ya! Jangan menatapku dengan ekpresi seperti itu Choi Siwon-ssi.” Sahutku sambil tersenyum dan memberikan sedikit penekanan pada akhir kalimatku.
Kulihat Siwon terbelalak kaget. Apa ada yang salah dengan ucapanku?
“Kau kenapa?” sahutku sambil mengipas-ngipaskan tangan di depan mukanya. Sejurus kemudian Siwon menangkap tanganku dan membuatku menghentikan aksiku.
“Wae?” sahutku lagi.
Bukannya menjawab dia malah mencubit pipiku dan sukses membuatku meringis kesakitan, ada apa dengan namja ini sebenarnya?
“Ya!! Kau ini kenapa sih? Kau tidak senang aku datang kesini?” sahutku sambil mengelus pipiku yang tadi dijadikan Siwon objek cubitannya.
Dia menggeleng cepat lalu kemudian tersenyum senang. “Aku hanya memastikan kalau kau ini nyata.” Sahutnya polos.
“Aish..” gumamku kemudian.
“Hye Bin-ah.. mianhae..” sahutnya tiba-tiba.
“Untuk apa?” sahutku sambil tersenyum.
“Eh? Bukankah kemarin kau..”
“Oh itu.. sebenarnya… akulah yang harus minta maaf padamu.”
“Ye?”
#FLASHBACK#
Masih Hye Bin POV

“Jebal Fany-ah.. bantu aku..” sahutku sambil mengatupkan kedua tanganku didepannya.
Tiffany memutar bola matanya dan menatapku dengan ekspresi tak percaya. Aku tahu permintaan ini sedikit gila, tapi aku hanya ingin memberikan kejutan untuk namjachinguku.
“Ya! Shin Hye Bin! Aku tidak mengerti jalan pikiranmu itu, kenapa aku harus melakukan itu semua? Mana mungkin aku mau memeluk dan mencium namjamu? Apa kau sudah gila?” sahutnya kemudian.
“Hanya pipi ko.. ayolah.. jebal..” kali ini aku mengatakannya dengan manja dan membuat Tifanny semakin mengernyit tak mengerti.
“Aish kau ini.. arraseo. Tapi jangan salahkan aku jika terjadi hal diluar rencanamu itu.” sahutnya pasrah.
“Kalau itu kau tenang saja Fany-ah. Aku akan menemui Siwon dulu sekarang, kau tunggu didepan pintu masuk arra?” sahutku kemudian.
Kulihat Tiffany mengangguk dan tersenyum. Aku berlari dan kembali ke dalam Coffee Shop, kulihat Siwon sedang asyik melayani pesanan para pelanggan. Aku bergerak mendekatinya dan membantunya sebisaku.
“Kau dari mana saja eoh?”
“Ehehe.. tadi ada temanku lewat saat aku buang sampah. Jadi aku keasyikan mengobrol dengannya.” Sahutku jujur. Aku memang tidak sengaja bertemu Tiffany dan tiba-tiba terbersit ide gila itu.
“Kau ini.. tapi apa hari ini kau tidak membuat cake?”
“Aniya.. aku sedang malas. Aku membantumu saja ya?” sahutku sambil bergelayut manja dilengannya. Dia menatapku tak percaya lalu tersenyum.
“Arraseo.. tolong didihkan kopi lagi ya.” Sahutnya kemudian.
Aku mengangguk dan berjalan menuju boiler, kulihat Tiffany sudah stand by di depan pintu. Bagus.. saatnya memulai pertunjukkan.
“Siwon..” sahutku kemudian.
“Ada apa?” sahutnya lalu berbalik ke arahku dan mulai menghampiriku.
“Sepertinya aku menghilangkan gelang yang kau berikan untukku. Bisa tolong kau bantu mencarikannya? Sepertinya jatuh disekitar pembuangan tempat sampah tadi. Tapi.. jalan belakang terkunci, jadi kau lewat depan saja. Aku juga tadi lewat sana.” Sahutku memelas.
“Jinjja? Joha.. aku akan membantumu mencarinya mumpung sekarang tidak ada pelanggan.” Jawabnya sambil mengacak rambutku pelan.
“Gomawo..”
“Ne.”
Siwon mulai berjalan meninggalkanku dan menuju pintu depan, aku memberi isyarat kepada Tiffany agar memulai aksinya. Saat Siwon bergerak mendekatinya Tiffany pura-pura tergelincir dan hampir jatuh sehingga Siwon refleks menopang tubuhnya. Tiffany terlihat sedikit meringis.. aish.. bagus juga aktingnya itu. Perlahan aku menghampiri mereka yang sedang setengah berpelukan.
“Ahgassi? Gwaenchanayo?” sahut Siwon sambil berusaha membantu Tiffany berdiri.
Chu~
Kulihat Tiffany mencium Siwon, sedangkan Siwon terlonjak kaget. “Gomawo..” sahut Tiffany sambil tersenyum lalu berusaha berjalan dengan kaki terpincang.
Aku mulai mendekati tempat Siwon yang masih mematung dengan perbuatan Tiffany, sepertinya dia benar-benar kaget.
“Siwon.. ap.. apa yang kau lakukan huh?” sahutku kemudian.
Dia mengalihkan pandangannya ke arahku dan terlonjak lebih kaget dari sebelumnya. “Itu.. aku tidak tahu. Tiba-tiba saja dia menciumku, aku sama sekali tidak mengenalnya.” Sahutnya gugup.
“Kau pikir itu masuk akal? Mana mungkin dia berani menciummu kalau dia tidak mengenalmu?” sahutku dengan nada dingin.
Tanpa mempedulikan jawabannya aku berlari meninggalkan Siwon yang mulai mengejar dan meneriakkan namaku.
#FLASHBACK END#
“Yah begitulah ceritanya.. Mianhae ^^” sahutku sambil tersenyum.
“Mwo? Jadi kemarin itu ulahmu??”
**********
Siwon POV
“Mwo? Jadi kemarin itu ulahmu?” sahutku tak percaya.
Aku benar-benar tak habis pikir, kenapa Hye Bin melakukan itu padaku? Apa dia tidak tahu bahwa kejadian itu benar-benar sudah membuatku merasa hampir gila?
“Kau ini!! Kau tidak tahu apa? aku sampai bingung setengah mati gara-gara perbuatanmu itu?” sahutku dengan nada sedikit tinggi. Yah.. aku hanya ingin membalasnya sedikit.
“Apa kau marah Siwon-ah?” sahutnya takut-takut.
“Apa masuk akal kalau aku tidak marah? Tentu saja aku sangat marah!!” jawabku masih dengan nada sedikit tinggi.
Sebenarnya aku tidak benar-benar marah, mana mungkin aku marah padanya. Aku justru bersyukur kejadian kemarin adalah rekayasanya. Sebenarnya aku sedikit curiga juga sih dengan yeoja itu. Kenapa dia bisa berani menciumku?
“Mianhae..” gumamnya lirih. Sepertinya dia masuk kedalam perangkapku.
“Kau harus menebus kesalahanmu itu.. aku tidak akan membiarkanmu tenang-tenang saja setelah mengerjaiku seperti itu.” sahutku sambil tersenyum evil ke arahnya.
“Mwo? Mworagoyo??”
“Kajja!!” sahutku sambil bangkit dan menarik tangannya.
“Eo.. Eodiga? Bukankah kau sedang bekerja?” tanyanya bingung dan menahan tanganku.
“Aniya.. Yunho hyung memberiku ijin pulang karena pekerjaanku tidak ada yang benar dari tadi pagi. Dan itu berkat seseorang kurasa..”
Kulihat Hye Bin menggigit bibirnya.. dan itu membuatku tersenyum puas. Aku akan membalasmu Shin Hye Bin kekekeke~
**********
Author POV
Siwon menarik tangan Hye Bin dengan kasar menuju mobilnya yang terparkir di basement dekatCoffee Shop milik Yunho itu. Hye Bin hanya mengikutinya tanpa melawan sedikitpun, dia mengekor Siwon dari belakang.
“Masuklah..” sahut Siwon dingin dan membuat Hye Bin sedikit bergidik ngeri.
“Eodiga Siwon-ah?”
“Kau akan mengetahuinya nanti.” Jawab Siwon sambil duduk di depan kemudi mobil.
Siwon mulai menjalankan mobilnya setelah memastikan Hye Bin duduk di tempatnya dengan aman. Di sepanjang perjalanan keduanya sama-sama diam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai salah satu diantara mereka memcah keheningan dengan menyalakan musik. Yah.. dia itu Siwon. Hye Bin menatapnya tak mengerti. Dia tahu suasananya terlalu canggung untuk memulai percakapan, lagipula dia tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Menyesal? Sepertinya itulah yang berkecamuk di dalam hatinya saat ini.
“Kita sampai.. turunlah!” sahut Siwon membuyarkan lamunan Hye Bin.
Hye Bin mengedarkan pandangannya dan mengernyit heran saat menyadari tempat yang dituju Siwon adalah apartementnya. Siwon mulai keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Hye Bin yang masih tidak mengerti.
“Kenapa kesini? Bukankah ini basement apartementku?” sahut Hye Bin bingung.
“Ne, kau akan menebus kesalahanmu di apartementmu nanti.” Sahut Siwon sambil tersenyum nakal.
“Ap.. apa maksudmu??” tanya Hye Bin curiga.
Bukannya menjawab pertanyaan Hye Bin, Siwon malah kembali menarik lengan Hye Bin menuju lift. Sementara Hye Bin asyik dengan pikirannya dan menerka-nerka apa yang akan namjachingunya itu lakukan terhadapnya.
Ting..
Pintu lift terbuka, dan merekapun masuk ke dalamnya. Siwon menekan angka tiga dan pintu liftpun mulai tertutup lagi. Siwon merangkul bahu Hye Bin dan membuatnya sukses beralih menatap namja disebelahnya itu.
“Siwon? Eng..” sahut Hye Bin keheranan.
Ting..
“Kajja.. kita sudah sampai.” Sahut Siwon lalu menggandeng tangan Hye Bin menuju apartementnya.
Hye Bin mulai gugup, pikirannya melayang tak karuan. Hingga akhirnya dia menghentikan langkahnya dan membuat Siwon ikut berhenti dan berbalik menghadap ke arahnya.
“Mianhae.. aku belum siap. Jangan lakukan ini Siwon-ah.” Gumam Hye Bin sambil menunduk.
PLETAKKKK
“Ya! Kenapa kau memukul kepalaku?” sahut Hye Bin sambil mengelus pucuk kepalanya yang terasa ngilu.
“Salah sendiri kenapa sampai berpikiran yang tidak-tidak. Aku melakukannya untuk menjernihkan otakmu itu.”
“Maksudmu?”
“Aish.. aku mengajakmu kemari hanya ingin memintamu membuatkan coklat Valentine untukku. Aku tidak mungkin mengajakmu melakukan hal yang tidak-tidak.” Sahut Siwon kemudian dan sukses membuat Hye Bin tertunduk malu.
Tanpa pikir panjang Hye Bin berlari menuju pintu apartementnya dan mulai masuk ke dalamnya. Dia merasa benar-benar malu, betapa bodohnya dia sampai berpikiran yang tidak-tidak. Siwon hanya terkekeh pelan dan mengikuti Hye Bin masuk ke dalam apartementnya itu.
**********
Blue Hills Apartement, 3th Floor

Hye Bin POV

Aish.. bodohnya! Kenapa aku sampai memiliki pikiran kotor seperti itu? aku benar-benar merasa malu saat ini. Siwon pasti sedang menertawakanku sekarang. Hyaaaa… eotteohkhae? Aku tidak sanggup menatap mukanya saat ini.
Setelah sampai di apartement aku langsung menuju dapur dan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat coklat. Sebenarnya aku sudah menyiapkan coklat Valentine untuknya, tapi karena sekarang aku tidak bisa berdekat-dekat dengannya, lebih baik aku membuatnya lagi. Untung tadi aku tidak sengaja meninggalkannya saat akan pergi ke Coffee Shop, jadi Siwon tidak tahu kalau aku sudah menyiapkan coklat untuknya.
Aku mulai menyalakan kompor dan memasukan beberapa coklat batangan ke dalam sebuah mangkuk yang kuletakkan di atas wajan berisi air. Aku melakukan ini untuk melelehkan coklatnya. Karena pikiranku kacau aku lupa mengiris coklatnya hingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuatnya meleleh dengan sempurna.
“Hye Bin-ah.. aku minta minum ya.” Sahut Siwon sambil membuka kulkas di sebelahku.
“Ahh.. ne. Ambil saja.” Sahutku gugup tanpa menatap wajah Siwon.
Aku kembali berkonsentrasi pada coklat yang kulelehkan, sepertinya sudah meleleh dengan sempurna. Aku mengangkatnya dengan hati-hati lalu menuangkannya pada cetakan yang berbentuk hati.
“Eh? Apa ini??” sahut Siwon kemudian.
Aku menoleh ke arahnya dan mendapati Siwon sedang memegang coklat yang sudah kusiapkan untuk Siwon sebelumnya. Aku mendadak tidak tahu harus berkata apa hingga akhirnya aku berkata. “Eng.. itu sepertinya punya Yunho oppa.” jawabku sambil memasukkan coklat buatanku barusan ke dalamfreezer.

“Mwo? Jinjja? Lalu kenapa ada namaku diatasnya?” sahut Siwon sambil menyeringai.
“Eh.. itu.. aku..”
“Kau sudah menyiapkan untukku sebelumnya kan?” sahut Siwon sambil mendekat ke arahku. Dia masih tetap memegang bungkusan coklat yang berbentuk kotak itu.
Aku menggigit bibirku, sepertinya aku tidak bisa berbohong lagi. “Ne.. itu milikku. Dan tadinya memang akan kuberikan untukmu. Tapi sekarang tidak jadi karena aku sudah membuat yang baru. Jadi letakkan itu kembali ke tempatnya.” Sahutku kemudian.
“Aish.. Shireo.. kalau yang baru kau buat aku perlu waktu lama untuk bisa memakannya. Lebih baik yang ini saja. Lagipula aku bosan sendirian di ruang tengah. Kajja.” Sahutnya lalu menarik tanganku.
Aku mengikutinya dan duduk di sebelah Siwon yang sedang asyik menatap coklat buatanku. Apa dia sesenang itu mendapatkan coklat? Aku tidak mengerti jalan pikiran namja.
“Gomawo..” sahutnya lalu kemudian menatapku.
“Ne?? tidak perlu berterima kasih.” Sahutku sambil meraih remote tv yang ada di atas meja di depanku.
Aku menekan remote tv itu dan menyalakan tv plat yang bertengger apik di depan kami berdua, sedangkan Siwon asyik memakan coklatnya. Tidak ada yang seru hingga akhirnya aku berhenti padachannel SBS, sepertinya menonton drama lebih baik daripada menonton Siwon yang asyik dengan coklatnya.
“Ya!! Kau tidak mau membaginya denganku?” sahutku kemudian.
“Shireo!! Ini kan untukku.. kalau kau mau kau buat lagi saja.”
“Aish.. tidak usah! Aku sudah sering makan coklat seperti itu. Aku ke kamar mandi dulu.” Sahutku sambil bangkit dari tempat dudukku dan meninggalkannya.
**********
Siwon POV
Yeoja itu.. dasar! Padahal sudah menyiapkan coklat untukku. Tapi malah membuatnya lagi saat aku memintanya. Padahal kurasa itu tidak perlu. Hahaha..
“Ya!! Kau tidak mau membaginya denganku?” sahutnya kemudian.
“Shireo!! Ini kan untukku.. kalau kau mau kau buat lagi saja.”
“Aish.. tidak usah! Aku sudah sering makan coklat seperti itu. Aku ke kamar mandi dulu.” Sahutnya sambil bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkanku.
Aku tersenyum menanggapi ucapannya lalu mengalihkan pandanganku ke arah televisi. Oh.. jadi dari tadi dia menonton drama ini? Pemainnya tidak lebih tampan dariku, tapi yeojanya lumayan juga.
“Apa yang kau lakukan tengah malam begini? Kau pikir aman untukmu diam disini seperti ini? Jangan terlalu tenang hanya karena kau memiliki sabuk hitam.” Sahut namja dalam drama itu. (Ceritanya Siwon lagi nonton drama City Hunter episode 9 kekekek~ mian kalo percakapannya aga berbeda ^^)
“Ne? aku hanya tidak bisa tidur dan mencoba menghirup udara segar.”
“Lagipula ada apa denganmu? Aku sangat mengkhawatirkanmu.. kenapa kau tdiak mengabariku dan tidak mengangkat panggilanku?”

“Aku sibuk..” jawab namja itu kemudian.

“Aish..” gumam yeoja itu lalu kemudian namja itu bergerak mendekatinya dan kemudian mencium yeoja itu dengan lembut.
Aku menatap adegan itu tanpa berkedip, sampai akhirnya Hye Bin memindahkan channel itu di bagian yang paling seru.
“Sejak kapan kau disini? Dan kenapa kau memindahkan channelnya? Aku sedang menontonnya..” sahutku sambil menatapnya.
“Aku bosan dengan drama itu, aku sudah menontonnya beberapa kali.” Jawabnya tanpa menatapku.
“Tapi aku kan belum pernah. Cepat kembalikan remotenya..” sahutku sambil berusaha merebut remote tv dari tangannya.
Hye Bin berdiri dan mengangkat remotenya tinggi-tinggi dan berusaha membuat gerakan agar aku tidak bisa menjangkaunya. Aish.. yeoja menyebalkan. Dengan sedikit kerja keras aku berhasil menyentuh remote itu dan menariknya keras-keras dari tangan Hye Bin hingga membuat Hye Bin ikut tertarik dan limbung di atas tubuhku dan terhempas secara bersamaan di atas sofa. Sejurus kemudian aku merasakan detak jantungku mengacau saat mendapati wajahnya sangat dekat dengan wajahku hingga aku bisa merasakan nafasnya membelai wajahku.
“Hye.. Hye Bin..” sahutku sambil melingkarkan tanganku di tubuhnya hingga membuatnya tidak bisa bergerak.
“Siwon.. ap.. apa yang kau lakukan?” sahutnya gugup.
Aku menatap matanya intens dan tidak mengindahkan pertanyaannya. Sepertinya aku mulai terbawa suasana dan mulai mendekatkan wajahku ke arahnya hingga akhirnya bibirku sukses menyentuh bibirnya yang lembut. Aku mulai melumatnya dengan lembut, tanganku masih saja mengunci gerakan tubuhnya. Perlahan dia mulai membalas ciumanku dan kami bertahan pada posisi ini hingga…
“Omo! sepertinya aku pulang disaat yang salah.” Sahut sebuah suara yang kukenal hingga akhirnya aku melepaskan ciumanku dengan Hye Bin.
“Hyung..” sahutku kaget bercampur malu.
“Gwaenchana.. teruskan saja. Aku tidak akan mengganggumu.” Sahut Yunho hyung sambil bergerak menuju kamarnya. Aku bisa mendengarnya sedang tertawa saat ini.
“Aa.. aku mau minum dulu.” Sahut Hye Bin hendak pergi meninggalkanku, namun dengan sigap tanganku mencegahnya.
“Wae?”
“Bukankah Yunho hyung menyuruh kita meneruskannya? Bagaimana kalau ke tahap selanjutnya?” sahutku menggodanya.
“Mwo??”
“Emm.. ngomong-ngomong yang mana kamarmu?” sahutku kembali menggodanya.
“Mwo?? Ya!!! Otak yadong!!” jeritnya sambil menimpukku dengan bantal sofa yang berada didekatnya.
“Aish appo!!” sahutku sambil menarik tangannya dan membuatnya kembali mendekat ke arahku.
“Aku hanya bercanda..” bisikku lalu kemudian aku mulai mendekatkan wajahku lagi dan mulai menciumnya kembali.
—THE END—
Annyeong readers ^^
Tadinya FF ini ga bakalan author post lewat akun pribadi,, tapi karena author sayang readers.. jadinya author post deh hehehehe ^^
Eotte?? baguskah? jelekkah?? tentukan dengan komen kalian ya readers.
Pokonya yang sengaja baca atau tidak,, kena tag atau tidak..GIVE YOUR WORDS GUYS ^^
Cre : HyeWon~
Reshare : Ly.bum^